Sabtu, 04 September 2010

Summer's Desire (Episode 10)

Episode 10
Kadang Cinta bukanlah Hal yang Terpenting dalam Hidup

Lou Xi mencium Xia Mo. Di kejauhan Ou Chen yang melihatnya, menghampiri Xia Mo lalu mengusap bibir Xia Mo. Di depan Lou Xi
"Tunggu, bukankah aku yang seharusnya pergi dari sini?"
Lou Xi lalu pergi dengan hati hancur
(kasian banget Lou Xi pengen ngegetok Ou Chen).
Lou Xi patah di rumahnya dia hanya terpaku di depan grand piano putihnya. Xia Ying Bo menengoknya karena cemas. Bosnya itu juga prihatin karena pihak Hong Ou berusaha menghilangkan semua kenangan mereka berdua dengan menarik iklan yang dibintangi berdua oleh Lou Xi dan Xia Mo. Lou Xi lalu terdengar melantunkan lagu "Diamond" lewat pianonya.
Lagu yang awal-awal sering dilantunkan Xia Mo. Xia Ying Bo yang mendengarnya heran dari mana Lou Xi tau lagu lama tersebut. (lagu Diamond itu dulu kerap dinyanyikan oleh ibu Xia Mo di bar)
Zhen En, rupanya senang saja akan berita pernikahan Xia Mo yang orang-orang menyebutkan bagai pernikahan cinderella. Zhen En menyiapkan artikel2-artikel yang bagus-bagus untuk menghibur Xiao Cheng. Namun Xiao Cheng rupanya berpikir kritis
"Kak, mengapa pernikahanmu dengan Ou Chen nampaknya terburu-buru?"
Xia Mo menghampiri Ou Chen berusaha tersenyum "Kalu kau tak suka aku akan menundanya"
"Aku senang kakak menikah walau ternyata harus putus dengan Kak Luo Xi. Namun mengapa harus dengan Ou Chen. Kupikir karena kejadian lalu itu kakak tak kan pernah lagi mau memafkannya", kata Xiao Cheng
"Orang yang kucintai itu Ou Chen, dan hal yang lalu telah berlalu, dan itu hanya masa lalu. Aku ingin hidup bersamanya selamanya", kata Xia Mo berbohong menghibur adiknya.
Saat sendirian Xiao Cheng tampak menggambar sketsa baju pengantin. Lalu Ou Chen datang menengok. Xiao Cheng juga bertanya pada Ou Chen mengapa kalian berdua tampak buru-buru menikah.
"Kau sudah bertanya pada Xia Mo? apa jawabnya?"
"Katanya dia menyukaimu", jawab Xiao Cheng
"Oh memang kalau orang saling suka khan ingin saling memiliki untuk selamanya", kata Ou Chen berdiplomasi
Xia Mo lalu bertemu Ou Chen di rumah sakit. Dia berterimakasih karena Ou Chen mau bekerja sama di hadapan Xiao Cheng.
"Kerja sama? aku tulus kok melakukan ini. Jadi selama ini kamu selalu bersandiwara ya?", kata Ou Chen kecewa..
(ya iya lah nikah juga kepaksa gimana nih Ou Chen)

Xi Meng menerima telepon dari seseorang yang akan menerbitkan artikel tentang Xia Mo. Keesokan harinya muncul aritkel yang menjelek-jelekkan ibu kandung Xia Mo, yang seorang penyanyi bar itu. Dikatakan pula bahwa Xia Mo dan adiknya bahkan berbeda ayah (kesannya ibu Xia Mo kerap ganti pasangan) Xia Mo membiacarakan hal itu dengan Zhen En. Mereka bingung ada reporter majalah Orange Daily yang kerap menjelekkan Xia Mo dan sangat tahu tentang masa lalu Xia Mo.

Berita itupun sampai ke tangan Shen Qiang. Dia menjelek-jelekkan Xia Mo di depan Luo Xi. Luo Xi yang sebenarnya sudah tahu sedikit masa lalu Xia Mo geram mengatahui orang menjelekkan Xia Mo.
Xia Ying Bo kebetulan mendengar pembicaraan mereka. Dia melihat koran liputan itu. Dia merasa mengenal wanita yang dikatakan ibu Xia Mo itu.

Yin Cheng aka Xiao Cheng merasa bosan di rumah sakit dan meminta ijin kakaknya untuk berjalan-jalan ke luar berdua. Xiao Cheng ternyata mengajak Xia Mo ke butik baju pengantin. Dia telah memesankan baju pengantin yang dirancang sendiri olehnya untuk kakaknya tercinta. Xia Mo terpana dan terharu melihat karya dan hadiah dari adiknya itu.
Pada saat yang sama di lantai atas butik ternyata ada Lou Xi dan Shen Qiang yang telah selesai pemotretan sebagai model busana pengantin. Para wartawan mengerubuti mereka berdua. Xia Mo dan adiknya buru-buru menghindar agar tidak dikenali wartawan.
Para wartawan menanyakan hubungan Luo Xi dengan Xia Mo juga mengenai pemberitaan masa lalunya.
Shen Qiang melihat baju pengantin rancangan Xiao Cheng dan tertarik membelinya untuk syutingnya. Karyawan butik mengatakan baju itu rancangan khusus seseorang. Shen Qiang ingin membelinya dengan harga berlipat-lipat. Akhirnya ketahuan juga bahwa pemilik baju pengantin itu adalah Xia Mo.

Luo Xi merasa jantungnya berdegup melihat Xia Mo, juga merasa hatinya sakit karena Xia Mo memesan baju pengantin.
Wartawan buru-buru mengerubungi Xia Mo. Adiknya berusaha membawa lari Xia Mo tapi Xiao Cheng malah terjatuh karena badannya lemah.
Luo Xi berusaha membantu mereka dengan mengalihkan perhatian wartawan agar kembali mewawancarinya.
Namun ada seorang wartawan yang tengil dan menjelek-jelekkan ibunya Xia Mo sebagai pelacur. XIa Mo marah besar.
"Bagiku dia tetap ibu terbaik di hatiku!"
Luo Xi ingin menindak wartawan itu namun ditahan Shen Qiang. Luo Xi menyindir keras wartawan itu dan minta sekuriti mengusir orang itu jika tak mau pergi.

Setelah semua wartawan pergi,datanglah seseorang yang memperkenalkan diri sebagai wartawan Daily Orange pada Xia Mo. Wartawati yang kerap menjelekkan dia ternyata teman sma nya yang dendam pada Xia Mo karena pernah dikerjai anak buah Ou Chen.
Ou Chen membuat persetujuan dengan Xiao Cheng untuk menyiapkan gaun pengantin untuk Xia Mo. Rancangan tetap rancangan Xiao Cheng, hanya penjahit dan segala halnya disiapkan oleh Ou Chen. Dan Ou Chen meminta agar dia diperkenankan melihat Xia Mo saat mencoba baju pengantin pertama kali.

Xia Mo dibawa ke rumah Ou Chen. Dia kagum melihat karya adiknya yang menjadi semakin cemerlang. Xia Mo mencoba gaun itu. Ou Chen terpana dan kagum melihat Xia Mo yang tampak mempesona dengan gaun itu. Ou Chen memakaikan kalung indah. Namun Xia Mo hanya berwajah datar. Dia pun menghindar saat Ou Chen ingin menciumnya.

Pada saat yang sama Luo Xi lewat dan berhenti di depan butik gaun pengantin. Dia merasa terenyuh dan sedih melihat gaun pengantin.
Dia ingin menelepon Xia Mo namun urung.

Di televisi muncul lagi berita mengejutkan tentang masa lalu kelam Xia Mo. Mereka mempersalahkan Xia Mo yang pernah di penjara. Xia Mo langsung mematikan TV dan kesal. Ou Chen menghiburnya dan berkata semua berita itu khan bohong belaka sehingga Xia Mo tak perlu terlalu cemas.
Xia Mo geram dia teringat sekilas waktu dirinya mendekam di penjara.
"Jadi menurutmu ini cuma kebohongan, ingatanmu sepertinya belum pulih benar.bukankah kau dulu yang mengatur semua itu!", Xia Mo geram

Flash back ke masa lalu saat orang tua Xia Mo telah meninggal dan adiknya Xiao Cheng yang selamat dari kecelakaan akan keluar dari rumah sakit. Mereka berdua merana dan sedih karena ayahnya ternyata dikatakan masih punya banyak utang ke perusahaan Hong Ou, rekening mereka dibekukan dan rumah mereka pun akan disita. Namun Xia Mo berjanji pada adiknya untuk menjadi walinya dan berjanji meraka tidak akan sampai masuk panti asuhan lagi.
Namun saat mereka pulang mereka dikagetkan oleh preman-preman yang masuk rumahnya dan mengambili barang mereka. Xia Mo kesal dan mengancam akan lapor polisi karena merasa mereka masih berhak tinggal di sana sampai akhir bulan. Preman itu marah saat Xia Mo akan menelepon dan akan menyakiti dan melecehkan Xia Mo. Adiknya berusaha membantu apa daya Xiao Cheng cukup lemah.
Xia Mo panik karena mereka akan mencelakai adiknya. Dia spontan mengambil batu bata di dekatnya dan memukulkannya dengan keras ke seorang preman.
Preman itu bersimbah darah.

Flash back selesai dan kembali ke Ou Chen dan Xia Mo yang sedang bersitegang.
"Rumah disita, orang-orangmu datang ke tempat kami, bukankah itu kamu yang mengaturnya!"
Ou Chen tidak mengingat kejadian itu, namun dia bersikukuh
"Aku tidak mungkin berbuat sesuatu hal yang akan mencelakakan Xia Mo".
Xia Mo tetap kesal dan buru-buru pergi dari sana.

Xi Meng menghadap tuan muda Ou Chen, dan ingin Tuan muda mempertimbangkan pernikahannya dengan Xia Mo karena masa lalu Xia Mo dirasa terlalu kompleks dan ke dua orang tuanya pun tidak setuju (ah itu sih alasan Xi Meng doang, orang tua palsunya khan boneka Xi Meng)
"Bukankah diriku juga sangat kompleks?!", kilah Ou Chen
Ou Chen bahkan mengancam tidak mau menerima warisan grup Hong Ou jika tidak boleh menikah.
Ou Chen lalu berkata bahwa dia menebak jangan-jangan Xi Meng lah yang berada di balik penyitaan rumah Xia Mo dulu, bahkan semua berita buruk tentang Xia Mo, kasus Xia Mo yang diculik dan kasus Xia Mo dengan Ah Hui Ni pasti itu didukung Xi Meng. Xi Meng akhirnya mengaku. Ou Chen tak habis mengerti "Xia Mo itu gadis yang lemah, mengapa kamu menyusahkannya seperti itu?Kamu begitu membenci Xia Mo"
Xi Meng beralasan karena dia tidak suka melihat Xia Mo memperlakukan tuan muda begitu buruk saat memutuskannya dan menyebabkan Tuan Muda kecelakaan.

Xi Meng akhirnya mengaku pada tuan muda Ou Chen bahwa dia lah yang memerintahkan orang untuk membekukan rekening orang tua Xia Mo dan menyuruh orang menyita rumah mereka. Mengenai tuduhan Xia Mo bahwa selama ini Xi Meng yang merencanakan menghancurkan karir Xia Mo dengan berbagai kejadian dan berita-berita fitnah itu
"Jika tidak ada orang sepertimu dibalik semua itu , mana mungkin orang-orang berani bersinggungan dengan artis dari grup Hong Ou!"
Xi meng tidak bisa berkata-kata.
"Xia Mo itu hanya gadis yang lemah, mengapa kau tega menghancurkannya?!"protes Ou Chen

Ou Chen lalu menyinggung soal informasi yang pernah dia dapatkan dari supir taksi
(beberapa episode lalu) bahwa saat dirinya coma karena kecelakaan Xi Meng dan orang tuanya bertengkar soal kontrak dan uang.
"Sepertinya saat aku sakit meraka sudah ingin meninggalkanku ya"
Lalu Ou Chen juga menyodorkan foto-foto dan skandal orang tuanya yang dia selidiki selama Xi Meng ke perancis.ayahnya malah keranjingan judi berkuda dan ibunya punya selingkuhan lain.
"Sepertinya keluargaku sudah mulai hancur beberapa tahun yang lalu ya", tebak ou chen prihatin "Lalu semua kado, ucapan, jangan-jangan itu semua hanya darimu"
"Anda jangan berpikir seperti itu, silakan tuan muda ikut saya", kata Xi Meng

AKhirnya Xi Meng menceritakan rahasia orang tua palsu tuan muda, dia menyerahkan kontrak yang pernah ditandantangani orang tua palsunya dan kakaknya. Di kontrak itu mereka harus setahun sekali liburan bersama keluarga dan tinggal bersama sampai tuan muda berumur 18 tahun. uan muda meulai berkaca-kaca dan menagis tak percaya
"Ini hal yang paling aneh yang pernah kudengar. Rupaya semua orang telah bergabung untuk membohongiku selama ini. Pantas saja selama ini walau aku merasa memiliki segalanya tapi aku merasa diriku hampa", Ou Chen terpukul namun berusaha tampil tegar
(wah acting peter ho boleh juga ni di sini..biasanya aku bosen liat tuan muda cemberut terus)

"Lalu, siapa sebenarnya ibu kandungku?"
Xi Meng memberikan foto ibu kandungnya Ou Chen. Ou Xing Ya. Di foto itu ibunya memakai pita hijau.
"Pita hijau adalah gaya khas ibumu. Kupikir Anda tidak punya memori tentang ibu Anda, tapi ternyata Anda membuatkan pita hijau untuk Xia Mo seperti pita ibu Anda"
Rupanya Ou Chen bayi suka mainin pita ibunya.
"Lalu di mana ibuku sekarang?", tanya Ou Chen
"Dia sudah memilih pergi meninggalkan kita", kata Xi Meng. Xi Meng lalu menceritakan bahwa ibunya dulu berhubungan dengan laki-laki biasa dan melahirnya Ou Chen. Ibunya dikurung di rumah dan sering berusaha kabur namun tidak pernah berhasil. Suatu saat ibunya pun memilih jalan kabur dengan caranya sendiri (bunuh diri)
"Agar Tuan muda dapat tumbuh sehat dan bahagia kakek Anda dan saya merencanakan keluarga buatan untuk Anda", jelas Xi Meng
"Jadi selama ini hidupku ahanya proposal projek darimu ya?! Lalu siapa ayah kandungku. Berikan aku namanya"
"Aku sudah berjanji dengan CEO terdahulu (kakek Ou Chen) agar tidak memberitahukannya.
Ou Chen sangat kesal "Siapa namanya ayo berikan!"
Xi Meng tidak bisa memberitahukan, Dia hanya minta maaf dan menghormat pada tuan Muda. (kasihan Ou Chen sampai nangis loh)

Ou Chen kesal dan marah dia langsung pergi dengan mobilnya dan memacu mobilnya di jalan raya.
Dia lalu berhenti di suatu tempat untuk menyendiri. Bayangan Ou Chen kecil mengajaknya bicara dan mengasihani Ou Chen yang kesepian.
"Ini mungkin sudah nasibmu kau kesepian dan tak pernah bahagia"

Ou Chen akhirnya tengah malam pulang ke rumah. Xi Meng yang menunggu tuan muda dengan cemas , lega melihat tuan muda datang. Dia merasa tuan mudanya pasti membencinya dan merasa ini saatnya dia untuk mundur. Sebelum mundur dia memberikan kunci pada tuan muda
"Ini kunci studio, tempat di mana aroma ibumu masih ada di sana. Jika kau merindukannya, kau bisa ke sana"
Ou Chen menerima kunci itu namun kemudian dia melemparkannya karena masih kesal.

Xi Meng lalu mengunjungi Xia Mo dan Adiknya di rumah sakit. Xi Meng meminta Xia Mo jangan lagi menyalahkan tuan muda Ou Chen.
"Saya yang berada di balik semua itu", aku Xi Meng . Xi Meng bercerita bahwa setelah diputuskan oleh Xia Mo, tuan mudanya kecelakaan dan koma selama 2 bulan. Xia Mo terkejut juga mendengar kenyataan itu. Dia tak menyangka kemarahannya berakibat fatal pada ou chen.
Xi Meng berkata bahwa dia tak menyangka bahwa orang yang menyita rumah XIa MO ternyata sampai berbuat semena-mena.
"Walau sudah terlambat aku minta maaf kepada kalian berdia", kata Xi Meng membungkuk pada XIa Mo dan Xiao Cheng. Xi meng juga berharap Xia MO tidak lagi menyakiti tuan muda "Tuan Muda menggunakan sepanjang hidupnya menyukai nona Xia Mo"

Xia Ying Bo mengunjungi Luo Xi yuang masih bermuram durja dan minum-minum di bar. Shen iang yang datang bersama Kak Xia, berusaha merasa Luo XI terlalu berlebihan untuk orang seperti Xia Mo. Shen iang menjelek-jelekkan Xia Mo yang cuma memanfaatkan Luo XI untuk batu loncatan karirnya. XIa Ying Bo busaha menghentikan Shen Qiang memojokkan Luo Xi.
Luo Xi minta ijin agardia tidak diganggu urusan pekerjaan sekarang-sekarang ini.
Namun untuk satu hal penting, Xia ying Bo berkata bahwa ada syuting yang harus diulang minggu depan tanggal 25.
Mendengar tanggal itu Luo Xo kembali bersedih
"Kok bisa ada kebetulan seperti ini, acara nya juga tanggal 25 (pernikahan maksudnya)"


Xia Ying Bo berkata agar Luo Xi jangan berpikir terlalu jauh.
Tanggal 25 adalah hari yang baik untuk membuat film, dan juga untuk menikah", kata Luo Xi pilu
Xia Ying Bo berjanji akan menengoknya di lokasi dan menemaninya minum setelah syuting nanti.

Asisten Luo XI menmani Luo Xi yang sedang mabuk pulang. Luo Xi di jalan inga bahwa dulu Xia Mo berkaa bahwa walau dia tidak suka kekerasan tapi ada hal yang adang perlu dilakukan dengan cara ertentu. Saat itu XIa Mo tidak mau terus terang padanya tentang itu.
Luo Xi benar-benar prihatin orang seperti XIa MO ternayta pernah ketakutan dengan mendekam di sel.

Xia Mo menemui Ou Chen ke rumahnya.
"Jika kamu datang untuk membatalkan pernikahan aku tidak akan mengijinkannya", kata Ou Chen
"Aku akan membayarmu dengan kebahagian, aku idak akan membiarkannmu menangis, cemas atau takut.Aku akan akan menjadikanmu wanita yang paling berbahagia", kata Ou Chen
Xia Mo mulai luluh. Ou Chen memeluknya. Xia Mo ragu tapi dia membiarkan Ou Chen walau tak balas memeluknya.
"Kita akan jadi pasangan yang benar-benar berbahagia",kata Ou Chen
Xia Mo tersenyum, tapi dia tibatiba teringat janjinya bersama Luo Xi. Luo Xi pernah berkaa bahwa "Kamu adalah milikku" dan mereka pernah berjanji untuk tetap bersama dan tidak saling menghianati.

Ou Chen akhirnya memanggil ke dua orang tua palsunya. Dia dengan tegas dan dingin berkata bahwa tugas mereka sudah berhail sehingga mereka tidak perlu berpura-pura lagi. Mereka akan diperlalukan sebagai karyawan HOng Ou lagi. Namun setelah Ou Chen menginggalkan ke duanya Ou Chen tampak limbung bagaimanapun ,
ou chen pernah menganggap mereka orang tuanya.

Suatu malam Luo Xi pergi menengok rumah kenangan mereka bersama Xia Mo dan keluarga Yin. Luo Xi menelepon Pan Nam sahabatnya. Pan Nam cemas akan keadaan Luo Xi. Besok hari pernikahan Xia Mo , Luo Xi mina Pan Nam menemaninya. Namun PanNam tidak bisa dan dia juga tidak bisa memberikan alasannya pada Luo Xi
"Lou Xi, kamu itu hanya patah hati, ini bukan akhir dari dunia", nasehat Pan Nam
"Bagaimana jika bagiku itu akhir dari dunia", kata Luo Xi

Luo Xi lalu masuk ke halaman rumah, dan memandangi pohon sakura kenangan mereka.
Pada saat yang sama Xia Mo sedang melamun sambil menggendong dan membelai si "milk", kucing hitam kenangan mereka.

Ou Chen malam itu melihat Xi Meng sudah berkemas dan akan meninggalkan kediamannya. . Bagaimanapun Xi Meng sudah seperti orang tua dan guru baginya. Xi Meng juga merasa berat meninggalkan rumah itu. Ou Chen diam-diam melihat Xi Meng pergi dengan pilu.


Keesokan paginya seseorang mengatarkan sesuatu pada Xi Meng. Ternyata undangan pernikahan dari Ou Chen untukknya. Ou Chen menulis psan secara pribadi
"Guru, datanglah untuk menyaksikan upacara pernikahanku, momen yang paling berbahagia dalam hidupku"
Xi Meng berkca-kaca membacanya.

Hari ini adalah hari pernikahan Xia Mo. Xia Mo di rumahnya ditemani Zhen En dan Pan Nam yang membantu meriasnya. Pan Nam begitu puas dengan penampilan pengantin wanita ini yagn tampak mempesona.
Adiknya kemudia datang memberikan buket bunga untuk kakaknya.

Pagi itu, Shen Qiangkembali "menceramahi" Luo XI (rese dan cerew nih cewe) karena ternayta grup HOng Ou mensomasi Luo Xi untuk membayar ganti rugi karena secara sepihak terlah keluar dari film Zhan Qi.Shen Qiang menyindir bahwa sesatu yang dulu dia lakukan dan bahkan berkorban untuk XIa Mo hanya sia-sia dan merugikan diri sendiri.
"Apa Xia Mo sekarang akan mengasihanimu? Xia Mo hari ini menikahi Ou Chen!", kata Shen Qiang ingin menyadarkan Luo Xi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar