Rabu, 01 September 2010

Stairway To Heaven (Episode 10)

Stairway to Heaven's picture

Mau tidak mau, gadis yang telah menemukan tempat tinggal sementara itu kembali kerumah dan merawat luka-luka Tae-hwa. Kesedihannya semakin berlipat ketika membaca surat Tae-hwa dimana terselip daun klover berdaun empat, ia memutuskan untuk kembali setelah semuanya selesai.

Baru saja beristirahat, mendadak pintunya diketuk orang. Pria itu ternyata Song-ju, yang setelah menegur Ji-su/Jung-suh karena membuka pintu sembarangan kemudian mengajak keluar. Penolakan gadis itu membuatnya bergeming, dengan santainya ia menerobos masuk dan tidur-tiduran di kasur. Mau tidak mau, Ji-su/Jung-suh menuruti permintaan pria itu.

Makan disebuah kedai dipinggir jalan, Song-ju mengerenyit jijik melihat jenis makanan yang dijual disana. Berkat bujukan Jung-suh, pemuda itu bersedia menghabiskan makanan yang dipesan. Karena tidak cocok, Song-ju harus bolak-balik kamar kecil karena perutnya terus bermasalah. Sambil menunggu diluar, Jung-suh menciumi bau jas pria itu dan menemukan kalung kenangan mereka berdua.

Ketika keluar, Song-ju mengatakan berniat membuang kalung itu namun dicegah Jung-suh. Saat minum berdua, Jung-suh yang mabuk membuka identitas dirinya. Sayangnya, Song-ju tidak sadar akan hal itu. Prihatin dengan kondisi gadis itu, Song-ju memanggulnya pulang dan menungguinya tidur.

Saat bangun dipagi hari, ia terkejut mendapati Ji-su/Jung-suh sudah pergi. Melalui ponselnya, gadis itu menyatakan niatnya pergi jauh bersama Tae-hwa. Song-ju hanya bisa melihat kepergian Jung-suh bersama 'rival'nya tersebut dari kejauhan. Diperjalanan, Jung-suh jatuh sakit dan membuat Tae-hwa mengambil keputusan drastis.

Waktu memantau tempat penjualan syal rancangan Ji-su, Song-ju mendapat telepon dari Tae-hwa. Tidak memperdulikan panggilan Yuri yang keheranan, dengan leher berbalut syal pria itu memacu mobilnya ke rumah pantai miliknya dimana mobil Tae-hwa telah menunggu.

Rupanya Tae-hwa telah memberitahu semua termasuk identitas Ji-su yang sebenarnya. Sambil memanggul tasnya, Tae-hwa membisikkan ucapan selamat tinggal pada Jung-suh yang tertidur dan kemudian menghilang. Saat bangun, Jung-suh kaget melihat Tae-hwa telah pergi. Dari kejauhan, Song-ju muncul dan berjalan menuju arahnya.

Saat berhadapan, keduanya bertatapan lama sekali sebelum Song-ju memanggil namanya : Jung-suh. Keduanya menggabungkan kalung masing-masing, kemudian berlari ke pantai sambil meneriakkan nama pasangannya. Didalam rumah, keduanya melihat foto peninggalan beberapa tahun silam sekaligus menebus waktu yang telah hilang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar