Rabu, 01 September 2010

Winter Sonata (Episode 20-Tamat)


Pihak rumah sakit menghubungi ayah Sang-hyuk untuk memberitahu hasil tes darah yang dilakukannya, dan menyimpulkan bahwa pria itu adalah ayah kandung Joon-sang. Belakangan, Mi-hee akhirnya mengakui kebenaran yang telah lama ditutupinya tersebut.

Saat dikantor, Joon-sang pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Saat sadar, ia diberitahu kalau ada penggumpalan darah di bagian otak dan harus dioperasi kalau tidak ingin akibatnya fatal. Saat pulang ke apartemen, pria berkacamata tersebut telah ditunggu oleh ayah Sang-hyuk, yang menyampaikan berita bahwa dia adalah ayah Joon-sang.

Terkejut mendengar pengakuan tersebut, Joon-sang langsung mendatangi ibunya yang telah membuat dirinya dan Yoo-jin menderita. Dengan bercucuran air mata, Mi-hee meminta maaf dan memberi tahu alasannya berbohong, yaitu karena ia ingin sekali membesarkan Joon-sang sebagai anak ayah Yoo-jin.

Di tempat lain, Yoo-jin telah mengukuhkan niatnya untuk pergi ke Perancis. Di apartemennya, Sang-hyuk meminta supaya hubungan mereka bisa kembali seperti sebelumnya, yang ditolak dengan halus oleh Yoo-jin. Adegan ini terlihat oleh Joon-sang, yang kemudian mengurungkan niatnya bertemu Yoo-jin.

Sang-hyuk mengutarakan niatnya kepada sang ayah untuk bisa kembali bersama Yoo-jin, namun ia malah mendapati kenyataan kalau dirinya memiliki hubungan darah dengan Joon-sang. Pria itu langsung mendatangi kantor Joon-sang dan memintanya untuk mengembalikan masa-masa indah bersama Yoo-jin. Joon-sang sadar kalau Sang-hyuk telah mengetahui segalanya.

***


Saat tiba di kantornya, pandangan Joon-sang yang sedang memperhatikan maket rumah idaman Yoo-jin mendadak kabur. Sadar kalau penglihatannya akan menurun drastis dan tidak memiliki banyak waktu, ia menyelesaikan cetak biru rumah tersebut dalam waktu semalam.

Paginya, ia menelepon Yoo-jin untuk memberitahu rencana keberangkatan ke Amerika. Pria berkacamata tersebut sempat meminta Yoo-jin untuk kembali dengan Sang-hyuk, namun ditolak. Malamnya, Joon-sang meminta supaya Yoo-jin tidak mengantarnya ke bandara, mengingatkannya untuk menjaga kesehatan, dan menjadikan memori di pinggir pantai sebagai kebersamaan mereka yang terakhir.

Yoo-jin sangat sedih mendengar ucapan Joon-sang, dan sempat menarik lengan pria itu sebelum kemudian dilepaskan lagi. Sebelum pergi, Joon-sang meminta Sang-hyuk untuk menjaga gadis itu. Belakangan, Sang-hyuk baru sadar kalau kepergian 'kakak'nya ke Amerika tersebut adalah untuk operasi otak dan ada kemungkinan tidak bisa bertahan hidup.

Kabar tersebut membuat Sang-hyuk merasa bersalah, ia mendatangi rumah Yoo-jin dan memberitahu kebenaran bahwa Joon-sang tidak memiliki hubungan darah dengan gadis itu, dan pria berkacamata tersebut menderita penyakit yang mungkin mematikan. Keduanya langsung menyusul ke bandara, namun Joon-sang keburu berangkat.

Yoo-jin memutuskan untuk berangkat ke Paris untuk belajar, dan sebelum pergi, Sang-hyuk memberinya sebuah tiket dengan tujuan ke New York dengan harapan gadis itu mengunjungi Joon-sang. Tiket tersebut diterimanya, namun saat berangkat, Yoo-jin meletakkannya di bangku bandara.

Tak terasa, tiga tahun telah berlalu. Di musim semi, Yoo-jin kembali dari Perancis dan berkumpul dengan Sang-hyuk, Chae-lim, serta Yong-kuk dan Jin-suk yang sudah menikah. Ia memutuskan untuk kembali ketempat bekerjanya yang lama, namun sesampai disana, ia ditunjukkan artikel tentang sebuah rumah yang sama persis seperti rumah impian yang dirancangnya tiga tahun silam.

Yoo-jin memutuskan untuk melihat-lihat rumah yang terletak disebuah pulau tersebut. Rumah itu ternyata milik Joon-sang, yang kini telah buta setelah menjalani operasi. Pria itu sedang menelusuri rumahnya dengan cara meraba, dan tapa sengaja menjatuhkan satu keping puzzle. Meski berusaha memasangnya kembali, Joon-sang tidak dapat menemukan kepingan yang tercecer itu.

Yoo-jin tiba di rumah besar yang saat itu kosong, dan melihat-lihat sekeliling. Ia menemukan puzzle yang dijatuhkan Joon-sang, dan memasangnya. Ia teringat dengan kejadian yang sama saat Joon-sang masih menggunakan nama Man-hyeong. Dari belakang, mendadak terdengar suara Joon-sang yang bertanya "Siapa disana?"

Yoo-jin langsung membalikkan badan mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya tersebut, ia tidak mampu berkata-kata dan mulai meneteskan air mata, seolah tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya. Joon-sang memanggil sekali lagi, namun tenggorokan Yoo-jin tercekat sehingga ia tidak bisa mengeluarkan suara saking terharunya.

Joon-sang sendiri, walau tidak melihat, merasa kalau sosok didepannya sudah tidak asing lagi. Ia langsung memanggil nama Yoo-jin, yang dibalas oleh gadis itu. Setelah 13 tahun diterpa berbagai badai hebat, cinta Joon-sang dan Yoo-jin akhirnya bisa bersatu...........

TAMAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar