Jumat, 03 September 2010

Summer's Desire (Episode 9)

“Aku menunggumu untuk datang, hanya untuk membiarkanmu mendengarkan aku mengatakan ini” kata Ou Chen dengan marah. “Kenapa?” tanya Xia Mo. “karena aku membencimu”jawab Ou Chen. Xia Mo terkejut dengan ucapan Ou Chen. “pada saat itu, dibawah pohon ceri, kau begitu kejam dan tak berperasaan padaku, terlepas dari bagaimana aku memohon padamu, kau tidak pernah kembali untuk melihatku”kata Ou Chen berkaca-kaca. (kata teh nana sakura itu nama lainnya pohon cerry blossom)
Flasback
“ kumohon jangan pergi” kata Ou Chen memohon. “Kau ingin aku memaafkanmu? tidak kecuali kau mati” jawab Xia Mo. (Xia Mo sadis banget kasian banget Ou Chen)
Flasback selesai
“Jadi kau sedang balas dendam padaku?tanya Xia Mo. “jika kepadamu ini adalah balas dendam, kukatakan ya, aku sedang balas dendam kepadamu” jawab Ou Chen. “Kau membenciku tidak ada hubungannya dengan Xiao Cheng, kau dapat balas dendam padaku”kata Xia Mo. “Apa bedanya?masalah ini membuatmu merasa lebih menyakitkan bukan?”Tanya Ou chen. “lalu katakan padaku apa yang kau inginkan sehingga aku akan..belum sempat Xia Mo melanjutkan ucapannya Ou Chen sudah memotongnya. “apapun yang kau lakukan tidak akan cukup”kata Ou Chen. “akankah hal ini cukup jika aku membayar kembali semua penderitaan yang kau rasakan karena aku”kata Xia Mo sedikit marah. Xia Mo kemudian berlutut pada Ou Chen. Ou Chen sangat kesal melihat Xia Mo melakukan itu.”kau pikir aku akan memaafkanmu jika kau berlutut padaku, kau pikir setelah melakukan ini kau dapat menghapus semua rasa sakit yang telah kau perbuat padaku?“karena aku orang yang berhutang padamu, aku harus menjadi seseorang yang akan membayarmu, atau mungkin kau akan hanya puas jika aku mati, hanya jika aku mati akankah kau menerimanya sebagai gantinya”. Ou Chen marah dengan perkataan Xia Mo, ia kemudian memegang bahu Xia Mo dan berkata “Apa Kau mengancamku? Xia Mo tidak bisa menjawab. Mereka saling menatap satu sama lain.(ya gak mungkinlah Ou chen membiarkanmu mati Xia Mo). “Menikahlah denganku, kemudian aku akan memberikan satu ginjalku pada Xiao Cheng. Xia Mo cukup terkejut dengan pernyataan Ou Chen. Xia Mo pulang dengan pandangan kosong, semua perkataan Ou Chen terngiang-ngiang ditelinganya.
Sesampainya dirumah ternyata Lou Xi sudah menunggunya diluar. Lou Xi menunggu Xia Mo sambil tertunduk (sepertinya tidur). “Lou Xi”panggil Xia Mo. Lou Xi menoleh. Bagaimana bisa kedatanganmu sungguh mengejutkan? Xia Mo tidak menjawab ekspresi tidak menunjukkan senang bertemu Lou Xi. “Apakah kau tak ingin melihatku?kata Lou Xi. “itu tidak benar” jawab Xia Mo. Xia Mo mengulurkan tangannya kepada Lou Xi dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Lou Xi berjalan dengan gontai (maksudnya kayak orang mau pingsan gitu). “Apakah kau sakit kepala lagi? tanya Xia Mo. Aku akan membawakanmu beberapa obat. Sementara Xia Mo mengambilkan obat dan air minum.
Lou Xi membuka buku yang ada dimeja, betapa terkejutnya Lou Xi ternyata diselipan buku itu masih ada foto Ou Chen. Xiao Memberikan obat kepada Lou Xi, setelah meminumnya Lou Xi bertanya “Kemana saja kau beberapa hari ini?bagaimana kau tak menjawab teleponku?apakah karena kau marah?lalu mengapa kau tidak meneleponku?.”Apakah yang kau bicarakan ini tentang gosip antara dirimu dan Shen Qiang?itu semua tidak benar kan?Aku tau itu hanya buatan media saja. Kata Xia Mo. “Apa kau melihat foto-fotonya”Tanya Lou Xi. “Ya”Jawab Xia Mo. “Apa yanga kau pikirkan?foto itu sungguhan atau hanya palsu? Xia Mo mendesah, ia tidak menjawab pertanyaan Lou Xi. “Lou Xi aku sangat lelah. Untuk beberapa hari ini…belum selesai Xia Mo berbicara Lou Xi memotongnya “ Bagaimanakah sebenarnya kedudukan diriku dihatimu?
Lou Xi beranjak dari tempak duduknya “Kau sangat percaya diri, apakah kau pikir aku tidak akan jatuh cinta dengan wanita lain?atau aku bukan siapa2-siapa bagimu? Kata Lou Xi. “Apakah aku salah percaya padamu?kata Xia Mo. “Ini semua karena kau bercaya padaku?lalu mengapa kau tak meneleponku, kau matikan Hpmu” Tanya Lou Xi. “Karena aku sangat sibuk beberapa hari ini itulah sebabnya aku tidak menjawab telponmu.”Jawab Xia Mo. “Sibuk dengan sesuatu?katakan padaku apa itu?tanya Lou Xi. “itu hanya sesuatu yang perlu aku diskusikan. Jawab Xia Mo, Lou Xi mengira Xia Mo tak menjawab telponnya dan tak meneleponnya karena Xia Mo sibuk berduaan dengan Ou chen. Akhirnya Xia Mo menyerah ia menceritakan hal yang sebenarnya kalau Xiao Cheng masuk rumah sakit, Lou Xi sungguh terkejut, Lou Xi memarahi Xia Mo karena tidak memberitahunya lebih awal malah yang dikasih tahu si Ou Chen. Xia Mo menjelaskan bahwa dia sama Ou Chen sudah tidak punya hubungan lagi.
Lou xi kemudian membuka buku yang berisi foto Ou Chen. Xia Mo salah tingkah dengan temuan Lou Xi. (nah lo lengkap sudah penderitaanmu Xia Mo) Xia Mo berusaha menjelaskan namun Lou Xi tak mau percaya dengan Xia Mo (sepertinya Lou Xi marah besar). Lou Xi minta putus dari Xia Mo, Xia Mo terkejut dengan perkataan Lou Xi, Xia Mo memeluk Lou Xi dan mengatakan aku hanya menyukaimu. Namun Lou Xi tak mempercayainya, ia berusaha melepaskan pelukan Xia Mo. Lou Xi meninggalkan Xia Mo, Xia Mo hanya bisa menangis..
Ou Chen mengunjungi Xio Cheng dirumah sakit, namun ia tidak masuk, Ou Chen hanya melihat Xio Chen yang sedang menggambar dari balik pintu.
Keesokan harinya berita tentang putusnya Lou Xi dan Xio Mo terdengar ditelinga Shen Qiang, Lou Xi yang saat itu bersama Shen Qiang dikerumuni para wartawan yang malah ingin meminta konfirmasi masalah pernikahannya dengan Shen Qiang (loh kok aneh si nih para wartawan). Bahkan kabar pernikahan Lou Xi dan Shen Qiang sudah masuk Koran.
Zhen En yang membaca Koran itu, tak karuan saja marah-marah dia bahkan menggunting gambar foto yang ada di Koran (hahah aneh2 aja ni Zhen En). Sementara itu Xia Mo sibuk menelepon Xia Ying Bo namun tidak ada jawaban (Xia Mo sepertinya cemas), Zhen En yang melihat Xia Mo menelepon dengan cemas lalu bertanya sebenarnya siapa yang ia telepon? Namun Xia Mo tidak menjawab. Xia Mo tiba-tiba teringat sesuatu dan membuka-buka koran, Zhen En mengira Xia Mo ingin melihat beritan tentang rencana pernikahan Lou Xi namun ternyata Xia Mo menanyakan apakah dia mendapatkan undangan untuk pesta RBS dan Zhen En menjawab bahwa Xia Mo mendapatkan undangan. Xia Mo meminta bantuan pada Zhen En untuk memastikan apakah Tuan Xia, pemilik agensi Xiang Dian akan datang atau tidak, Zhen En menyetujuinya.
Di pesta RBS, Xia Mo datang bersama Pan Man, Xia Mo mulai menoleh kanan dan kiri untuk mencari tuan Xia, Pan Man yang melihat kegelisahan Xia Mo bertanya apakah Xia Mo mencari Lou Xi, Xia Mo menjawab tidak. Shu Er menghampiri Xia Mo dan Pan Man, “Xia Mo kau juga datang?Shen Qiang dan Lou Xi pasti akan datang, apa kau tau? Ketika berita ini tersebar luas dan kau tidak menjelaskannya maka ini akan menjadi berita besok. Pan Man membenarkan Shu Er. Jika Xia Mo merasa ini baik, Xia Mo masih dapat meninggalkan pesta ini,namun Xia Mo menolak karena ada orang penting yang akan dia temui.
Tiba-tiba An Hui Ni datang menghampiri Xia Mo. “Xia Mo dimana Lou Xi? Aku dengar kalian putus, apakah itu benar?bukankah kalian romantis saat jumpa pers?mengapa sangat cepat putus. Xia Mo aku tidak percaya Lou Xi membantumu untuk menyembunyikan hinaan tentangmu. Pan Man berusaha membela Xia Mo. Xia Mo berkata seharusnya hari ini adalah kesempatan Hui Ni untuk dapat memperkenalkan diri kepara investor jangan malah membuat hal yang tidak penting. Hui Ni cukup tersinggung dengan perkataan Xia Mo ia meninggalkan Xia Mo dan sengaja menumpahkan minumannya ke baju Xia Mo. Tiba-tiba Ou Chen datang dan menarik tangan Xia Mo. (aku kasian liat Xia Mo ditarik2 gitu ma Ou Chen, mana diliatin banyak orang lagi). Ou Chen meminta pelayan untuk membantu Xia Mo untuk ganti baju.
“mengapa kau disini?sementara adikmu sakit dirumah sakit.”Tanya Ou Chen. “aku disini untuk Xiao Cheng.”jawab Xia Mo. “Hanya aku yang bisa menyelamatkannya tapi tak mungkin kau datang kesini karena aku kata Ou Chen. “ya, aku memang bukan kakak yang baik, aku menolakmu”jawab Xia Mo. “lalu untuk siapa kau kesini? tanya Ou Chen. “ayah Xiao Cheng” jawab Xia Mo (oww ternyata mereka bukan saudara kandung)
Lou Xi datang bersama Shen Qiang disaat yang sama pula Xia Mo keluar bersama Ou Chen. Xia Mo tiba-tiba melihat tuan Xia Ying Bo, ia bergerak mendatangi Xia Ying Bo namun Ou chen menghalanginya. “aku adalah tuan rumah, datang bersamaku akan membuatmu jauh dari masalah.” Xia Mo hanya bisa pasrah.
Xia Mo akhirnya bisa berbicara dengan Xia Ying Bo berkat Ou Chen. Xia Mo “Tuan dapatkah kita berbicara secara pribadi? Tidak jawab Shen Qiang (ih ni cewek nyebelin banget tiba2 nylonong, gak ditanya juga). “kemarin sekretarisku mengatakan bahwa ada seorang wanita yang ingin berbicara padaku apa itu kau?tanya tuan Xia. “iya tuan” jadi bisakah kita berbicara secara pribadi? Tidak jawab Shen Qiang lagi (hiiiiiiiii nyebelin ni orang pingin gue gampar). Shen Qiang mengapa kau selalu memotong pembicaraan orang lain apa aku tidak mengerti tata caranya? Lou Xi kemudian membawa Shen Qiang pergi dari tempat itu untuk makan..(nah bener Lou Xi bawa itu cewek pergi jauh).
Ou Chen menanyakan kabar tuan Xia karena dia mendengar bahwa tuan Xia beristirahat beberapa lama karena nephritis. Tuan Xia membenarkan dia terkena nephritis (peradangan ginjal). Xia Mo terkejut dengan pengakuan tuan Xia putus sudah harapannya. (bapak ma anak sama penyakitnya) sementara dari jauh Lou Xi memandangi Xia Mo.
Tiba-tiba Xia Mo mendapat telepon dari Zhen En. Zhen En mengatakan bahwa Xia Cheng pingsan, Xia Mo bergegas ke rumah sakit diikuti Ou Chen, Lou Xi yang melihatnya langsung mengejarnya namun mereka berdua sudah tidak ada. Disepanjang perjalanan kerumah sakit Xia Mo hanya bisa menangis.
Sesampainya dirumah sakit Xia Mo berlari ke ruangan Xio Cheng sampai mau jatuh. Zhen En mengabarkan bahwa Xiao Cheng bisa selamat, ia minta maaf karena membuat Xia Mo takut. Xia Mo hanya bisa menangis menatap adiknya yang tak berdaya. Sementara itu Lou Xi pergi ke rumah sakit dan dalam perjalanan ia mengingat perkataan Xia Mo tentang Xiao Cheng. Xiao Cheng siuman, ia minta maaf karena telah membuat masalah lagi, namun Xia Mo menyuruhnya untuk istirahat.
Xia Mo keluar ruangan dengan pandangan kosong dan menemui Ou Chen. “Aku rela, bila kau menolak tawaran yang aku ajukan,kata Ou Chen. Sementara itu Lou Xi berlari menuju ruangan Xiao Cheng. Ketika ia sampai, pada saat yang sama pula Xia Mo menerima tawaran Ou Chen untuk menikah dengannya. Hati Lou Xi hancur berkepingkeping. Sementara itu Zhen En yang mendengar dari balik pintu pun terkejut. Xia Mo “aku akan menikah denganmu bila kau rela mendonorkan ginjalmu untuk adikku” Xia Mo mengatakannya dengan pandangan kosong ia sudah tidak bisa lagi menemukan jalan keluar. Dia hanya bisa berpikir, dia akan melakukan apapun demi menyelamatkan adiknya.

Xia Mo masuk kembali kedalam ruangan Xiao Cheng. “Xiao Cheng kau akan baik-baik saja, aku akan bersamamu lebih lama, walaupun itu akan menyakitiku aku takkan peduli” sementara itu Ou Chen mendengar perkataan Xia Mo. (aku gak tau apa yang dirasain Ou Chen mungkin antara senang dan tidak, senang karena akhirnya Xia Mo mau menikah dengannya, tidak senang karena alasan ia mau menikah dengan Ou Chen bukan karena cinta tapi karena Xiao Cheng)
Sementara itu Lou Xi pulang dengan lemas, perkataan Xia Mo yang menyetujui pernikahannya dengan Ou Chen terngiang-ngiang ditelinganya, Lou Xi mulai mengingat masa-masa bahagia ketika Lou Xi bersama dengan Xia Mo, Lou Xi menangis. (dialognya gak usah aku ulang ya..bisa baca di episode sebelumnya).
Dirumahnya Ou Chen minum sendirian, tiba2-tiba datang Xi Meng. “Tuan tidakkah anda mengira….belum selesai Xi Meng berbicara Ou Chen langsung memotong (heran ni tuan muda sukanya motong pembicaraan orang). “aku mengira ada pesta perayaan 20 tahun anniversary.” Tetapi semenjak kau sangat penting, aku memutuskan untuk segera kembali untuk melihat mu. “Maafkan aku karena tidak memberitahu kepulanganku tuan. “Apa Kau takut aku akan menghentikan kepulanganmu? Tanya Ou Chen “Ya jawab Xi Meng. “sebenarnya aku buru-buru pulang karena tuan dan nyonya ingin mendiskusikan sesuatu padamu. Xi Meng memberikan map merah untuk Ou Chen, ternyata orang tua Ou chen memilihkan gadis untuknya. Ou Chen mengembalikan map yang diberikan Xi Meng. Selama kau pergi kau tidak tahu perkembangan disini, aku akan menikah dengan Xia Mo, segera buat pers relles untuk besok”kata Ou Chen.
Tuan gadis itu telah menyakitimu ketika sebelum ingatanmu hilang, dan dia yang menyebabkan kau hilang ingatan. “Dia adalah pacarku, bila aku tidak mengingat, kita akan mendapatkan memori itu bersama” kata Ou Chen. Tetapi Xi Meng berusaha untuk membuat Ou chen berubah pikiran, entah masalah Lou Xi, perusahaan, namun hal ini membuat Ou Chen marah. Ou Chen meninggal kan Xi Meng.
Lou Xi tergeletak ditempat tidurnya, dia mengigau memanggil nama Xia Mo namun yang ada disampingnya adalah Shen Qiang. Lou Xi demam selama 2 hari (ayo Rha Lou Xi di beliin bye bye fever) selama 2 hari Shen Qianglah yang merawat Lou Xi tetapi Lou Xi sama sekali tidak respect padanya, Lou Xi hanya berterima kasih. Shen Qiang kemudian mengambil surat kabar hari ini. Berita headline hari itu adalah Xia Mo berhenti menjerat keluarga kaya. Shen Qiang menyuruhnya untuk menyerah.
Dirumah sakit Xiao Cheng membaca koran yang memberitakan kakaknya lagi dengan tidak enak, Zhen En tiba dan merenggut koran itu dan akan membuangnya ke tong sampah. Zhen En mengapa orang2-orang selalu memberitakan kakakku yang jelek?dia tidak akan memanfaatkan laki-laki sebagai batu loncatan. “kau benar Xiao Cheng semua yang ditulis ini semua adalah sampah, orang-orang hanya ingin mendapatkan banyak keuntungan. “Zhen En apakah kakaku benarbenar mencintai Ou Chen? Tentu saja, cinta pertama akan lebih kuat kata Zhen En menghibur, namun Xiao Cheng sedikit tidak percaya.
Ou Chen dan Xia Mo pergi berbelanja buku bersama (sepertinya mencari buku tentang pengobatan untuk ginjal). Namun ada 1 buku yang tidak ada yaitu karangan dari Tibet, saat ingin membayar Xia Mo bertanya pada kasir mengapa hari ini sepi sekali, kasir tersebut kemudian menoleh pada Ou Chen, Xia Mo tau maksud kasir tersebut(Ou Chen kok lebay banget sih,, ini yang membuat Xia Mo gak suka ma elo dia merasa jadi cewek gak normal). Saat kasir menyebutkan nominal, Xia mo mengeluarkan uang cash sedangkan Ou Chen kartu kredit. Xia Mo melihat Ou Chen, Ou Chen akhirnya mengalah. Ou Chen meminta pada kasir untuk segera mencarikan buku karangan dari Tibet karena stock habis. Tiba2-tiba Xia Mo menoleh pada sebuah Koran. Ia dan Ou Chen cukup terkejut dengan pemberitaan itu.
Dirumah Lou Xi managernya membacakan semua undangan untuk Lou Xi dan Lou Xi menerima semuanya. Tuan Xia menolak, Apakah kau berusaha untuk menyakiti dirimu?kemudian menyuruh Jenny untuk menolak semua undangan itu. Jenny menyetujui. Kemudian meninggalkan tuan Xia dan Lou Xi. “Lou Xi berbicaralah dengan Xia Mo pasti ini ada kesalahpahaman antara kalian berdua”kata tuan Xia, berbicara padanya, kau ingin aku memberikan selamat untuknya timpal Lou Xi, pernikahan bukan hal yang simple, bagaimana jika aku melihat mereka saling menyetujui untuk menikah dengan mataku sendiri? Tanya Lou Xi, jika kau melihatnya sendiri itu bisa juga masih tipuan seperti scandalmu dengan Shen Qiang jawab tuan Xia. Tuan Xia menceritakan masa lalunya dengan seorang gadis yang tidak kesampaian akibat adanya salah paham dan tuan Xia menasehati Lou Xi agak tidak mengikuti jejaknya.
Xia Mo dan Ou Chen pulang bersama. Ou Chen terlihat marah dengan pemberitaan itu, sedangkan Xia Mo bisa lebih sabar (lama2 aku kasian ma Xia Mo). “Kau gelisah dengan pemberitaan itu”tanya Ou chen. Iya, semenjak kita memutuskan untuk menikah, pada akhirnya media akan memberitakannya. Ini hanya tersebar lebih awal. Kata Xia Mo sok tegar padahal ancur banget tu hatinya. “Aku akan melindungimu dari berita negative kata Ou Chen. “Xia Mo akankah kau menyesal dengan semua ini? “beberapa hari ini akau berfikir mungkin aku terlalu egois. Transpalantasi ginjal mungkin akan menyakitimu tetapi aku masih bersikeras. “Kau tidak membenciku?tanya Ou Chen. Aku membencimu sejak pertama kata Xiao Mo sambil tersenyum tetapi aku berpikir tentang ini, Xiao Cheng hanyalah orang asing bagimu. Jika kau menolak, aku tidak punya hak untuk menyalahkanmu. “Mungkin kita bisa menunda pernikahan kita setelah operasi Xiao Cheng atau sampai kamu dapat benar-benar menerimaku”kata Ou Chen. “waktu sudah ditentukan jadi tidak usah ditunda kata Xia Mo. Xia Mo turun di rumah sakit sedangkan Ou Chen melanjutkan perjalanan.
Sebelum masuk keruangan Xiao Cheng, Xia Mo menenangkan diri ditaman, ia tidak ingin terlihat sedih di hadapan adiknya.
Xia Mo masuk dan melihat adiknya sedang melukis, sedangkan Zhen En berdiri dengan begitu tenang. Ternyata dibalik badan Zhen En ada Lou Xi. Betapa terkejutnya Xia Mo melihat kedatangan Lou Xi. lama tidak berjumpa Xia Mo,


Lou Xi dan Xia Mo berbicara di taman rumah sakit. “Maaf karena begitu lama tidak menengok Xiao Cheng”kata Lou Xi. Aku mencoba mencarimu dan meneleponmu tetapi Hpmu tidak pernah aktif. “rumah sakit butuh ketenangan makanya aku mematikan Hpku jawab Xia Mo. “lalu bagaimana keadaan Xiao Cheng?tanya Lou Xi. Kesehatannya tidak pernah membaik, jadi dia harus tetap dirumah sakit agar pulih sepenuhnya sebelum ia kembali kerumah”jawab Xia Mo. “Benarkah?aku akan lebih sering untuk mengunjungi Xiao Cheng, aku harap ini tidak akan menyusahkanmu”kata Lou Xi. “Tidak Perlu”jawab Xia Mo. “Apa Kau takut aku akan bertemu Ou Chen dirumah sakit?kau takut aku akan membawamu dalam kesulitan, bukan?kata Lou Xi, “jika kau berpikir demikian, tak apa”jawab Xia Mo.
Maafkan aku, kemarin aku menjadi pembawa acara super star. Apakah kau masih mengingatnya?Super Star, pohon kita, Xia Mo, Xiao Cheng dan Lou Xi mempraktekkan bersama. Lou Xi menyanyikan lagu yang pernah mereka nyanyikan ketika kontes bernyanyi judulnya klo ga salah my balck cat and milk. Lou Xi mengingat masa-masa itu. Xia Mo hanya bisa tersenyum melihat Lou Xi menyanyikan lagu itu. Namun senyumannya hanya sebentar dan kembali murung. (mungkin miris ngelihat nasibnya kok jadi gini). “ketika aku pergi ke luar negeri, aku sering memikirkan masa lalu dan berpikir aku lucu dan bodoh seperti saat waktu yang singkat kebahagiaan dapat menipuku tetapi sekarang mengapa aku sepertinya akan ditinggalkan lagi?(hisk..kasian ni Lou Xi). Xia Mo cukup kaget dengan pertanyaan Lou Xi. “Lou Xi bukankah kau yang ingin putus?kata-kata itu lah yang sering muncul bila sepasang kekasih sedang bertekar (nah lo Lou Xi, makanya klo gak mau putus jangan bilang putus,,rasakan..kau dicampakin lagi..hehehe ditimpuktin anak RF ni).
Bagaimana bisa kau menganggap ini serius?maafkan aku, ini semua kesalahanku, aku tidak seharusnya mengatakan demikian. Aku benar-benar tidak ada hubungan dengan Shen Qiang, Xia Mo percayalah padaku aku berkata demikian hanya karena aku berusaha membuatmu cemburu untuk jaminan bahwa kau peduli padaku.(Lou Xi menurut ku kamu bodoh, Xia Mo sangat percaya padamu seharusnya kamu tau, masalahmu dengan Shen Qiang tidak akan berpengaruh padanya). “ ini tidak ada hubungannya dengan Shen Qiang” kata Xia Mo. Ketika aku percaya bahwa skandalmu dengannya adalah tipuan, pada akhirnya semua ini akan menyakitimu dan membuatmu berpikir aku tidak peduli padamu. Kau membutuhkan seseorang yang mencintaimu dengan segenap hatinya, orang yang bisa cemburu dengan scandalmu dengan seseorang, ada yang menunggumu ketika kau datang terlambat. Dan aku tidak bisa seperti itu”kata Xia Mo tegas. Aku tidak akan cemburu, jika aku percaya, aku akan menganggap semua adalah tipuan, dan jika aku tidak percaya, aku akan meninggalkanmu segera.ada terlalu banyak hal dalam hidup saya dan lebih penting daripada cinta. Kau tidak akan menjadi pusat dari segala urusanku. “Lalu siapa?tanya lou Xi. Xiao Cheng sangatlah penting, “ya jawab Xia Mo.”Lalu siapa lagi?Zhen En, Pan Nam, Shu Er, Wei An. Apa mereka semua lebih penting daripada aku?tanya Lou Xi sambil tersenyum. “tidak masalah jika seperti itu aku bisa menerima”. Jika aku tidak mengkhawatirkan tentang kehilangan atau keuntungan, jika aku minta maaf telah menyakiti mu dengan kata-kataku. Lou Xi mendekat kearah Xia Mo dan memegang pipinya. Xia Mo dapatkah kita menghentikan pertempuran ini?dapatkah berhenti untuk berkata ingin putus denganku?
Sementara itu Ou Chen menuju ke rumah sakit, dia mampir ke toko buku untuk membeli buku karya Peter Sis’s Tibet yang tadi pagi belum terbeli.
Kembali ke Lou Xi dan Xia Mo, “Xia Mo, maafkan aku, maafkan semua kesalahanku karena aku sangat menyukaimu, ingin menjagamu. Dan tidak ingin kehilanganmu lagi. Xia Mo melepaskan pegangan Lou Xi, “maaf, itu bukan karena kau tapi karena aku.”kata Xia Mo. Tidak ini semua kesalahanku jawab Lou Xi. Aku seharusnya tidak mengatakan putus ketika aku marah. “jika kau tidak mengatakan putus, aku yang akan mengatakan itu.” Lou Xi cukup terkejut dengan ucapan Xia Mo. “Aku mengerti, apa Ou Chen mengancammu”?tanya Lou Xi. Tidak jawab Xia Mo. Atau kau benar-benar menyukainya, jadi ketika kita putus, sekarang kalian berdua bersama.sangat cepat, bahkan kalian ingin segera menikah.
Tiba-tiba tangan Lou Xi sudah dipipi Xia Mo, Xia Mo berusaha menolak. Lou Xi menciumnya. Disaat yang sama Ou Chen tiba, ia melihat Lou Xi mencium Xia Mo. Ou Chen marah tanpa bicara.
Lou Xi dan Xia Mo menyadari keberadaan Ou Chen. Ou Chen mendekati Xia Mo dan mengusap bibir Xia Mo. “Kau hanya tinggal menelopon, bulan depan untuk pemesanan gereja sudah dikonfirmasi jadi tanggal pernikahan tidak bisa dipindah. Ou Chen merangkul Xia Mo dan meninggalkan Lou Xi, Tunggu kata Lou Xi, seseorang yang seharusnya meninggalkan tempat ini adalah aku bukan?Lou Xi meninggalkan Ou Chen dan Xia Mo. Ou Chen memberikan karya Peter Sis’s Tibet pada Xia Mo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar