Sabtu, 04 September 2010

Romance In The White House (Episode 19)


Sebelum perang dimulai, Yin Tong meminta Yang Lan untuk menemuinya dan mengatakan bahwa meski status mereka adalah kakak-adik, namun gadis itu tetap nomor satu dihatinya. Tidak hanya itu, ia juga berharap Yang Lan mau kembali ke rumah putih.

Tekad Dong Jun Xiang untuk menarik proyek Paru-paru Kota rupanya tidak main-main, Hu Kai yang tidak mampu membujuk menemui Pei Shan untuk mendiskusikan kemungkinan melakukan tuntutan. Di saat yang bersamaan muncul Shi Rong dan Pony yang baru pulang dari luar negeri,

Sudah tentu Pony sangat bahagia karena bisa bersama Hu Kai lagi, namun belakangan dari pembicaraan Shi Rong dan Pei Shan ia tahu kenapa pemuda yang dicintainya itu belakangan bersikap acuh : Hu Kai berniat memacari Yang Lan. Hati gadis itu langsung hancur, apalagi Hu Kai dengan dingin terang-terangan menyebut tidak bisa mencintai gadis itu lagi.

Di rumah, Yang Xin terkejut melihat mimisan Yang Lan kambuh, saat mencari obat ia menemukan sebuah kotak berisi beberapa butir tablet. Akhirnya ketahuan bahwa sejak kembali dari Amerika Yang Lan tidak pernah memakan obatnya, ia didesak untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Dalam keadaan kalut, Pony tertabrak mobil dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ketika dijenguk Hu Kai, ia menyebut telah memberi hadiah terakhir pada pria itu berupa daftar nama dewan kota yang bisa didekati untuk memuluskan langkah proyek. Dasar masih cinta, Pony kembali mengatakan bahwa ia bakal setia menunggu Hu Kai sampai kapanpun.

Hasil pemeriksaan laboratorium akhirnya keluar : penyakit Yang Lan telah memasuki stadium akhir dan kalau tidak diobati, gadis itu tidak akan bertahan sampai musim semi. Meminta dokter merahasiakan hal tersebut dari siapapun, Yang Lan meneruskan rencananya bersama Yang Xin yaitu mengajak ayahnya menemui Profesor Li untuk menjernihkan soal ayah Yin Tong yang sebenarnya.

Ketika dikonfrontir, Shi Rong membantah Yin Tong adalah anaknya karena di masa lalu ia tidak pernah sekalipun melakukan hubungan intim dengan Tong Lei ibu pria itu. Setelah dirunut, Profesor Li dan dirinya curiga bahwa seorang pria lain bermarga Yan-lah yang merupakan ayah kandung Yin Tong sebenarnya.

Setelah semua kebenaran terungkap, Yang Lan merasa sangat sedih karena penyakitnya yang bertambah parah membuat kemungkinannya menghabiskan banyak waktu bersama Yin Tong makin kecil. Dengan cepat ia membuka kotak tempat menyimpan butiran tablet obat dan berusaha memakan semuanya, berharap dengan melakukan itu penyakitnya bisa sembuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar