Rabu, 01 September 2010

Stairway To Heaven (Episode 15)

Stairway to Heaven's picture

Kesulitan tidak hanya dialami oleh Jung-suh, Song-ju gagal dalam usahanya melamar pekerjaan meski berusaha keras. Uang yang tersisa pun tidak seberapa, namun meski begitu hidupnya bahagia karena bisa bersama Jung-suh yang kini mengenakan kaca mata.

Yuri semakin kuatir dengan perkembangan keadaan, namun Mira menenangkannya dengan mengatakan bahwa Song-ju tidak akan kuat hidup berlama-lama di losmen murahan. Tebakannya meleset, namun keadaan paska diturunkannya pria itu membuat perusahaan gonjang-ganjing.

Saat bermain ke pantai dimana kenangan mereka terbentuk, Song-ju memberikan sepasang cincin yang harganya tidak seberapa. Dengan wajah malu, pria itu mengatakan bahwa hanya itulah yang bisa dibeli dengan uang hasil kerja kerasnya. Gadis itu tersenyum sambil berlinang air mata, dan mencium lembut bibir Song-ju.

Mendadak dari belakang muncul mobil mewah yang dikemudikan Jang Ee San Nim untuk menjemputnya. Song-ju menolak, namun Jung-suh membujuknya dan mengatakan bahwa apapun yang terjadi, ia percaya akan keteguhan hati Song-ju termasuk cinta pemuda itu kepadanya.

Song-ju kembali tepat pada saat rapat pemegang saham, dengan aksinya yang cool ia masuk ke ruangan dan meminta maaf karena terlambat. Saat tiba diruangannya, Yuri telah menunggu. Namun dengan santun pemuda itu menegaskan bahwa cintanya kepada Jung-suh tidak berubah.

Spekulasi tentang kembalinya Song-ju menjadi berita hangat dikoran, Tae-hwa yang membacanya tidak tahan dan memutuskan untuk kembali dan membeberkan semuanya. Berita tersebut juga dibaca Jung-suh, yang kemudian menelepon Song-ju. Selesai berbicara, pandangannya mendadak kabur dan ia jatuh pingsan.

Vonis dokter kali ini benar-benar mengejutkan, diperkirakan ada tumor di bagian mata Jung-suh yang selain bisa membuatnya buta total namun juga mengancam nyawa gadis itu. Gadis itu menelepon Song-ju dari depan kafe, dan semakin trenyuh mendengar ucapan pria itu yang mengatakan akan terus menunggu kedatangan gadis itu sampai kapanpun.

Saat keduanya bertemu, Song-ju keheranan melihat Jung-suh terus memandanginya dengan seksama. Gadis itu beralasan bahwa meski telah menatap pria itu berulang-ulang, namun hatinya masih rindu. Song-ju tidak sadar ucapan tersebut sebagai pertanda akan kesedihan Jung-suh yang bakal kehilangan penglihatannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar