Jumat, 03 September 2010

Summer's Desire (Episode 8)

Episode 8
Kebahagiaan itu Bagaikan Gelembung di Musim Panas, walau Indah, namun Rapuh

Saat Ou Chen datang ke tempat lokasi syuting Zhan Qi lalu memanas-manasi Luo Xi.
Walau berusaha menyangkal namun Luo Xi ternyata terpengaruh taktik umpan Ou Chen. Setelah Ou Chen pergi, Luo Xi teringat perkataan Xia Mo
"Pasti ini perbuatan Ou Chen, biar aku yang menyelesaikannya"
Luo Xi tiba-tiba merasa gelisah dan tak aman.

Sore itu Luo Xi datang ke rumah Xia Mo. Dia, Xia Mo dan Xiao Chen makan bersama.Xiao Chen memuji masakan kakaknya yang semakin enak. Namun Lou Xi tampak berbeda dia tampak banyak diam dan tak bersemangat. Xia Mo berusaha mencari tahu apa Lou Xi terlalu capek syuting , ada masalah syuting atau masakannya kurang enak. Tapi Lou Xi menjawab semuanya berjalan baik. Akhirnya Luo Xi bicara bahwa Ou Chen datang ke tempat syutingnya tadi. Dia berkata katanya kamu datang memohon padanya dan menyetujui suatu hal. Xia Mo kaget medengarnya.
"Persetujuan apa yang kamu bicarakan dengan Ou Chen?!", desak Lou Xi kesal
Xia Mo tidak menyangka Lou Xi mudah termakan kata-kata Ou Chen.
"Namun kamu ternyata menemuinya khan?!", Luo Xi tak rela.
"Menurutmu aku akan menyetujui untuk memulai lagi hubungan kami?! Aku tidak membuat persetujuan apapun dengannya"
Xia Mo mulai kecewa karena Lou Xi tidak percaya padanya. Lou Xi lalu menarik Xia Mo dan memeluknya Xia Mo dengan erat. Dia tampak takut dan merasa tidak aman.
"Aku akan belajar mempercayaimu", kata Lou Xi
Xia Mo berharap mereka bisa terus saling percaya karena di dunia hiburan sukar membedakan mana yang benar mana yang berita bohong.

Keesokan harinya di koran muncul berita bahwa Lou Xi tiba-tiba mengundurkan diri dari Zhan Qi. Xia Mo kaget melihat berita di koran. Dia langsung menelepon Lou Xi. Namun tiba-tiba dia batalkan. Zhen En juga panik. tapi Xia Mo lalu berpendapat bahwa jika keluar dari Zhan Qi membuat Lou Xi senang, Xia Mo akan membiarkannya.

Tuan Muda Ou Chen mendapat laporan bahwa jika Luo Xi keluar dari Zhan Qi akan sulit menemukan pemain pengganti yang sekaliber dan setenar Luo Xi. Dan bisa dikatakan perusahaan Ou mendapatkan kerugian di film ini. Ou Chen kemudian berencana menuntut ganti rugi kerugiannya pada Luo Xi. Dia menyelidiki kondisi keuangan Lou Xi.

Xia Ying Bo juga resah karena keputusan itu. Namun Luo Xi menghiburnya. Dan mereka tetap akan saling dukung. Luo Xi menunjukkan rencana drama berikutnya yang pernah direncanakan mereka. Mereka berdua senang dan bertekad kali ini memenangkan pertarungan dengan grup Hong Ou.
Management Xia Ying Bo lalu mengumumkan drama baru yang akan dibintangi Lou Xi berjudul "Prosperous Age", dan pemeran wanitanya adalah teman semanajemen lou Xi aktris tenar Shen Qiang. Mereka juga dikatakan pasangan ideal dalam drama.
Ou Juga tidak mau kalah dia juga mengumumkan akan mengeluarkan drama baru "Golden Dance" dan mereka sudah menetapkan bahwa pemeran utama wanitanya adalah dari menagement mereka Yin Xia Mo.

Zhen En cemas dengan pemberitaan itu, Xia Mo dan Luo Xi seperti sengaja di konfrontasikan karena ke duanya kebetulan di managemen yang berbeda.
"Mereka seperti memaksa kalian untuk putus!"

Kekisruhan tak berhenti sampai di sana. Tiba-tiba di media masa muncul berita bahwa Xia Mo berpaling pada tuan muda Ou Chen yang lebih kaya dan secara resmi telah putus dari Lou Xi.
Zhen En mulai takut Xia Mo akan diserang fans seperti dulu lagi. Xia Mo kaget mendengar berita itu dia menelepon Lou Xi namun Lou Xi yang juga membaca berita itu tiba-tiba meraa kesal dan tidak mau mengangkat telepon. Dia bahkan membanting teleponnya agar Xia Mo tidak terus menerus menghubunginya.

Xia Mo tak menyerah dia datang ke rumah Lou Xi. Dia mengetuk-ngetuk pintu. Namun Lou Xi tak sanggup membuka pintu,dia malah jongkok di dekat pintu dengan sedih dan kecewa.
Sayangnya tiba-tiba Xiao Cheng meng-sms Xia Mo. Dia yang mengkhawatirkan keamanan Xia Mo meminta kakaknya segera pulang. Xia Mo tidak pernah menolak dan tidak ingin membuat adiknya khawatir dia lalu pulang. Tiba-tiba pada saat yang sama,Lou Xi mulai memberanikan diri menemui Xia Mo. Dia lalu membuka pintu dan melihat keluar. Namun ternyata Xia Mo sudah tidak ada di sana.
Luo Xi kecewa "Xia Mo kau ini selalu datang semaumu dan juga pergi semaumu"
Nasib sepertinya berusaha memisahkan mereka hiks...

Tuan Muda ditawari oleh Xi Meng bahwa orang tuanya (padahal palsu) mengundangnya ke Perancis untuk rapat tahunan. Namun Ou Chen menolak dan meminta Xi Meng meggantikannya. Dia juga mengajak Xi Meng ke tepi pantai melihat yacht nya blue bubbles dia berkata telah ingat kembali masa lalunya dan ingat bahwa alasan dia meminta hadiah ulang tahun nya yang ke 15 itu.
Ou Chen sebenarnya tidak benar-benar ingin yacht hanya ingin mencaari perhatian orang tuanya,namun ternyata mereka langsung membelikannya tanpa peduli. Yang menjadikan Ou Chen lega hanya karena Xia Mo menyukai yacht itu dulu.
Tuan Muda iri pada Xia Mo yang saat ulang tahun orang tuanya membuatkannya kue dan nonton film bersama karena mereka perhatian dan sayang padanya.

Tuan Muda lalu meminta Xi Meng sekalian ke Perancis untuk cuti berlibur, dia ingin lepas sementara dari Xi Meng (udah ga percaya ma Xi Meng yg boongin dia terus). Tuan muda beralasan tidak mungkin ada karyawan tidak pernah cuti, tidak boleh ada karyawan yang diperlakukan seperti itu.

Lou Xi sudah memulai syuting drama terbarunya bersama Shen Qiang. Mood Lou Xi buruk dia tidak menyapa Shen Qiang seperti biasa. Namun Lou Xi menepati janjinya untuk membuatkan lagu buat Shen Qiang. tapi bukan lagu baru hanya lagu veri acapela dari Black Cat and Milk. Lagu kenangan masa lalunya dengan Xia Mo (lagu kesenangan apni rf nih dan lebih keren loh versi acapelanya).

Tuan Muda ulang tahun,management di kantor Xia Mo tahu tentang ultah tuan muda dan tahu kalau tuan muda suka nge-booking bioskop saat hari ulang tahunnya (pengen ngerasaain kyk Xia Mo ultah nonton bioskop, sedihnya Xia Mo biasa pergi ma ortunya). Management artis menyiapkan kejutan unuk menemani tuan muda nonton bisokop. Semua artis dibawah management dihubungi dan datang, hanya Xia Mo yang tidak bisa dihubungi. Saat masuk bioskop mereka memberikan kejutan dengan membawakan kue besar dan menyanyikan selamat ulang tahun. Namun bukannya terharu, tuan muda Ou Chen malah cemberut dan menatap dengan pandangan tak suka. Akhirnya mereka duduk di dua baris di belakang tuan muda dan menonton bersama. (garing banget cuma Ou Chen sendirian di depan, ga enak banget jd Ou Chen kesepian)
Xia Mo ternyata datang ke lokasi syuting Lou Xi. Saat itu Lou Xi dengan Shen Qiang sedang dirubung wartawan. Melihat Xia Mo wartawan langsung mengerubungi Xia Mo dan menanyakan hubungannya dengan tuan muda Ou Chen dan perpisahannya dengan Lou Xi. Xia Mo bingung. Lou Xi buru-buru menghampiri Xia Mo , mencium kening Xia Mo dan mengklarifikasi bahwa hubungan mereka baik-baik saja (walau sebenernya Lou xi juga cemas terus).
Shen Qiang melihat mereka dengan cemburu.
Xia Mo lalu ikut masuk ke caravan Lou Xi. Dia meliha artikel di koran yang berisi fotonya saat mengantar Ou Chen ke rumah sakit malam itu.
"Oh jadi hanya karena berita-berita ini kamu tidak pernah menghubungiku", kata Xia Mo memancing Lou Xi bicara.
Xia Mo telah membawakan ptotongan buah untuk lou Xi dan membawakan sushi buatannya untuk di makan kekasihnya di sela-sela syuting. Baik banget Xia Mo, sushinya bentuknya lucu-lucu lagi.
Lou Xi berkata dia cemas jika dia memakan sushi ini sampai habis, Xia Mo akan pergi darinya. Dia lalu menceritakan bahwa dahulu ada orang yang memberikan esktrim yang bear dan enak, namun setelah itu dia meninggalkannya (ibunya dulu ninggalin Lou Xi di taman bermain)
"Aku jadi merasa setelah aku dalam puncak kebahagiannya, berikutnya datanglah mimpi buruk", kata Lou Xi sendu
Xia Mo memeluk Lou Xi dan berkata dia tidak akan meninggalkan Lou Xi.
Lou Xi kembali menyinggung soal perjanjian apa yang dilakukan Xia Mo dengan Ou Chen. Xia Mo kembali menengaskan bahwa tidak ada deal apapun atara dia dengan Ou Chen.
"Tapi kau langsung menerima peranmu di drama terbaru Ou khan?", desak Lou Xi
Xia Mo menjelaskan dia hanya ingin Ou Chen tidak menyakiti Lou Xi.
"Tapi kau menemui dia khan?"
"Aku khan satu perusahaan tidak mungkin aku menghindar bertemu dengannya", Xia Mo membela diri.
"Apa kamu lupa aku khan pernah memintamu untuk tidak menemui dia"

Lalu flashback adegan manis saat Lou Xi akan pergi ke Jepang. Lou Xi pernah meminta jika pun Xia Mo berpapasan dngan Ou Chen, lebih baik menghindar dan jangan bicara padanya.
Xia Mo tersentak dia merasa kecolongan. Xia Mo ingin Lou Xi mempercayainya. Namun Lou Xi berkata sambil berkaca-kaca bahwa dia sudah tidak percaya. Dia sekarang justru malah teringat perkataan Xia Mo dulu yang melarangnya mencintai Xia Mo karena Xia Mo hanya ingin sukses.
(ya nasib ya nasib...kasian liatnya.., yang satu pengen mantanya jangan nyakitin cowoknya, yang satu ga mau cewenya ketemu/minta tolong ma mantan pacarnya sekaligus saingannya)
Lou Xi lalu pergi syuting, meninggalkan Xia Mo yang tiba-tiba merasa bersalah dan putus asa.
Setelah nonton bareng, managemen agensi berinsiatif memberikan rangkaian bunga selamat ulang tahun. Namun itu juga ditolak oleh tuan Muda. Semua orang lalu meninggalkan tuan muda sendirian
Saat sendiri Ou Chen melihat seolah-olah Ou Chen kecil menyindirnya.
"Ou Chen kau akan kesepian sendirian untuk selamanya"
Ou Chen menyeringai sambil menangis, mengejek dirinya sendiri yang bernasib malang (padahal anak buahnya di agensi berusaha menghibur dan nemenin tapi Ou Chen menutup diri, hanya mau Xia Mo dan ortunya).

Xia Mo diberitahu Zhen En bahwa tuan muda berulang tahun. Xia Mo ditanya apa mau menyalami Ou Chen sebagai bosnya. Xia Mo sempat berpikir dan kemudian menjawab "Tak perlu, pasti sudah banyak teman-teman dari agensi yang menemani dan memberinya selamat"(setia ama Lou Xi nih)

Sakit Xiao Cheng sebenarnya parah, namun dia selalu menyembunyikan dari Xia Mo, dan tidak mau mengajak Xia Mo menemui dokternya di rumah sakit, padahal dokter ingin bertemu Xia Mo sebagai wali Xiao Cheng. Pendengarannya pun tambah parah. Xiao cheng berkata pada Zhen En bahwa dia mungkin tidak bisa mendengar suara Xia Mo jika nantin Xia mo mengeluarkan album ke 2nya.

Luo Xi sepeninggalan Xia Mo masih merasa gelisah di caravannya. Dia hanya termenung sedih sambil memegang wadah sushi yang tadi diberikan Xia Mo untuknya. Xia Ge aka Xia Yin Bo datang bersama Shen Qiang berusaha menghiburnya dan mengajak keduanya bersantai dan minum ke bar.
Sore itu Xia Mo pulang ke rumahnya. Dia terkejut menyaksika adiknya Xiao Cheng pingsan.
Di rumah sakit dia kembali syok mendengar penuturan dokter bahwa adiknya sebenarnya sakit parah pendengarannya bertambah lemah karena benturan setangah tahun belakang ini.
Xia Mo ingat dia pernah menampar adiknya setangah tahun lalu. Ginjalnya juga sangat lemah dan hanya bisa ditolong dengan transplantasi ginjal. Mencari donornya akan sulit karena golongan darah adiknya B dengan rhesus negatif.

Malam itu Luo Xi masih menderita karena hubungannya yang sedang merenggang dengan Xia Mo. Dia banyak minum di klub malam. Xia Ge juga tidak bisa menghiburnya. Dia melihat penyanyi di klab namun yang dia bayangkan hanya Xia Mo yang tengah bernyanyi. Dia tersenyum saat terbayangg Xia Mo.
Dia memandangnya sangat lama dan cemberut ketika sadar penyanyi itu bukan Xia Mo. Shen Qiang datang mendekati, berusaha menghibur juga merayu Lou Xi (ih sebel lihat Luo Xi dipeluk-peluk Shen Qiang). Shen Qiang sudah menyukai Lou Xi sejak lama dan merasa dia selama ini yang menemani Lou Xi tapi Lou Xi tidak mau melihatnya.
"Kamu putus saja dengan Xia Mo jika dengannya kau tidak bahagia dan menderita begini"
"Kita tidak akan pernah putus!", kata Luo Xi marah
Shen Qiang berkata dia mencintai Luo Xi jauh lebih besar dari Xia Mo, apalagi Xia Mo itu cuma pernah singgah sebentar dalam hidup Luo Xi. Shen Qiang lalu berusaha membuktikan cintanya dengan tiba-tiba mencium Luo Xi di tempat umum. Luo Xi marah dan berusaha melepaskan diri dari Shen Qiang. Shen Qiang berkata bahwa dia tak peduli dengan tanggapan publik, dan Xia Mo tidak mungkin mau melakukan hal ini. Luo Xi tetap marah dan pergi meninggalkan bar.

Pada saat yang sama Xia Mo malam itu sibuk di rumah sakit. Namun di depan adiknya dia berusaha tidak memperlihatkan kekhawatirannya. Adiknya juga berusaha berkata bahwa dia baik-baik aja hanya demam biasa.
Keesokan harinya berita tentang ciuman Luo Xi dan Shen Qiang muncul di media masa. Xia Mo dan adiknya tak sengaja melihat berita itu saat koran yang dibawa Zhen En terjatuh dari kantongnya. Xia Mo langsung terdiam beberapa saat. Tapi Xia Mo berusaha menyembunyikan kegalauannya di depan adiknya. Adiknya meminta Xia Mo menelepon Lou Xi saja karena sejak di rumah sakit Xia Mo tidak pernah mengaktifkan HPnya. Namun kemudian ada dokter yang memanggilnya dia urung menelepon dan meninggalkan hpnya di kamar.

Lou Xi pada saaat yang sama tambah merasa cemas dengan beritanya dengan Shen Qiang. Dia gelisah sambil memegang Hpnya menunggu telepon dari Xia Mo. Pan Nam yang sedang bersamanya berkata mungkin Xia Mo juga menunggu telepon dari Lou Xi. Lou Xi akhirnya meneleponnya tapi dia kecewa karena Hp Xia Mo tidak aktif.
Xia Mo lalu berbicara pada Zhen En, dia meminta tolong Zhen En agar bicara pada managemen agensi bahwa dia mundur dari drama Golden Dance. Zhen En akan membantunya karena Xia Mo pun harus menunggui adiknya di rumah sakit. Xia Mo juga tidak mau menyakiti Luo Xi lagi dengan menjadi alat Ou chen untuk menyaingi Luo Xi.

Zhen En lalu menghadap managemen dan tuan Muda bahwa Xia Mo akan mundur. Zhen En berusaha meyakinkan tuan muda bahwa alasan Xia Mo ini bukan tentang masalah pribadi tapi kerena benar adiknya sakit.
Tuan Muda lalu menyuruh anak buahnya menyelidiki sakitnya Yin Cheng aka Xiao Cheng. Dari penyelidikan anak buahnya akhirnya ou chen tahu bahwa adiknya sakit parah dan butuh donor ginjal segera. begitu melihat data fisik Xiao Cheng, Ou Chen kaget melihat golongan darahnya (sepertinya golongan darah mereka cocok)

Beberapa lama kemudian, dokter memanggil Xia Mo karena mereka telah menemukan orang yang cocok untuk Xiao Cheng. Xia Mo tekejut melihat orang itu adalah Ou Chen.
Keesokan harinya Xia Mo langsung menemui Ou Chen di kantornya.

Ou Chen merasa di atas angin sekarang, dan merasa Xia Mo yang terlalu pede akan berunding dengannya untuk mendapatkan ginjalnya.
"Apa kau pikir aku masih menyukaimu dan kau masih berharga?"
"Aku akan mau menerima syarat apapun, aku mau menandatangi uang dan kontrak seberapa banyakpun, termasuk jika kau ingin aku bermain lagi di Golden Dance"
"Memang kau tega bersaing dengan Luo Xi?"
"Dia bisa mengerti dan saya kira dia tidak berkeberatan", jawaba Xia Mo
Ou Chen tidak puas "Lalu syarat apa yang bisa membuat Luo Xi keberatan ya", tantang Ou Chen
Ou Chen lalu mendekati Xia Mo dan akan menciumnya. Xia Mo marah dalam hatinya dan begitu Ou Chen tepat akan menciumnya Xia Mo berpaling.
"Syarat ini saja kau tak sanggup", tantang Ou Chen
"Apa cuma ini syaratnya?", tanya Xia Mo. Ou Chen mengangguk. Xia Mo lalu terpaksa maju, mendekati Ou Chen dan mau menciumnya. Namun tiba-tiba HP Xia Mo berbunyi, Luo Xi meneleponnya. Walau ragu Xia Mo terpaksa mematikan HPnya (Luo Xi pasti kecewa tuh)

Tapi kemudian Xia Mo sadar bahwa jika dia mencium Ou Chen pun belum tentu Ou Chen mau mendonorkan ginjalnya buat adiknya. Xia Mo juga sadar pasti Ou Chen begitu tau adiknya sakit dan butuh donor, dia baru check up ke rumah sakit dan menunggu Xia Mo datang memohon padanya.
"Kau memang pintar", kata Ou Chen. Ou Chen lalu menantang apa Xia Mo sanggup ke sisinya, bahkan tidur bersamanya.
"karena kau mau mendonorkan ginjalmu, sepertinya permintaan itu cukup adil", tantang Xia Mo
Ou chen malah balik kesal, dia tahu Xia mo rela melakukan apapun untuk adiknya.
"Aku sebenarnya memanggilmu ke sini agar bisa mengatakan padamu bahwa apapun yang kau lakukan aku tetap tidak mau memberikannya!"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar