Sabtu, 04 September 2010

Romance In The White House (Episode 23)


Namun siapa sangka saat bertemu, reaksi Yin Tong tidak seperti yang diharapkannya. Terus meminta maaf karena telah bersikap buruk, Yin Tong mengatakan bahwa satu-satunya pria yang dianggapnya sebagai ayah adalah Zhi Cheng, sehingga pria itu sangat terharu dan menangis.

Setelah tangisnya reda, Zhi Cheng menjelaskan kalau selama ini semua orang sudah salah paham dengan Tong Lei : alasan wanita itu pergi adalah untuk mengejar mimpinya dan bukan menelantarkan keluarga. Reaksi Yin Tong langsung berubah saat tahu dirinya punya seorang adik yang tak lain adalah gadis kecil yang selama ini dicari-cari Jamii.

Perkembangan keadaan membuat semuanya gembira, namun ada satu hal yang mengganjal : penyakit Yang Lan. Shi Rong mendatangi Yin Tong dan meminta pemuda itu membujuk Yang Lan untuk menjalani operasi, namun ia bingung karena itu berarti kalau Yang Lan bakal berpisah dengannya dalam waktu lama ditambah lagi kemungkinan berhasil yang hanya 10 persen.

Ketika mendengar nama Yan Qing sebagai ketua Dewan Perencanaan, Zhi Cheng sempat terkejut. Siapa sangka, pria yang dimaksud adalah sahabat lamanya yang keesokan harinya muncul di kebun pir. Perkembangan yang terjadi mengenai proposal Paru-paru Kota ternyata di luar perkiraan, sogokan yang diberikan Hu Kai dilaporkan ke pihak berwajib.

Begitu mendengar polisi datang untuk menangkapnya, Hu Kai kaget dan memohon supaya Pei Shan membantunya. Dari ucapan sang direktur, ia baru sadar kalau Pony telah menjebaknya karena ternyata Yan Qing adalah pribadi yang bersih. Dalam pelariannya, Hu Kai terus teringat dengan dosa-dosa masa lalunya dan nasehat sang ibu kalau kesuksesan tidak bisa diraih dalam sekejap.

Satu-satunya yang terbersit untuk dimintai tolong adalah Yin Tong, namun ia sempat mengurungkan niatnya saat melihat pria itu sedang bersama Yang Lan. Beruntung Yin Tong berlari menyusul, dan dengan sabar mendengar semua cerita Hu Kai.

Dengan mata berkaca-kaca, Hu Kai meminta Yin Tong untuk berbohong kalau dirinya bertugas di luar negeri didepan ibunya dan meminta mantan sahabat baiknya itu untuk merawat sang ibu. Sebelum berpisah, ia meminta waktu bertemu dengan Yang Lan dan didepan gadis itu, kesombongan Hu Kai runtuh dan ia meminta maaf.

Semua urusan yang harus diselesaikan akhirnya beres, Hu Kai dengan tenang menyerahkan diri ke kantor polisi. Sebelum berpisah, Yin Tong memeluknya sambil menyebut bahwa apapun yang terjadi, pria itu masih tetap sebagai sahabat dan saudaranya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar