Rabu, 01 September 2010

Winter Sonata (Episode 19)


Joon-sang mengajak Yoo-jin berjalan-jalan di tepi pantai, dan menetapkan bahwa itulah kali pertama dan terakhir mereka disana karena pria itu sudah memutuskan untuk meninggalkan wanita yang sangat dicintainya tersebut. Di pesisir, Yoo-jin mengumpulkan kepingan uang logam.

Joon-sang meminta Yoo-jin untuk mengumpulkan lebih banyak lagi sehingga mereka bisa membeli perahu layar untuk berlayar ke tempat yang jauh. Mereka meneruskan langkah ke sebuah toko, dimana Yoo-jin meminta Joon-sang untuk menunggu diluar. Saat sendirian, pria itu menelepon Sang-hyuk dan memintanya untuk menghancurkan fotonya dan Yoo-jin serta menjemput gadis itu keesokan harinya.

Ternyata Yoo-jin membeli sebuah kamera sekali pakai dan sebuah koin khusus. Malamnya, mereka berdua menginap di satu kamar karena tidak ada kamar tersisa. Saat Yoo-jin terlelap, Joon-sang mengusap wajah dan rambutnya dan hendak memberikan ciuman, namun pria itu urung melakukannya dan keluar dari kamar.

Paginya, mereka meneruskan kebersamaan dengan berbelanja bersama. Keduanya sempatterpisah karena Yoo-jin menolong seorang wanita tua, dan saat bertemu, tanpa sadar Joon-sang memarahinya. Saat duduk di pinggir laut, Yoo-jin memberi tahu kalau kalung polarisnya rusak, dan Joon-sang memintanya dengan alasan akan diperbaiki.

Malamnya, Joon-sang meminta maaf karena membentak Yo-jin, namun gadis itu berpura-pura marah dan meminta Joon-sang menebus kesalahannya tersebut sambil bertanya apa yang akan mereka lakukan keesokan harinya. Joon-sang mengalihkan pembicaraan dan menasehati beberapa hal pada Yoo-jin. Karena tidak tahan, Joon-sang meneteskan air mata dan keluar disertai pandangan heran Yoo-jin.

Malamnya saat Yoo-jin telah terlelap, Joon-sang masuk dan sambil mengucapkan maaf, mencium pipi gadis itu dan keluar lagi. Sendirian, ia berjalan ke tepi pantai dan melempar koin khusus, kamera, dan kalung polaris ke laut. Pria itu tidak tahan lagi, dan akhirnya menangis ditemani angin malam.

Saat bangun pagi harinya, Yoo-jin tidak menemukan Joon-sang dan saat keluar kamar, Sang-hyuk telah menunggu sambil memberitahu kalau pria berkacamata tersebut telah pergi karena tidak ingin menyakiti hati ibunya. Yoo-jin yang tidak percaya berusaha mencari Joon-sang, namun Sang-hyuk menghentikan langkahnya.

***


Keesokan harinya, Yoo-jin mendatangi Joon-sang dikantornya untuk menanyakan kebenaran berita bahwa mereka kakak-beradik. Meski berusaha bersikap kasar, Joon-sang yang tidak tega akhirnya mengakui kebenaran berita itu. Yoo-jin langsung lemas dan ambruk dilantai, namun saat hendak ditolong Joon-sang, ia menolak.

Saat tiba dirumah, Joon-sang telah dinanti kehadirannya oleh Mi-hee. Mendadak, pria itu merasa pusing sehingga ibunya harus membantu untuk mengistirahatkannya ditempat tidur. Joon-sang meminta agar sang ibu tidak mengganggunya.

Penyakit Joon-sang semakin menjadi-jadi, saat ayah Sang-hyuk berkunjung keapartemennya, wajahnya terlihat sangat pucat dan mendadak pingsan. Pria setengah baya itu langsung membawa Joon-sang ke rumah sakit, sekaligus memberikan contoh darahnya untuk tes.

Berita Joon-sang masuk rumah sakit terdengar oleh Sang-hyuk dan Chae-lim yang mengunjunginya, dan disitu Chae-lim tahu bahwa alasan tidak hadirnya Yoo-jin adalah karena keduanya bersaudara. Saat sembuh, Joon-sang diantar pulang oleh gadis itu yang akhirnya mengakui, Min-hyeong yang dikenalnya selama ini adalah Joon-sang.

Kejadian beruntun yang menimpanya membuat Yoo-jin memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya, ia meminta Sang-hyuk menolongnya menghubungi Joon-sang yang terus menghindar. Saat keluar dari Polaris, ia menenteng maket rumah yang didesainnya sendiri, tanpa sadar kalau Joon-sang mengikutinya dari belakang.

Di taman, ia memberikan maket tersebut kepada seorang anak kecil sambil mengatakan bahwa rumah impiannya sudah terpatri didalam hati. Saat hendak beranjak pergi, Joon-sang telah berada didepannya.

Saat ngobrol berdua, Joon-sang menyampaikan permintaan maafnya pada Yoo-jin. Di kesempatan tersebut, Yoo-jin mengatakan bahwa dirinya akan selalu mencintai Joon-sang sampai masa yang akan datang, dan ia tidak merasa malu akan cinta yang telah dirasakannya selama ini. Sebelum berpisah, Yoo-jin memberikan maket rumah rancangannya sebagai tanda mata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar