Sabtu, 04 September 2010

Romance In The White House (Episode 22)


Ketika berduaan, Yin Tong memohon supaya Yang Lan mau menikah dengannya sebelum musim semi, gadis itu tidak sadar kalau ucapan itu didasarkan karena Yin Tong ingin hidup tenang dengannya sebelum Yang Lan menghembuskan napas terakhir.

Melihat gadis yang dicintainya itu ragu-ragu, Yin Tong menggunakan cara lain yaitu mengundang musisi Jamii untuk bermain biola saat mengajukan lamaran kedua. Kali ini Yang Lan hanya bisa terdiam tanpa jawaban.

Dalam pengembaraannya, Zhi Cheng mendengar lagu yang sudah tidak asing lagi, yang menyanyikan ternyata gadis bernama Wawa alias Xiao Yin yang pernah ditemuinya. Bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya pria itu mendengar gadis itu adalah anak Tong Lei. Dengan penuh haru, ia menatap dinding rumah gadis cilik itu yang berisi foto-foto wanita yang dicintainya Tong Lei.

Di kantor, Shi Rong memerintahkan Hu Kai untuk menyampaikan perubahan proposal ke Dewan Perencanaan namun ditolak, bahkan pemuda itu terang-terangan menantang Shi Rong yang hendak memecatnya. Saat rapat dewan direksi, pria itu kalah populer dari Hu Kai dan akhirnya memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

Dari seorang pria yang telah merawat Wawa sejak berumur 3 tahun, Zhi Cheng mendapat sebuah diari yang isinya tulisan Tong Lei yang telah meninggal akibat kecelakaan. Dari situ ia tahu kalau wanita itu telah bertemu dengan pria bernama Yan yang dicintainya, menikah dan melahirkan Wawa dan menyebut panggilan Xiao Yin adalah untuk mengenang nama Zhi Cheng.

Dengan cara menyogok anggota Dewan Perencanaan, Hu Kai yakin kalau proposal perusahaan Kai Hua bakal menang. Namun ketika dilaporkan ke Pei Shan, yang ada di kepala wanita itu adalah menemui Yang Lan dan berusaha menebus kesalahannya.

Ia berhasil menemui anak gadisnya itu, bersama Yang Xin, di pinggir danau dan memohon supaya Yang Lan mau menjalani operasi transplantasi sumsum dan mengaku setelah itu bakal merestui pernikahannya. Namun dengan air mata terurai Yang Lan menolak dan memilih menghabiskan sisa hidupnya disekeliling orang yang dicintainya, ketiganya langsung berpelukan sambil menangis.

Zhi Cheng akhirnya memutuskan kembali pulang setelah menemukan apa yang dicarinya, ia langsung menemui Profesor Yin yang memberitahu perkembangan terakhir mengenai masalah Yin Tong-Yang Lan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar