Rabu, 01 September 2010

Stairway To Heaven (Episode 7)

Stairway to Heaven's picture

Awalnya, Ji-su berniat untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya namun gagal. Pembicaraan teralih karena hari itu ternyata adalah ultah Song-ju, pemuda itu meminta supaya Ji-su tidak pergi sampai acara tiup lilin. Dengan sulapnya, Song-je memberi hadiah pada gadis itu.

Mendadak telepon Ji-su berdering, namun gadis itu mematikannya untuk menepati janji. Setelah meniup lilin, wajah Song-ju semakin mendekat kearah Ji-su, namun keduanya tidak berciuman karena ditahan oleh tangan gadis itu yang terasa basah oleh air mata sang direktur. Untuk membahagiakan pria yang berultah itu, Ji-su memberi hadiah istimewa.

Ia berjanji ikut ketempat tinggal Jung-suh bersama Song-ju, dan meminta untuk dibiarkan pergi setelah menjawab semua misteri seputar dirinya. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi seisi rumah, Yuri terbelalak kaget dan pura-pura ngambek, Mira sempat pura-pura pingsan, sementara ibu Song-ju dan ayah Jung-suh terkejut karena tidak menyangka sama sekali.

Usai mengobrol dan melihat barang-barang peninggalan Jung-suh, Song-ju dengan berat hati melepas kepergian gadis itu dengan mencium keningnya sambil bercucuran air mata. Keduanya saling bertatapan sebelum berpisah, diluar Ji-su langsung menghampiri Tae-hwa yang dengan setia menunggu kedatangannya.

Keduanya memutuskan untuk bertunangan, Tae-hwa memberikan cincin sederhana sementara Ji-su membuang kalung yang tanpa disadari adalah pemberian Song-ju. Karena melihat cincin itu, Song-ju yang naik darah menolak presentasi Ji-su sehingga gadis itu semakin naik pitam. Saat makan direstoran, Tae-hwa dan Ji-su duduk dengan posisi saling memunggungi dengan Song-ju dan Yuri.

Setelah keempatnya duduk disatu meja, Song-ju memainkan piano yang kebetulan berada disana. Mendengar lagu yang dimainkan sama dengan saat berada dirumah pantai, Ji-su yang sudah tidak tahan lagi mengajak Tae-hwa pergi. Malamnya, Song-ju menghabiskan waktu dengan mabuk di diskotek, namun ia menyempatkan diri mampir di kantor dan menyelimuti Ji-su yang tertidur karena lelah.

Saat bangun, gadis itu keheranan melihat jas yang menyelimuti pundaknya dan langsung menebak bahwa itu ulah Song-ju. Keduanya makan malam dengan menghabiskan pizza dan mengobrol di caroussel. Selain itu, Song-ju juga mengajak Ji-su bermain ski es di taman bermain. Keceriaan dan senyum gadis itu semakin mengingatkan Song-ju pada Jung-suh yang (dikiranya) telah tiada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar