Sabtu, 28 Agustus 2010

Winter Sonata (Episode 4)


Chae-lim sama sekali tidak tahu betapa menderitanya Yoo-jin. Saat tiba dirumah, ia menerima hadiah Natal yang datang terlambat dari Joon-sang. Isi kado tersebut ternyata adalah kaset berisi rekaman lagu The First Time yang dimainkan oleh Joon-sang sendiri disertai ucapan selamat Natal. Begitu mendengar lagu tersebut, pertahanannya langsung jebol dan menangis sesunggukan.

Tak terasa, sepuluh tahun telah berlalu sejak peristiwa tragis itu. Yoo-jin yang telah menjadi arsitek membuka perusahaan konsultan bernama Polaris, sahabatnya Kong Jin-suk yang belum bekerja tinggal bersamanya dalam sebuah kamar. Ia juga bertunangan dengan Sang-hyuk yang bekerja di sebuah stasiun radio, sementara sahabatnya Kwon Yong-yuk menjadi seorang dokter hewan.

Perusahaan Yoo-jin terlibat sebuah proyek tempat ski bersama perusahaan Marcian, yang baru saja kedatangan bos baru. Saat berkunjung ke kantor perusahaan tersebut, Yoo-jin memungut sebuah puzzle yang terjatuh. Malamnya, Yoo-jin kembali terlambat datang ke pesta pertunangan yang ditujukan untuknya dan Sang-hyuk.

Saat sedang berjalan terburu-buru, ia terkejut setengah mati melihat pemandangan dihadapannya. Seorang pria berkacamata nampak berjalan kearahnya dengan senyum mengembang sambil menyaksikan hujan salju yang turun, wajah pria itu sangat mirip dengan Joon-sang. Yoo-jin langsung lupa akan tujuannya semula, dan menghabiskan malam itu untuk mengejar pria tersebut.

Semua yang sudah hadir di pesta pertunangan sudah pulang ketika Yoo-jin tiba di tempat itu dalam keadaan lesu. Ibu Sang-hyuk yang marah langsung pergi, dan tak lama kemudian Yoo-jin langsung pingsan. Saat sadar, ibunya memarahi dan menyuruhnya untuk datang ke rumah Sang-hyuk dan minta maaf.

Permintaan maaf tersebut nyatanya tidak bisa diterima begitu saja oleh ibu Sang-hyuk, namun pria itu maklum dengan keadaan Yoo-jin dan sama sekali tidak menanyakan apa yang terjadi malam itu. Saat tiba di rumah, Yoo-jin mendengarkan kaset pemberian Joon-sang 10 tahun silam dan mulai mencorat-coret kertas. Kertas tersebut akhirnya ditemukan secara tidak sengaja oleh Sang-hyuk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar