Jumat, 03 September 2010

Jejoongwon (Episode 21)

Hwang Jung melihat seseorang sedang dipukuli dan maju untuk melihat. Tiba-tiba Gwak muncul dan menariknya.

"Dr. Heron ingin kau cepat kesana!" kata Gwak.

"Tapi orang itu..."

"Dia bilang ini darurat! Cepat!" paksa Gwak.

Ma Dang Gae dipukuli oleh orang-orang. "Maafkan aku! Aku seharusnya mati saja!" katanya.

"Aku tidak percaya bahwa aku harus mengotori mataku dengan melihatmu di pagi hari!" seru seorang menghina. Ia meludahi Ma Dang Gae. "Ayo pergi!"

Ma Dang Gae mencoba berdiri dengan bantuan tongkatnya. Bari berjalan beberapa langkah, Do Yang datang. Ma Dang Gae bergegas bersujud dihadapannya. "Tuan!"

"Kau mengatakan padaku bahwa namamu Ma Dang Gae?" tanya Do Yang. Ia teringat foto Ma Dang Gae yang diberikan pada Hwang Jung.

"Ya, benar." kata Ma Dang Gae. "Nona Seok Ran memintaku datang kemari untuk mendapat pengobatan."

Gwak keluar. "Kenapa di luar ribut sekali?" keluhnya.

"Lee Gwak!" panggil Do Yang. "Aku ingin membawanya masuk."

Gwak melihat Ma Dang Gae yang sedang terduduk di tanah. "Apa?"

"Kakinya terluka dan ia butuh pengobatan." kata Do Yang.

"Tapi rumah sakit sedang ada..." Gwak berusaha menolak.

"Pria ini menolong kita dengan vaksin cacar." kata Do Yang. "Bawa dia masuk dulu dan kemudian obati dia setelah operasi selesai."

Gwak ragu.

"Ikut denganku." kata Do Yang.

"Terima kasih! Terima kasih!" ujar Ma Dang Gae.

Hwang Jung berada dikantor Dr. Heron untuk mencari-cari sesuatu. Seok Ran datang dan membantunya.

"Tuan Hwang, apakah kau gugup?" tanya Seok Ran, yang dengan mudah bisa menemukan benda yang dicari sementara Hwang Jung tidak bisa menemukannya.

"Y..ya.. Aku gugup karena kau melihatku." kata Hwang Jung malu-malu.

Seok Ran tertawa, "Kau akan mendampingi operasi sebagai murid terbaik. Jangan gugup."

Hwang Jung menarik napas. "Ya, aku sedikit gugup." katanya. "AKu tidak pernahh berdiri di depan penonton sebelumnya."

"Ini hari pertamamu sebagai dokter muda, jadi kau harus memulainya dengan baik." kata Seok Ran. "Jika kau sudah bisa menjadi dokter yang sebenarnya, ayo kita temui Dr. Allen bersama. Kau bilang Dr. Allen meminta kita pergi ke Amerika, bukan?"

"Ya."

"Kau tahu dimana dia?" tanya Seok Ran.

"Tidak."

Seok Ran mengambil sebuah globe dan mencari letak Amerika. "Disini. Dr. Allen ada di sini."

"Oh.. Lalu dimana Korea?" tanya Hwang Jung.

"Korea.. ada di sini." tunjuk Seok Ran.

Hwang Jung juga ikut menunjuk. Tidak sengaja jarinya tersentuh jari Seok Ran.

Seok Ran tersipu. "Ada aliran listrik..." katanya pelan.

"Ya." ujar Hwang Jung.

Seok Ran menunjuk Amerika. "Kita akan pergi kesana bersama, bukan? Kau janji?"

"Tentu." jawab Hwang Jung.

Hwang Jung menjelaskan mengenai prosedur operasi katarak pada seluruh tamu dan murid Jejoongwon. Seok Ran menjadi penerjemahnya.

Do Yang membawa Ma Dang Gae ke dalam Jejongwon dan bertanya siapa yang memotret Ma Dang Gae. Ma Dang Gae menjawab orang Jepang.

Do Yang meminta Gwak menjaga Ma Dang Gae sementara ia ingin pergi melihat operasi.

Gwak menyuruh Ma Dang Gae segera pergi. Dengan terseok-seok, Ma Dang Gae mencoba berjalan, namun tiba-tiba ia terjatuh.

"Paman! Separah apa kakimu?" tanya Gwak cemas.

Dr. Heron mengoperasi Nenek dengan bantuan Seok Ran dan Hwang Jung.

Gwak diam-diam masuk dan mencari Nang Rang untuk mengobati kaki Ma Dang Gae.

"Ya Tuhan! Kakinya busuk!" seru Nang Rang ketakutan. "Aku harus memanggil Direktur."

Gwak menahan Nang Rang. Saat itu Dr. Heron sedang melakukan operasi. "Apa yang harus kulakukan?" gumam Gwak.

"Lebih baik aku pergi." kata Ma Dang Gae. "Aku akan datang lain waktu."

Ma Dang Gae berusaha berdiri, namun iba-tiba terjatuh.

Dr. Heron melakukan operasi. Para penonton melihat dengan tegang.

"Operasi sudah selesai." kata Dr. Heron.

Hwang Jung menutup mata Nenek dengan perban.

Setelah operasi, saatnya konferensi pers (atau semacamnya). Min Young Ik baru datang.

"Aku dari surat kabat Dong Yo." kata seseorang. "Aku punya pertanyaan. Asisten dan penerjemah sangat mengesankan. Tolong perkenalkan mereka."

"Tuan Hwang Jung adalah dokter pelatihan di Jejoongwon." kata Dr. Heron memperkenalkan. "Setelah menyelesaikan pemeriksaan medisnya, dia mendapat kehormatan untuk melakukan operasi hari ini sebagai murid terbaik."

Do Yang melirik dengan pandangan kesal dan iri.

Semua orang bertepuk tangan.

"Dan yang sebelah sana adalah Nona Seok Ran." kata Dr. Heron."Ia bekerja di Jejoongwon sebagai penerjemah sekaligus sebagai murid ginekologi dibawah Dr. Horton."

Dr. Horton menambahkan, "Nona Seok Ran belajar denganku agar bisa menjadi dokter ginekologi. Di masa depan, ia akan mengajar department Ginekologi di Jejoongwon."

Semua orang bertepuk tangan.

Dr. Horton berbisik pada Young Ik. "Mereka sudah bertunangan." bisiknya. "Bukankah cincin itu cantik?"

"Benarkah?!" seru Young Ik.

Do Yang mendengar Dr. Horton dan melihat ke jari tangan Seok Ran.

Para tamu berjalan pulang. Do Yang mengejar Watanabe. "Tolong beritahu aku alasan kau mengirim foto pada Tuan Hwang." katanya memaksa.

"Aku penasaran... apakah foto itu punya kaki dan berjalan kemari?" tanya Watanabe.

"Tolong katakan yang sebenarnya." pinta Do Yang.

"Aku akan mengatakan yang sebenarnya." ujar Watanabe. "Pria di foto itu adalah ayah Hwang Jung. Itu artinya Hwang Jung adalah seorang tukang jagal."

Do Yang tertawa. "Watanabe, apa kau sedang bergurau?"

"Aku tahu kau tidak akan percaya. Tapi kadang-kadang, cerita yang luar biasa adalah sebuah kenyataan."

Do Yang merasa tidak percaya, namun begitu mengingat-ingat semua kemampuan yang dimiliki Hwang Jung, rasanya hal itu tidak mustahil.

Mengetahui bahwa seorang tukang jagal dirawat di Jejoongwon, para pasien protes dan mengusir Ma Dang Gae. Mereka menutup hidung karena badan Ma Dang Gae sangat bau.

Kyu Hyun datang ke kamar pasien dan mengusir Ma Dang Gae. "Pergi dari sini!" teriaknya.

Gwak membantu Ma Dang Gae berjalan. Disaat yang sama, Dr. Heron, Seok Ran dan Hwang Jung berjalan lewat untuk mengantarkan pada tamu.

Hwang Jung terdiam melihat ayahnya.

Ma Dang Gae mengusap matanya ketika melihat Hwang Jung. Ia menangis. "So... So..."

"Tuan!" potong Gwak.

"Gwak, siapa pria ini?" tanya Dr. Heron.

"Ini pasien. Kami baru saja akan mengobainya." kata Gwak.

"Tidak, aku baik-baik saja sekarang." kata Ma Dang Gae. "Aku sudah menggunakan obat oleh yang kalian berikan dan ketika bangun, aku sudah sehat."

Hwang Jung hanya diam saja melihat ayahnya.

Ma Dang Gae berdiri dan melewati mereka.

"Tunggu." kata Hwang Jung.

"Maksudmu aku, Tuan?" tanya Ma Dang Gae.

"Jika kau sudah datang ke rumah sakit, maka kau harus mendapatkan pengobatan sebelum pergi." kata Hwang Jung tanpa menoleh.

Ma Dang Gae menangis. "Tidak. Aku baik-baik saja. Aku akan pergi sekarang."

"Kakimu... Kakimu terluka, bukan?" tanyanya.

"Tidak." jawab Ma Dang Gae.

"Lee Gwak!" panggil Dr. Heron. "Bawa pasien ini ke ruang pengobatan. Setelah para tamu pergi, aku akan mengobatinya."

Seok Ran diam, melihat Hwang Jung dengan mata berkaca-kaca.

Do Yang menatap kejadian itu, masih bertanya-tanya. "Tukang jagal?"

Hwang Jung pergi ke perpustakaan untuk mengambil buku. Karena tangannya gemetaran, buku-buku yang diambilnya terjatuh ke lantai. Seok Ran masuk dan menggenggam tangannya untuk menenangkan.

"Dr. Heron mencarimu." kata Seok Ran. "Ia ingin kau mengobati pasien."

"Mengobati?" tanya Hwang Jung.

"Ia ingin kau melihat pasien pertamamu sebagai dokter pelatihan." kata Seok Ran.

"Pasien pertamaku?"

"Ya. Tapi... pasien pertamamu..." Seok Ran berkata sedih.

"Ayahku?" tanya Hwang Jung. "Ayahku, bukan?"

"Jika itu terlalu sulit, tetaplah disini." kata Seok Ran. "Aku akan mencari alasan pada Direktur."

Hwang Jung tersenyum dan menggeleng.

Hwang Jung dan Seok Ran pergi ke ruang pengobatan. Dr. Heron, Do Yang, dan Nang Rang juga ada disana.

Nang Rang membuka balutan kain di kaki Ma Dang Gae.

"Bagaimana ini terjadi?" tanya Hwang Jung dengan kaku.

"Beberapa saat yang lalu, aku mennginjak sebuah paku." kata Ma Dang Gae. "Dan kakiku menjadi seperti ini."

"Itu adalah infeksi cutis vera." kata Hwang Jung. "Kenapa kau tidak datang kemari lebih awal?"

"Kupikir akan sembuh jika aku memberi ludah." jawab Ma Dang Gae.

"Apakah kau banyak minum-minum?" tanya Hwang Jung.

"Ya. Istriku sudah meninggal dan putraku..." Ma Dang Gae menoleh sedikit pada Hwang Jung.

"Katakan padaku bila merasa sakit." kata Hwang Jung. Ia menyentuh kaki Ma Dang Gae.

"Apakah sakit?" tanya Seok Ran.

"Aku... aku tidak merasakan apapun." jawab Ma Dang Gae.

Hwang Jung menyentuh kaki Ma Dang Gae sedikit ke atas, namun ia tidak juga merasakan sakit. Makin ke atas, akhirnya di sekitar betis/dibawah lutut, Ma Dang Gae merasa sakit.

Dr. Heron, Hwang Jung, Do Yang dan Seok Ran berunding.

"Infeksinya sudah sampai ke wilayah ini." kata Dr. Heron, menunjuk ke gambar di buku. "Kakinya harus diamputasi."

"Apa yang akan terjadi bila kita tidak mengamputasi kakinya?" tanya Seok Ran.

"Melihat kondisi pasien, ia bisa mati karena sepsis." jawab Do Yang. "Lebih lama kita menunda, maka bagian kaki yang diamputasi akan semakin banyak."

"Benar." kata Dr. Heron. "Kita harus memberitahu pasien dan membujuknya agar diamputasi besok." Dr Heron meminta Hwang Jung membujuk pasien untuk mengamputasi kakinya.

Ma Dang Gae bertanya pada Nang Rang, siapa pria yang menyentuh kakinya.

"Dia adalah dokter pelatihan disini." jawab Nang Rang. "Dia adalah murid terbaik di kelas."

"Terbaik?" tanya Ma Dang Gae, terkejut,

"Ya. Dia tampan dan baik hati." ujar Nang Rang kagum. "Ia mengobatiku dari cacar dan mengajariku bagaimana membaca dan menulis. Dia bahkan mengatakan bahwa aku akan menjadi perawat yang hebat!"

"Pria yang luar biasa!" kata Ma Dang Gae, menangis.

"Benar! Jejoongwon tidak akan bisa bertahan tanpanya." ujar Nang Rang menanggapi.

Ma Dang Gae meminta izin pada Nang Rang untuk pergi ke toilet, namun Ma Dang Gae tidak kembali.

Nang Rang menjadi cemas dan melapor pada Dr. Heron. Hwang Jung bergegas berlari mengejar ayahnya.

Hwang Jung mengajak Ma Dang Gae kembali ke Jejoongwon, tapi Ma Dang Gae menolak.

"Aku harus menghilang agar kau bisa tetap menjadi dirimu yang sekarang." kata Ma Dang Gae. "Kau bisa menjadi dokter. Aku akan baik-baik saja." Ma Dang Gae menyentuh tangan Hwang Jung untuk menenangkan.

Ma Dang Gae mencoba berdiri, namun terjatuh lagi.

"Ayah!"

Hwang Jung membawa Ma Dang Gae kembali ke Jejoongwon.

"Ini penyakit yang serius." kata Dr. Heron.

"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Ma Dang Gae.

"Kakimu harus dipotong dibawah lutut." kata Hwang Jung menjelaskan.

"Memotong kakiku?" tanya Ma Dang Gae terkejut.

"Jika tidak, kau akan kehilangan nyawamu." kata Do Yang. "Kita harus melakukannya dengan cepat."

"Maafkan aku bertanya seperti ini, tapi... aku pasti akan kehilangan salah satunya? Kakiku atau nyawaku?" tanya Ma Dang Gae. Ia tertawa pahit.

"Tolong lakukan operasi." kata Seok Ran membujuk. "Dengan begitu kau akan hidup."

"Apa artinya kami hidup tanpa kaki kami?" gumam Ma Dang Dae. "Hidupku juga tidak akan lama lagi. Lagipula, tanpa kaki, bagaimana aku akan berjalan di dunia yang lain? Aku kemari hanya ingin meminta obat oles."

"Kau akan mati jika tidak dioperasi!" teriak Hwang Jung. "Lakukan operasi!"

Seok Ran menangis.

"Tolong... tolong dengarkan kami!" teriak Hwang Jung. "Kau harus hidup!"

"Tuan, aku telah mengalami banyak kepahitan dalam hatiku... bahkan aku tidak sanggup mati." ujar Ma Dang Gae. "Tapi sekarang.. tapi sekarang aku bisa mati dengan tenang."

Hwang Jung menangis. "Tolong... tolong dengarkan aku.."

"Tuan Hwang, sudah cukup." ujar Dr. Heron. "Tidak ada lagi yang bisa kita katakan padanya." Ia berpalinng pada Ma Dang Gae. "Kami harus bicara dengan keluargamu. Dimana keluargamu? Kami akan mengirim orang untuk menjemput keluargamu."

"Tuan, aku tidak punya keluarga." jawab Ma Dang Gae. "Istriku mati karena nanah di paru-parunya dan putraku... putraku mati karena tertembak dan tenggelam. Maafkan aku karena sudah menyusahkan karena datang kemari. Aku tidak akan datang lagi."

Hwang Jung menyentuh dadanya dan menangis.

Ma Dang Gae turun dari ranjang dan berdiri dengan bantuan tongkatnya. "Disini tempat yang baik. Aku berharap kau bisa menjadi seorang dokter yang hebat."

Baru beberapa langkah berjalan, Ma Dang Gae terjatuh.

"Ayah!" teriak Hwang Jung dengan spontan, berlari menolong Ma Dang Gae. "Dia adalah ayahku! Aku anaknya dan aku setuju untuk melakukan operasi! Tolong selamatkan nyawanya!" Hwang Jung bersujud pada Dr. Heron.

Seok Ran menangis.

"Bagaimana mungkin aku adalah ayahmu?!" seru Ma Dang Gae. "Aku bukan ayahnya!"

"Tidak.. ayah..." tangis Hwang Jung.

Je Wook mencuri dengar pembicaraan mereka.

Min Young Ik melaporkan jalannya operasi pada Raja dan Ratu.

"Pasti Heron yang melakukan operasi." kata Ratu.

"Benar." jawab Young Ik. Ia menambahkan. "Dan dia melakukannya bersama dengan dokter pelatihan yang lulus ujian dengan nilai tertinggi."

"Benarkah?" tanya Raja kagum. "Pria itu akan menjadi pilar kedokteran Korea! Aku harus bertemu dengannya!"

"Kau telah berbohong padaku dan para semua orang disekitarmu." kata Dr. Heron, bicara berdua dengan Hwang Jung. "Aku kecewa padamu, Tuan Hwang. Kenapa kau lakukan ini? Kau bahkan menyebabkan ayahmu menderita. Kenapa kau lakukan ini?"

"Semuanya salahku." kata Hwang Jung. "Aku akan menerima hukumannya. Tapi ayahku... Tolong izinkan ayahku dioperasi. Direktur, aku mohon padamu!"

Di perpustakaan, Seok Ran bersama dengan Do Yang.

"Apakah menurutmu Direktur akan mengobatinya?" tanya Seok Ran cemas.

"Tentu saja." jawab Do Yang. "Ia tidak akan meninggalkan pasien." Do Yang melihat cincin yang dikenakan Seok Ran.

"Maafkan aku." ujar Seok Ran.

"Untuk apa kau minta maaf?"

"Aku hanya ingin minta maaf padamu atas nama Tuan Hwang." ujar Seok Ran, meneteskan air mata.

"Dia berbohong padamu sejak awal!" seru Do Yang. "Kau terjebak dalam kebohongannya! Itulah yang mambuatku merasa sangat marah!"

"Ia tidak pernah berbohong padaku." kata Seok Ran.

"Apa maksudmu?"

Seok Ran berkata pelan. "Aku tahu.. Aku tahu segalanya.. Tolong jangan salahkan dia. Dia bukan orang jahat."

Do Yang terpukul mendengarnya. Itu artinya, Seok Ran memang benar-benar mencintai Hwang Jung apapun statusnya.

Young Ik datang ke Jejoongwon saat Hwang Jung hendak dibawa ke kantor polisi. Kyu Hyun menyuruh polisi membawa Hwang Jung, tapi Chung Hwan kelihatan tidak senang.

Nang Rang memanggil Dr. Heron karena Ma Dang Gae kelihatan sangat sakit.

Dr. Heron memeriksa Ma Dang Gae.

"Jadi pria ini adalah ayah Tuan Hwang?" tanya Young Ik.

"Nang Rang, panggil Tuan Hwang." kata Dr. Heron.

"Kita akan mendiskusikan mengenai masalah Hwang Jung setelah operasi." saran Chung Hwan. Sepertinya ia merasa berhutang budi pada Hwang Jung karena Hwang Jung menolongnya.

"Aku setuju." kata Young Ik.

Gwak dan Hwang Jung diikat dan dikurung dalam sebuah ruangan. Ui Saeng dan temannya berjaga. Dr. Horton membantu Seok Ran untuk masuk.

Seok Ran menemui Hwang Jung. "Apakah kau terluka?" tanyanya cemas.

"Tidak." jawab Hwang Jung. "Saat pertama kali kau menyelamatkan aku, aku berencana pergi ke Cing. Tapi sekarang semuanya sudah terlambat."

"Belum terlambat." kata Seok Ran. "Ayo kita pergi bersama. Ayo pergi ke Amerika atau ke Cing. Kemana saja. Kau kenal aku, bukan? Aku tidak akan diam saja tanpa melakukan apa-apa. Aku akan mencari cara."

Hwang Jung tersenyum. "Nona, kuharap kau tidak akan melakukan itu. Dengarkan aku baik-baik. Jangan lakukan apapun."

Seok Ran menangis. "Kenapa?"

"Jika kau membebaskan aku lagi, maka kau akan berada dalam bahaya." kata Hwang Jung. "Tolonglah.. ini permintaan terakhirku."

Tuan Yoo menjemput Seok Ran pulang. Seok Ran memohon ayahnya untuk menolong Hwang Jung, tapi Tuan Yoo menolak dan memaksa Seok Ran masuk ke tandu.

"Ayah!" seru Seok Ran. "Ayah!"

Dr. Heron, Do Yang dan Nang Rang bersiap melakukan operasi pada Ma Dang Gae.

Mereka menandai kaki Ma Dang Gae. Do Yang memotong kulit Ma Dang Gae, kemudian Dr. Heron mengeluarkan sebuah pisau besar seperti gergaji.

Nang Rang terkejut melihat pisau itu. Dr. Heron melarangnya melihat, namun Nang Rang berkata tidak apa-apa.

Dr. Heron memotong kaki Ma Dang Gae.

Nyonya Yoo menangis memikirkan nasib Seok Ran.

Di Jejoongwon, Je Wook memimpin pada murid dan membuat petisi untuk Dr. Heron.

"Pertama, kirim Hwang Jung ke kantor polisi!" seru Je Wook. "Kedua, batalkan Hwang Jung sebagai murid terbaik dan berikan ujian ulang pada kami!"

Mong Chong dan Nang Rang sedih melihat itu.

"Jika bukan karena Tuan Hwang, maka Jejoongwon tidak akan bisa seperti sekarang ini." kata Mong Chong. "Mereka benar-benar tidak punya hati."

Di dalam, Young Ik, Dr. Heron, Chung Hwan dan Kyu Hyun berunding.

"Direktur, berapa lama seseorang di barat bisa menjadi dokter?" tanya Young Ik.

"Normalnya adalah 10 tahun." jawab Dr. Heron. "Tapi, untuk Tuan Hwang, ia bisa melakukannya hanya dalam 3-4 tahun. Ia benar-benar jenius."

"Jenius?" tanya Young Ik.

"Ya." jawab Dr. Heron. "Tuan Hwang bukan hanya memiliki kepintaran, tapi juga memiliki hati yang besar. Akhirnya aku bisa mengerti kenapa Dr. Allen menilai sangat tinggi padanya."

"Dia adalah seorang tukang jagal!" seru Kyu Hyun memprovokasi.

"Tukang jagal..." gumam Chung Hwan. "Yang lalu, seorang wanita mendapat nilai tertinggi. Dan sekarang, tukang jagal. Kita serahkan saja dia ke polisi dan menutup Jejoongwon. Apa yang dilakukan para bangsawan ketika tukang jagal medapat nilai tertinggi? Ini sangat memalukan untuk kita. Sebelum kita menyalahkan orang lain, lebih baik kita bercermin dulu pada diri kita sendiri."

Dr. Heron menatap Chung Hwan.

"Apa sebenarnya kesalahan Tuan Hwang?" tanya Chung Hwan. "Dia mengobati pasien dengan baik. Dia membuat vaksin cacar. Dia menyelamatkan nyawa Tuan Baek dan menyelamatkan Jejoongwon dari desas-desus menakutkan. Apakah semua itu kejahatan?"

"Tapi dia menyembunyikan identitasnya dan berpura-pura menjadi orang lain!" seru Kyu Hyun. "Nama aslinya adalah So Geum Gae!"

"Lalu kenapa kita tidak mengeluarkan dia saja seperti yang kita lakukan pada Yoo Seok Ran?" tanya Chung Hwan. "Yoo Seok Ran juga melakukan kesalahan yang sama."

"Bukankah saat itu Raja memerintahkan untuk menghukum siapa saja yang berbuat curang?" tanya Kyu Hyun, terus-menerus memojokkan posisi Hwang Jung.

"Jika memang begitu, seharusnya kita juga menghukum orang yang telah menukar jawaban ujian Tuan Hwang." kata Young Ik tajam.

Kyu Hyun ketakutan.

"Bagaimana pendapatmu, Heron?" tanya Young Ik.

"Aku setuju dengan Pengelola Oh."

Dr. Heron membawa Hwang Jung menemui Ma Dang Gae, kemudian pergi. Do Yang ada disana.

"Sangat mengejutkan melihat orang rendah bersikap biasa dan mendapat pendidikan." kata Do Yang, menyindir Hwang Jung.

"Aku menyukai kedokteran karena aku mengetahui kenyataan bahwa semua orang sama." kata Hwang Jung. "Semua orang memiliki jumlah organ yang sama."

"Mungkin."

"Lalu katakan padaku apa yang berbeda?" tanya Hwang Jung. "Kita memiliki darah yang sama di tubuh kita. Kau sendiri yang mengatakannya padaku. Yang aku inginkan hanyalah menyelamatkan nyawa dan menyembuhkan penyakit. Tapi perbedaan kelas dan kasta membuat semuanya sulit. Walaupun aku tidak bisa memilih di kasta mana aku dilahirkan."

Do Yang terdiam sesaat. "Ayahmu akan segera bangun. Jagalah dia baik-baik. Kuharap kay tidak akan melupakan saat ketika kau menyelamatkan nyawa dan menyembuhkan penyakit."

Keesokkan harinya, Hwang Jung, Gwak dan Ma Dang Gae pulang. Nang Rang dan Miryung membantu mengangkat Ma Dang Gae ke dalam gerobak.

"Direktur membawakan beberapa obat-obatan." kata Miryung.

Park So Sa keluar dan menyiram air pada Hwang Jung. "Pergi kau, Pembawa Sial!" Cepat pergi dari sini!" serunya.

Miryung berseru marah.

Seok Ran berlari-lari datang ke Jejoongwon untuk mencari Hwang Jung.

"Tuan Hwang!" panggil Seok Ran, melihat Hwang Jung menarik gerobak dan berjalan pergi.

"Apa yang kau lakukan? Cepat bersujud padanya!" perintah Ma Dang Gae pada Hwang Jung.

Hwang Jung melihat Seok Ran, kemudian bersujud di hadapannya. Perilaku yang biasanya dilakukan seseorang kepada majikannya atau orang yang yang lebih tinggi darinya. Hwang Jung menangis.

"Tolong bangun." kata Seok Ran, meraih Hwang Jung. "Kau tidak boleh pergi! Kau tidak boleh pergi seperti ini!"

"Nona.." Hwang Jung tersenyum. "Ini semua hanya mimpi indah. Dan ketika aku bangun... aku merasa sangat nyaman. Aku telah mengenakan pakaian yang sama sekali tidak pantas untukku."

"Tidak..." ujar Seok Ran, menangis.

"Nona, jangan lakukan apapun, dan biarkan aku pergi."

"Ayo, So Geun Gae." ujar Gwak, mengajak Hwang Jung pergi.

"Ya, ayo pulang ke rumah." kata Hwang Jung, menarik kembali gerobaknya.

Seok Ran menahan Hwang Jung dengan memegang lengannya. Hwang Jung menghempaskan tangan Seok Ran dengan kasar. Seok Ran merasa terpukul, cincinnya terjatuh ke tanah.

Seok Ran menunduk untuk mengambil kembali cincinnya, dan menangis menatap kepergian Hwang Jung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar