Rabu, 01 September 2010

Stairway To Heaven (Episode 20-Tamat)


Song-ju terbangun dan berusaha menenangkan istrinya saat mendadak telepon genggamnya berdering, pihak rumah sakit memberitahu kalau donor mata untuk Jung-suh telah siap. Ia membawa Jung-suh kerumah sakit, dan dengan gugup menunggui detik-detik menjelang operasi.

Saat sendirian, ia didatangi polisi yang memberitahu tentang kematian Tae-hwa dan latar belakang kejadiannya. Saat membaca surat penuh darah yang ditinggalkan pria itu, hati Song-ju terasa sakit karena kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Kedukaannya semakin bertambah karena tim dokter menyatakan operasi belum tentu bisa memulihkan kondisi Jung-suh sepenuhnya.

Dengan mata masih dibalut perban, Jung-suh diajak sang suami untuk memberi penghormatan terakhir pada pria yang mendonorkan matanya tanpa tahu orang yang dimaksud adalah Tae-hwa. Malamnya atau sehari sebelum perban dibuka, Song-ju merasa senang sekaligus sedih karena sang istri melontarkan harapan bisa memberitahu Tae-hwa kalau pandangannya bakal sembuh.

Apa yang ditakutkan tim dokter ternyata tidak terbukti keesokannya, pandangan Jung-suh kembali normal. Tak lama, ia kembali kerumah dan bersama Song-ju mendekorasi rumah dan berbelanja. Saat pulang, mereka mendapati surat Tae-hwa yang memberitahu keberadaannya di Perancis lengkap dengan foto gadis setempat. Tahu keadaan yang sebenarnya, Song-ju semakin teriris hatinya.

Saat jamuan makan malam bersama klien sang suami, Jung-suh muntah-muntah. Ia berusaha menyembunyikan hal itu dari Song-ju, namun pria itu mengetahuinya dan menduga sang istri telah hamil. Dokter yang memeriksa memberikan jawaban mengejutkan, kanker yang diderita Jung-suh telah mencapai stadium yang sangat gawat dan sulit disembuhkan.

Stairway to Heaven's picture

Meski berat hati, kabar tersebut disampaikan kepada Jung-suh termasuk keadaan Tae-hwa yang sebenarnya. Sempat lama tidak menerima kenyataan, dirumah Jung-suh menghampiri Song-ju dan meminta supaya mereka menghargai setiap detik kehidupan karena waktu yang dimiliki tidak banyak.

Sadar hidupnya tidak lama lagi, Jung-suh mengunjungi Yuri dipenjara dan berbaikan. Keduanya berpisah untuk terakhir kali dengan ucapan maaf diiringi tetesan air mata Yuri. Jung-suh juga mendatangi Mira dirumah sakit dan memberitahu tentang keadaan Tae-hwa dan kondisinya yang sekarat, sang ibu tiri hanya bisa terdiam sambil mencucurkan air mata.

Disaat terakhir, Jung-suh mengajak Song-ju untuk pergi kerumah pantai. Dimobil, kondisi wanita itu sudah sangat parah, namun Song-ju meminta istrinya untuk tidak menutup mata. Setelah tiba, Jung-suh mengajak suaminya untuk berjalan dipinggir pantai sambil berpegangan tangan. Song-ju meminta supaya Jung-suh mau menunggunya di gerbang surga sampai ia datang, yang disanggupi.

Saat terduduk dipantai, ia sadar kalau saatnya telah tiba. Sebelum 'pergi', Jung-suh berpesan bahwa ia akan selalu mencintai pria itu meski kelak ada disurga. Song-ju meminta supaya Jung-suh tidak melupakannya, dan mengucapkan AKU CINTA PADAMU. Sambil memegang pipi pria yang dicintainya, Jung-suh berpamitan kemudian tangannya terkulai lemas.

Sambil membopong Jung-suh yang telah pergi ke sisi lain, hati Song-ju membatin kalau dirinya akan terus mencintai dan tidak melupakan Jung-suh sampai mereka bertemu lagi............di pintu Surga kelak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar