Sabtu, 04 September 2010

Darah Garuda (Merah Putih II)


Darah Garuda Film Nasionalis, Berasa Hollywood

DARAH GARUDA: MERAH PUTIH, bisa jadi salah satu film paling ditunggu pada 2010. Layaknya film sekuel, cerita kedua memiliki intrik lebih kental. Penokohan dan perkenalan masing-masing karakter tidak memakan waktu banyak saat film ini dimulai.

Film DARAH GARUDA menyuguhkan adegan-adegan laga yang lebih besar, konflik dramatis yang lebih dalam, intrik dengan kejutan tak terduga, pengkhianatan, dan spionase. Akting aktor kawakan Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, T Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin dan Rudy Wowor diikuti juga oleh Atiqah Hashiholan, Ario Bayu, Alex Komang dan bintang anak Aldy Zulfikar, membuat film ini berkarakter sejak awal.

DARAH GARUDA mempertajam pesan bahwa kemerdekaan menjadi cita-cita semua orang dari usia, gender, agama, kelas sosial dan etnis berbeda justru bersatu, perempuan dan anak-anak, tua dan muda, Muslim dan Kristen, Hindu maupun agama lain dan berbagai suku. Kelompok heroik para kadet yang menjadi tentara gerilya pada tahun 1947, yang selamat pada pertempuran MERAH PUTIH, terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama. Mereka seolah kehilangan pegangan dan tugas ketika pasukan induk tak selamat.

Akhirnya para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman. Dari sinilah mereka kembali mendapat tugas, menghancurkan lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947.

Tak hanya dengan prajurit Belanda, mereka bertemu dengan kelompok bgerilya lain dari separatis Islam. Mereka ditawan antara menjadi sekutu atau musuh. Dikepung oleh musuh yang mengelilingi, baik musuh dari luar maupun dari dalam, para pahlawan ini harus bersatu dan saling percaya karena mereka berjuang melawan intrik, perkelahian jarak dekat, pengkhianatan dan kekuasaan luar biasa sebuah maha kekaisaran Eropa, demi mengejar satu tujuan: Kemerdekaan.

Disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn, DARAH GARUDA memberikan efek dan detail penggambaran yang memuaskan. Ada adegan slow motion dimana semua kadet berjalan beriringan, mengingatkan semangat heroik dalam film THE ARMAGEDON. Tingkah Darius yang memainkan tokoh keturunan Belanda pengecut saat di medan perang, membaca humor segar di tengah ketegangan cerita.

Sama dengan film sekuel pertamanya, MERAH PUTIH, DARAH GARUDA juga digarap oleh ahli perfilman hollywood. Jadilah film ini film blesteran Indo yang apik. Skenario film ini menyuguhkan klimaks yang sangat panjang, namun masuk akal. Taktik perang dan masing-masing adegan terhubung dengan baik sehingga penonton seolah diajak ikut merasakan debar perperangan dan penantian pada titik kemenangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar