Sabtu, 04 September 2010

Romance In The White House (Episode 2)


Dengan cepat Yin Tong bereaksi, ia membopong tubuh gadis yang tidak sadarkan diri itu dan dengan syalnya mengelap darah yang keluar dari hidung. Begitu sadar, Yang Lian langsung meminta maaf karena telah mengotori pakaian Yin Tong.

Setelah kejadian itu, Yin Tong mendatangi rumah sakit untuk menjenguk Ying Mei yang tak lain adalah ibu Hu Kai sahabatnya. Tujuannya hanya satu : meminta sahabat baiknya itu mengaku kalau dirinya telah mencuri ide milik Yin Tong. Secara mengejutkan, Hu Kai menolak dengan alasan tidak ingin karirnya hancur mengingat direktur perusahaan Kai Hua adalah teman lama sang ibu.

Bahkan, Hu Kai malah dengan berani berusaha bernegosiasi dengan meminta Yin Tong menyebut karya itu sebagai milik berdua. Meski sampai berlutut, sudah tentu permintaan itu tidak dikabulkan Yin Tong, yang pergi dengan perasaan muak. Siapa sangka, air mata yang dikeluarkan Hu Kai adalah pura-pura.

Berulang kali menyelinap ke dalam kebun pir secara diam-diam, Yang Lian berkenalan dengan Paman Ying yang rupanya mengenali gadis itu. Melihat ketertarikannya akan perawatan bunga, pria setengah baya itu mengajari Yang Lian yang ternyata cukup rumit.

Menanggapi pertanyaan Yang Lian mengenai kenapa bunga tidak abadi, Paman Ying yang tak lain adalah ayah Yin Tong memintanya untuk mendatangi kebun itu secara teratur untuk terus melihat bunga yang begitu disukainya yang akan selalu ada disana.

Ketika sampai dirumah, Yang Lian langsung mendapat laporan dari adiknya Yang Xin yang merasa diperlakukan tak adil oleh pria bernama Yin Tong. Berkat kecerdikannya, Yang Lian mampu menangkap ucapan pria itu yang bermakna 'penebaran bunga' dan menyampaikan siasat bagaimana mengetahui siapa diantara Yin Tong dan Hu Kai yang berbohong.

Di perusahaan Kai Hua, karya Hu Kai yang berjudul Jejak Ruang dan Waktu mendapat pujian dari pengelola perusahaan dan disebut mempunyai kesempatan bagus untuk menang. Mendengar hal itu, Hu Kai dengan licik mengatakan berniat menarik kembali karyanya karena ada orang lain yang menjiplak.

Bahkan, dengan berani pria itu mendatangi rumah Yin Tong dan menyebut bakal mengingkari janjinya. Walau begitu Yin Tong tidak takut, karena tahu masalah itu tidak akan dibeberkan Yin Tong yang dikenal berhati baik pada orang lain.

Mendapat saran dari sang kakak, Yang Xin kembali ke tempat Yin Tong dan berhasil membuat pria itu terdiam dengan menyebut besar kemungkinan Hu Kai adalah si peniru. Gadis itu rupanya bertekad membuktikan Kai Hua adalah perusahaan jujur, dan berusaha membantu mendaftar untuk kedua kalinya.

Usaha tersebut membuatnya harus berhadapan dengan pengelola perusahaan yang tak lain adalah ayahnya sendiri, dan Yin Tong yang melihat perubahan muka Yang Xin langsung mengejek gadis itu. Rupanya diam-diam, Yin Tong telah memasukkan proposal baru dengan judul Paru-paru Kota.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar