Rabu, 01 September 2010

Winter Sonata (Episode 13)


Orang tua Sang-hyuk akhirnya tiba di lokasi ski es dan terkejut melihat Min-hyeong, ayahnya malah mengira pria itu sebagai Joon-sang. Saat konser dimulai, ibu Sang-hyuk keluar untuk mengambil dompetnya yang tertinggal. Di luar, ia melihat Yoo-jin mengikatkan syal ke leher Min-hyeong.

Konser di tempat ski es berlangsung sukses. Yoo-jin yang berusaha menyelinap keluar mendadak dipanggil ke tengah panggung bersama Sang-hyuk. Disana, pria itu mengumumkan akan menikahi Yoo-jin dalam kurun waktu sebulan, yang langsung disambut oleh tepuk tangan hadirin.

Setelah acara tersebut, keluarga Yoo-jin dan Sang-hyuk berkumpul untuk membicarakan pengumuman mengejutkan tersebut. Ibu Sang-hyuk tetap bersikeras tidak ingin menikahkan anaknya dengan Yoo-jin, dan balik bertanya apakah gadis itu benar-benar mencintai anaknya.

Dari arah belakang, Min-hyeong muncul dan meminta supaya wanita setengah baya tersebut tidak memarahi Yoo-jin. Keadaan mulai panas, Sang-hyuk mulai naik pitam dan Yoo-jin menangis. Ia akhirnya menyatakan bahwa dirinya tidak bisa menikahi Sang-hyuk, dan langsung berlari keluar.

Min-hyeong langsung mengejarnya, disusul Sang-hyuk. Sayang, ia terlambat karena Yoo-jin telah naik mobil bersama Min-hyeong dan melaju ke sebuah tempat yang ternyata adalah rumah pria itu. Saat membuka pintu rumah, ia terkejut melihat ibunya Kang Mi-hee ada didalam.

Saat mengobrol, Min-hyeong menceritakan pada Yoo-jin tentang sebuah sungai yang terletak tidak jauh dari tempat mereka tinggal. Mi-hee langsung mengingatkan anaknya supaya tidak dekat-dekat dengan lokasi tersebut, karena dirinya pernah nyaris tenggelam disana. Padahal seingat Min-hyeong, kejadian tersebut terjadi saat dirinya baru berusia 7 tahun di Amerika sana.

***


Begitu masuk kedalam, Yoo-jin telah disambut oleh sang ibu yang telah menunggu di kursi. Wanita setengah baya itu mengingatkan putrinya bahwa Sang-hyuk adalah seorang pria yang baik dan tidak sepantasnya Yoo-jin memperlakukannya seperti itu.

Dengan berat hati, Yoo-jin mengatakan bahwa ia tidak mencintai Sang-hyuk. Hal itu membuat ibunya kecewa dan marah, kemudian memutuskan untuk meninggalkan apartemen anaknya. Belakangan, giliran Sang-hyuk yang disertai Jin-suk dan Yong-kuk datang meminta penjelasan dari Yoo-jin. Pria itu juga bertanya apa yang membuatnya bisa jatuh cinta pada Min-hyeong.

Tiba-tiba Yoo-jin teringat dengan ucapan Min-hyeong sebelumnya yang mengatakan bahwa mencintai seseorang tidak butuh alasan, ucapan tersebut sama persis dengan apa yang dirasakannya saat itu. Dengan penuh kekecewaan Sang-hyuk pergi, dan mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah memaafkan Yoo-jin. Jin-suk yang membela Sang-hyuk memutuskan untuk pindah ke tempat Chae-lim.

Min-hyeong sendiri langsung bertolak ke hotel untuk menemui ibunya Mi-hee. Wajahnya yang sendu membuat sang ibu menanyakan mengenai gadis yang sempat dilihatnya yaitu Yoo-jin, yang dibalas bahwa gadis itu mencintai seseorang yang telah mati namun mirip dengan Min-hyeong. Ucapan tersebut membuat Mi-hee menjatuhkan cangkirnya.

Keesokan harinya, Min-hyeong memutuskan untuk menjemput Yoo-jin, yang kemudian dilihatnya berjalan sendirian ditaman. Menyusul dari belakang, gadis itu melihatnya dan tersenyum. Min-hyeong kemudian memberikan seuntai kalung polaris yang disembunyikan di dalam bola salju, dan Yoo-jin membalasnya dengan menempelkan stiker bergambar bintang polaris di mobil pria itu.

Kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama, Lung-kok menelepon untuk memberitahu bahwa Sang-hyuk masuk rumah sakit karena menolak makan dan minum dan meminta gadis itu untuk menjenguk. Belakangan, ibu Sang-hyuk juga mendatanginya, namun Yoo-jin tetap menolak untuk datang ke rumah sakit.

Kabar tersebut akhirnya terdengar Min-hyeong, yang memutuskan mengantar Yoo-jin ke rumah sakit karena ia tahu betul watak gadis itu. Ia menyatakan akan menunggu Yoo-jin kembali, sama seperti bintang polaris yang akan membantu mereka yang tersesat.

Sang-hyuk yang terbangun oleh kehadiran Yoo-jin menolak untuk menerima permintaan maaf, dan meminta gadis itu pergi. Begitu Yoo-jin keluar, tim dokter langsung masuk memeriksa kondisi pria malang itu yang berusaha mencabut infusnya. Yoo-jin langsung menangis melihat kenekatan sang-hyuk. Diluar, Min-hyeong yang terus menunggu sadar kalau Yoo-jin tidak akan kembali kesisinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar