Rabu, 01 September 2010

Winter Sonata (Episode 17)


Keesokan harinya, Joon-sang mengajak Yoo-jin menjadi pemandu untuk mendapatkan ingatannya kembali. Mereka mulai merekonstruksi ulang semua adegan yang pernah dilalui bersama, mulai saat duduk berdua di bis, memanjat tembok sekolah, bermain voli, sampai duduk di kursi di tepi danau.

Yoo-jin menceritakan saat keduanya membuat boneka salju yang saling berciuman, Joon-sang sadar bahwa setelah itu, ia juga mencium gadis itu namun kejadian tersebut tidak dapat diingatnya. Yoo-jin lalu mengajaknya ke dermaga, dan mengatakan bahwa membuat masa depan yang lebih baik jauh lebih penting daripada menggali kenangan di masa lalu.

Saat melihat seorang anak kecil, Joon-sang mendadak teringat dengan sarung tangan yang pernah diberikan Yoo-jin 10 tahun silam. Ia langsung menelepon sang ibu untuk memastikan barang-barang masa lalunya masih tersimpan rapi, dan mengajak Yoo-jin ke rumah lamanya untuk mengembalikan sarung tangan tersebut.

Malamnya, mereka mengunjungi tempat dimana Yoo-jin menunggu Joon-sang yang tidak kunjung datang satu dasawarsa silam. Saat gadis itu membeli kopi, salju mulai turun dan satu-persatu ingatan Joon-sang mulai kembali. Yoo-jin kaget melihat mata Joon-sang basah, pria itu telah mengingat apa yang hendak diucapkannya saat itu : ia mencintai Yoo-jin.

Ibu Yoo-jin berinisiatif mengembalikan semua uang dan pemberian yang diberikan oleh keluarga Sang-hyuk ke pria tersebut sambil meminta maaf atas sikap anaknya. Saat keluar, ia berpapasan dengan Mi-hee. Ucapan Sang-hyuk yang mengatakan bahwa ia adalah ibu Yoo-jin wanita yang saat ini dipacari Joon-sang membuat Mi-hee kaget bukan main.

***


Yoo-jin mengundang para sahabat dekatnya untuk menghadiri pesta ulang tahun Joon-sang. Join-suk mengabari berita tersebut kepada Lung-kok lewat telepon di butik, namun Chae-lim yang kebetulan mendengar marah dan menyuruhnya pulang.

Sang-hyuk sendiri mendengar kabar tersebut dari Lung-kok, dan memutuskan untuk mendatangi apartemen Joon-sang. Suasana berlangsung kaku, dan ia pulang lebih awal. Belakangan, Joon-sang mendatangi kantor Chae-lim untuk meminta maaf karena telah dua kali menyakiti perasaannya.

Chae-lim masih belum bisa menerima kenyataan, dan memanggilnya dengan nama Min-hyeong. Gadis itu berharap supaya pria itu kembali seperti dulu, namun semua sudah tidak mungkin lagi. Chae-lim menyatakan kalau dirinya lebih membutuhkan Min-hyeong daripada Joon-sang.

Paginya, Joon-sang mendapati fakta baru seputar alasannya datang ke Chuan Chun sepuluh tahun silam yaitu mencari tahu siapa ayah kandungnya. Sementara itu, ayah Sang-hyuk mendapat kenyataan bahwa Joon-sang adalah anak dari Mi-hee. Ia langsung menelepon mantan sahabat dekatnya tersebut karena kuatir Joon-sang adalah darah dagingnya juga, namun telepon tersebut ditutup.

Saat turun, ia berpapasan dengan Joon-sang dan keduanya mengobrol di kafe. Meski penasaran siapa ayah Joon-sang sesungguhnya, pria itu memintanya bersabar karena pasti ada alasan kuat mengapa Mi-hee menolak untuk bercerita lebih lanjut. Mi-hee sendiri saat itu mendatangi ibu Yoo-jin dan memberitahu bahwa pacar sang gadis adalah anak kandungnya.

Saat sedang berjalan berdua, tanpa sadar Yoo-jin dan Joon-sang sampai ke sebuah gereja dan menyaksikan pernikahan sepasang sejoli. Setelah sepi, mereka mendekati altar dan Yoo-jin berlutut serta berdoa untuk mengucapkan syukur karena bisa bersama Joon-sang. Ia meminta supaya pria itu juga berdoa.

Joon-sang berlutut, dan dalam doanya mengatakan bahwa ia berharap bisa menghabiskan sisa hidupnya bersama Yoo-jin yang sangat dicintainya sampai rambutnya putih, dan bisa mempunyai anak-anak yang selalu mengingatkannya pada gadis itu. Ucapan tersebut membuat mata Yoo-jin berkaca-kaca, ia terharu oleh ketulusan ucapan Joon-sang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar