Rabu, 01 September 2010

Stairway To Heaven (Episode 13)

Stairway to Heaven's picture

Jung-suh berniat mendatangi rumah Tae-hwa, sayang pria itu tidak ada dan pintunya dikunci. Tae-hwa yang dikenal dengan nama Chul-su melihat gadis itu, kemudian hanya melihat dari kejauhan tanpa berani mendekat dengan air mata berlinang.

Lelah menunggu, Jung-suh memutuskan untuk pulang namun ia berbalik arah ketika melihat mobil Song-ju diparkir disana. Didalam, Mira terus memprovokasi pria itu hingga untuk melupakan masalah yang dialami, ia memutuskan untuk minum sampai mabuk. Jang Ee San Nim sang asisten menjemputnya, namun saat perjalanan pulang mobil dihentikan ketika melihat Jung-suh.

Song-ju langsung turun dari mobil dan meminta wanita yang dicintainya itu menemaninya, namun Jung-suh menolak meski pemuda itu mulai menyanyi. Saat berusaha mencegah Jung-suh pergi, Song-ju ambruk sambil menggumam bahwa betapa sulitnya mereka menjadi sahabat. Sejak kejadian itu, hubungan mereka dikantor menjadi sangat canggung.

Tae-hwa mendatangi Mira dan mengatakan ingin mengunjungi rumah sang ibu untuk bernostalgia, ia juga mengancam akan membeberkan semua kejadian yang sebenarnya. Meski nampak tenang, sepeninggal putranya Mira menelepon seseorang dan memerintahkan untuk mencari lukisan Chul-su (nama Tae-hwa).

Waktu tiba dirumah, Tae-hwa diculik oleh segerombolan penjahat. Meski sempat babak-belur dipukuli, ia selamat berkat informasi Jang Ee San Nim asisten Song-ju kepada polisi. Ditaman bermain saat melihat carroussel, Jung-suh bertemu dengan Song-ju. Pria itu meminta Jung-suh untuk pergi kerumahnya yang terletak dipinggir hutan.

Setiba disana, ternyata tempat itu sudah ditinggali Tae-hwa. Meski berusaha menghindar, penjelasan Jung-suh membuatnya berlinang air mata, keduanya berpelukan sambil meneriakkan nama masing-masing. Saat sendirian, Tae-hwa membaca surat dari Song-ju yang memintanya untuk terus menjaga Jung-suh selamanya.

Saat tertidur, Jung-suh terus mengigau dan memanggil nama Song-ju. Panik melihat keadaan gadis itu yang kembali demam tinggi, Tae-hwa menelepon Song-ju dan memintanya untuk datang. Saat tiba, ia kaget melihat kondisi Jung-suh dan menelepon sang asisten untuk memanggil ambulans.

Terbangun oleh suara dering ponsel Song-ju, Jung-suh memutuskan untuk pergi menyusul Tae-hwa ke stasiun karena tidak ingin hidup pria yang dicintainya itu lebih menderita lagi. Saat terbangun dan melihat gadis itu tidak ada, Song-ju memacu mobil sekencang-kencangnya ke stasiun kereta api. Disana, ia menggedor setiap gerbong sambil memanggil nama Jung-suh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar