Kamis, 26 Agustus 2010

Beethoven Virus (Episode 8)

Beethoven Virus's picture

Maestro Kang Gun Woo menyindir Du Rumi habis-habisan bahwa dia tidak mempunyai kesadaran akan penderitaan yang akan dia alami jika dia mengalami ketulian nanti. Maestro Kang lalu menunjuk danau di depan mereka. Bahwa kengerian yang akan Ru mi hadapi bagai tenggelam di danau tersebut yang dalam, kotor, sunyi dan tak bertepi, membuat orang yang masuk kedalamnya bisa mati karena putus asa.
"Tapi jika kau bisa mengatasinya akan bagus bagimu. Jika kau tak percaya lompat saja!selama in ikamu cuma tampak acuh tak acuh saja", sindir maestro Kang.
Durumi sakit hati karena terus di sindir maestro kang. Dia lalu beniat bertindak nekad. Dia lari ke arah danau dan langsung melompat ke dalamnya.
Maestro Kang kaget. Dia hendah mencegah tapi tak berhasil.

Du rumi tenggelam di danau, dia berusaha naik tetapi tak berhasil karena terlalu dalam.
Dia mulai pingsan. Saat mulai tak sadar dia sayup-sayup mendengar bunyi sedang bermasin musik. Dia menghampiri asal suara itu dan dia melihat kwartet yang bermain alat musik gesek membawakan komposisi yang indah.

Maestro Kang panik karena durumi tak muncul-muncul.Dia lalu meminta tolong pada orang lain. Orang asing itu menegur maestro kang ketika diberitahu ada gadis yang sudah tenggelam beberapa menit. Orang asing itu langsung terjun ke danau mencari Du Rumi.

Saat sadar Du Rumi sudah berada dalam mobil yang dikendarai maestro Kang. Selama ini ternyata maestro kang pura-pura tidak bisa menyetir mobil. Tapi yang membuat Rumi kesal karena maestro Kang ternyata tak bisa berenang dan beraninya memprovokasi orang lain untuk terjun ke danau.

Rumi lalu mengatakan bahwa dia merasakan tidak mendengar. dia merasakan bahwa keheningan itu juga ternyata membawa kedamaian
"Tapi aku merasa kesepian sangat kesepian", lirih Rumi sedih

Maestro Kang membawa Rumi ke rumahnya dan memberikannya sup hangat. Maestro Kang mengatai rumi bodoh karena mudah terpancing dan main lompat ke danau segala.
Rumi gantian menakut-nakutinya.
"Seandainya tak ada yang menolong aku, lalu aku mati. apa yang maestro pikir untuk menghilangkan jejak/bukti supaya tidak dituduh membunuh?", sindir Rumi
"Aku hanya terpikir bahwa aku tak bisa melihatmu lagi", kata maestro Kang serius
Rumi tertegun mendengar jawaban itu. Maestro Kang buru-buru mengoreksi jawabannya (dasar jaim banget)
"Iya aku jadi tidak bisa mengerjaimu lagi"
Maestro Kang lalu menyuruh Rumi mandi dan mengatainya bau amis danau itu membuat bau rumahnya tidak enak. Rumi mandi di sana dengan malu-malu, selesai mandi maestro Kang ternyata telah menyiapkan celana dan kemejanya untuk dipakai Rumi.



Kang Gun Woo Junior bahagia akan pulang kembali ke rumah. Dia membelikan maestro Kang wine spesial kesukaannya, walau harganya mahal.
Ru Mi selesai mandi dan malu dengan baju yang kedodoran. Tak lama kemudian dia dan maestro Kang heran karena ada seseorang membuka pintu dan masuk.
Dan ternyata itu Gun Woo. Gun Woo sama-sama heran melihat Rumi di sana.
"Sedang apa kamu di sini?", tanya Gun Woo heran
"Aku baru saja mandi tadi aku jatuh ke danau", kaa Rumi salah tingkah.
Gun Woo langsung cemas. tapi maestro kang memberi Rumi kode untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Karena ada kecelakaan kecil mobilnya menuju danau dia lalu jatuh ke danau", kata maestro Kang.
"Pendengaranku tiba-tiba hilang lagi tadi", kata rumi berbohong.
"Kamu tidak apa-apa khan?"tanya Gun Woo cemas.

Saat berdua dengan maestro Kang, dia berkata ingin belajar lagi darinya untuk membukikan bahwa yang dulu dikatakan maestro tentang kekurangannya itu tidak benar.
"nanti jika aku sudah terkenal, aku ingin mengatakan pada dunia bahwa orang yang mengajariku adalah Anda, dan konduktor terbaik itu adalah Maestro Kang Gun Woo bukan Maestro Jung Myung Hwan", kata Gun Woo
Maestro Kang terharu atas ucapan Gun Woo. Gun Woo tersenyum.

Gun woo lebih lagi ingin menganggap Maestro Kang kakaknya, karena Maestro seumur dengan kakak kandungnya.

Suk Ran city orkestra mengadakan pertunjukkan sederhana di lobby gedung seni. Solois nya adalah pemain biola ternama yang mendapat penghargaan international. Para pemain cadangan yang menyaksikan proses gladi resiknya merasa minder terutama Bae Yong Gi. Apalagi karena pemain profesional pun tah kalah mendapa koreksi dari maestro Kang bila permainannya kurang baik. Dari sejumlah pemain cadangan kakek Kim Gab Young lah yang diajak maestro Kang bermain untuk penampili mereka tidak melihat Kim Gab Yong setelah beberapa lama keluar ke toilet. Gun Woo menyusul mencarinya.

Gun woo berhasil menemukan kakek Kim, tapi Gun Woo merasa heran karena Kakek Kim berperilaku aneh. Dia seperti menganggap ini adalah hari pertamanya bekerja di Seoul Orkestra.

"Ini bukan Seoul orkestra ,kita di Suk Ran Kek, dan kakek tidak perlu berbicara sesopan itu padaku", kata Gun Woo heran.
Ternyata kakek sesaat ingatannya seperti kembali ke masa silam. Tanda-tanda penyakit dimentia (kepikunan) yang dia cemaskan mulai muncul. Gun Woo menceritakan keanehan itu pada Rumi.
Tak hanya itu saja saat pertunjukkan sebenarnya berlangsung, kakek tiba-tiba kehilangan konsentrasinya. pandangannya kabru dan dia membunyikan nada yang salah dan mencolok ditengah-tengah pertunjukkan.
Ha Yi Deun yang mengetahui kondisi kakek sanga cemas akan hal itu.

Setelah pertunjukkan itu sukses, walikota ingin maestro Kang mengadakan konser lagi yang lebih besar. Walikota menginginkan SukRan orkestra membaakan komposisi yang banyak diminta masyarakan yaitu Beethoven Symphony no ) beserta choralnya (paduan suara). Maestro Kang sempat keberatan karena jumlah pemain utamanya kurang untuk membawakan komposisi itu lagian dia tidak mempunyai paduan suaranya. Sekertaris walikota mengusulkan agar maestro kang mau menyeleksi lagi para pemain cadangan untuk memenuhi jumlah pemain yang dipersyaratkan untuk membawakan komposisi ini.

Audisi untuk pemain cadangan pun dimulai. Mereka terkejut dan senang bahwa komposisi yang disodorkan untuk mereka mainkan adalah Beethoven Symphony no 9 choral.
Komposisi yang diam-diam mereka latih siang dan malam. Mereka tersenyum-senyum dan pura-pura kaget dengan komposisi yang disodorkan karena begitu sulit. Mereka bisa memainkan komposisi itu dengan baik. Maestro Kang sempat heran, dia lalu mencari informasi, dia jadi tahu bahwa sebulan ini mereka kerap berlaih sendiri. Namun maestro Kang tetap memuji mereka karena dengan hanya berlatih sebulan mereka telah maju pesat. Mereka pun diterima untuk ikut main di konser, kecuali Kakek Kim Gab Young. Rupanya Maestro kang tahu soal desas desus penyakit Kakek Kim, dia juga pernah mendengar pembicaraan Yi Deun dan kakek di toilet saat membicarakan penyakit kakek.

Kakek Kim tidak terima dia menghadap Maestro Kang sendirian. Teman2 lainnya prihatin dan menguping dari luar. Kakek Kim ingin diberi kesempatan ke dua. Jika terbukti salah lagi di baru akan mengundurkan diri. Tetapi maestro Kang tidak mau mengambil resiko dia tetap dalam pendiriannya.
"Aku sekarang lebih baik mengambil pemusik jalanan yang secara fisik sangat baik yang bisa membawakan lagu 10 jam nonstop", kata Maestro Kang.
Kakek kecewa. Maestro kang tidak mau menerima penderita dementia. Tapi Kakek menolak mengakui bahwa dirinya menderita dementia. Ru mi menangis mendengar pembicaraan mereka. Rumi bisa merasakan kesedihan Kakek yang nasibnya tidak beda jauh darinya.

Kakek lalu ke pusat perbelanjaan. Dia memainkan oboenya di sana. Ha Yi Deun cemas melihat kelakuan kakek.
Beberapa teman lalu ikut mengiringi kakek maen musik di jalanan. Tapi setelah 3 jam kakek meminta semuanya pergi.

Ru Mi masuk ke ruangan maestro Kang. Dia melihat maestro Kang sedang tidur beristirahat di kursi malasnya. Dia lalu terbangun. Rumi mengomentari maestro Kang yang tertidur
"Ternyata maestro Kang tampak damai kalau lagi tidur ya. Sebenarnya orang yang damai saa idur itu berhati lembut. Perilaku Anda selama ini hanya topeng bukan, supaya terlihat garang dan idak ada orang yang berani mendekat?" tebak Rumi
Rumi berkata bahwa Kakek Kim sedang mengamen di jalanan.
"Jika Kakek bisa main 10 jam nonstop brarti Maestro Kang akan menerimanya khan ,sebagai orang yang berhati lembut?" pancing Rumi

Gun Woo mengajak maestro Kang makan di luar. Gun Woo ternyata mengajak maestro Kang ke tempat di mana dia bisa melihat sendiri Kakek Kim bermain musik di tempat umum. Maestro Kang penasaran dia akhirnya makan di pelataran di mana dia bisa melihat Kakek Kim main musik.
Mereka duduk di sana cukup lama. Gun Woo berkata bahwa dia sampai bertaruh dengan Rumi bahwa kata Rumi maestro Kang akan menerima Kakek Kim karena sebenarnya maestro Kang punya hati yang lembut. Maestro Kang berusaha cuek sambil minum dan membaca dia sesekali memperhatikan Kakek Kim dan merasa kasian.
Stelah bermain 8 jam Kakek Kim terlihat mulai lelah dan tangannya pegal, dia juga beberapa kali mengganti mouth piece nya. Tapi Gun Woo memuji ketahanan Kakek Kim yang bisa tetap berdiri mantap walau bermain selama 8 jam.

Ketika matahari mulai tenggelam, Kakek Kim diusir oleh petugas di sana karena sudah terlalu lama main dan dirasa menganggu. Kakek Kim dengan memelas terpaksa pindah mencari tempat lain. Saat Kakek Kim akan main di tempat yang baru, ternyata di dekat situ suatu cafe baru saja buka. Mereka meneyetel lagu berirama cepat dengan loud speaker yang keras. tak ketingalan di depan cafe pun beraksi para dancer seksi. Gun Woo dan Maestro Kang mulai cemas, tetapi Kakek tetap konsisten memainkan oboenya. Akhirnya pengelola cafe itu pun muncul, dia terganggu akan permainan Kakek di dekat tempat bisnisnya. Kakek memohon bisa main 30 menit lagi karena dia punya janji dengan seseorang (janji unuk main 10 jam).
"setelah 30 menit saya akan bermain di dalam tanpa menerima bayaran", pinta kakek
Tapi pengelola itu tidak peduli dia bahkan mengejek musik klasik bisa menghilangkan selera orang minum bir di barnya dia lalu menendang wadah oboe kakek dan memanggil anakbuahnya untuk mengusir kakek. Maestro Kang geram mendengar musik klasik dan pemainnya dilecehkan begitu. Tak disangka oleh Gun Woo, Dia maju menghadapi orang-orang itu. Maestro Kang juga berkata bahwa Kim Gab Young ini adalah pemain oboe utamanya di orkestra.
Maestro Kang balik akan mengadukan pengelola kafe yang menggunakan musik dan penari untuk menarik pelanggan. Anak buah pengelola cafe itu maju menghadapi maestro Kang, tapi Gun Woo sudah siap membantu. Dia langsung beraksi memiting lengan orang tersebut dan menghubungi temannya di kepolisian (keren dong jagoannya ari hihihi).

Maestro Kang lalu bicara Bahwa Kakek baru bermain 9 jam 35 menit. Namun maestro kang menyuruh Kakek cepat isitrahat karena besok kakek harus datang latihan.
Gun Woo dan Kakek lega maestro Kang menerima Kakek lagi.

Hari itu latihan pertama bagi para pemain cadangan bergabung dengan tim inti. Tim inti langsung dibagikan partitur baru. Maestro Kang memina semuanya memainkan bagiannya masing-masing. Para pemain inti yang baru mendapat partitur itu banyak dikritik maestro Kang karena tidak tepat memainkannya. Sedangkan Rumi dan teman-temanya hari itu lolos dari kritikan.

Malam hari maestro Kang menghubungi Rumi, dia ingin besok Rumi datang ke tempatnya. Dia ingin rumi memperbaiki buku partiturnya karena jilib bukunya rusak dan halamannya tercecer. Rumi berkata bahwa besok dia sudah ada janji jalan dengan Gun Woo. Rumi menawarkan diri untuk datang saat itu juga. Sambil memperbaiki jilid buku yang rusak, Ru mi memperhatikan Maestro Kang yang sedang mempelajari partitur musik. Walau tidak dimainkan Rumi bisa menebak komposisi apa dan bagian mana yang dipelajari maestro Kang.
"Aku ini bisa telepati, bi a mendengarkan musik yang ada di kepalamu", kata Rumi bangga. Tapi sebenarnya sekarang RUmi yang bangga pada maestro Kang, dia menuliskan kata the best di halaman depan buku maestro Kang.

Esok harinya Rumi dan Gun Woo berkencan.
Telinga Rumi sempat berdenging, tapi kemudian normal lagi. Lalu ditengah jalan mereka tak sengaja berpisah.
Mereka berdua saling mencari tapi malah berselisih jalan. Saat Rumi melihat Gun Woo tiba-tiba sakit kepalanya kambuh telinganya berdering kencang. Dia tiba-tiba berhenti saat menyebrang jalan dan tidak melihat ada kendaraan lewat.

Gun Woo tak berhasil menemukan Rumi. Dia cemas dan bingung, dia lalu pulang ke rumah. Dia bertanya pada maestro Kang
"Apa Rumi mampir kemari?", katanya panik. Maestro Kang meminta Gun woo tenang dan bercerita apa yang terjadi.
"Rumi kembali merasakan telinganya berdering. AKu kehilangan dia dan dia tidak meneleponku", kata GUn Woo masih panik. HP Rumi rusak sejak dia tenggelam di danau. Tapi Maestro Kang masih cuek
"Telinganya memang begitu dia khan hampir tuli, nanti juga dia pasti menelepon".

Sejam sudah berlalu, belum ada kabar dari Rumi. Kali ini maestro Kang mulai cemas juga. Dia menanyakan nomer telepon kosan Rumi. Pada saat itu Gun Woo tiba-tiba curhat.
"Yang maestro katakan bahwa kita paling sulit menilai diri kita sendiri, itu benar, aku sekarang baru mengetahuinya. Dulu aku menilai dia (Rumi) cantik dan menawan. tapi saya menyadarinya saat dia tidak di sisiku.
Rumi menempati tempat istimewa di hati saya"

Maestro Kang tertegun mendengarnya (
ngerasa keduluan atau apa nih)

Gun Woo kembali mencari Rumi berkeliling kota naik mobil. Rumi ternyata saat kepalanya sakit dia sempat pingsan. Pengendara mobil yang hampir menabraknya lah yang membawanya ke rumah sakit. Dari orang itu Rumi diberitahi bahwa dia pingsan selama 90 menit. Rumi sadar Gun Woo pasti bingung mencarinya dia lalu mencari telepon umum. Maestro Kang menghubungi Gun Woo yang tengah mencari Rumi, dia menanyakan perkembangan terakhir. Maestro Kang juga berkata Rumi tak datang ke tempat latihan.
"Aku benar bisa gila kalau begini", kata Gun Woo
"Gun Woo tenanglah, lapor saja ke polisi", saran maestro Kang
Lalu tak sengaja Gun Woo melihat Rumi di telepon umum. Tanpa sempat menutup telepon dia langsung membanting setir dan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. dia turun dari mobil dan lari melompat pagar pembatas menghampiri Rumi (macho banget dah).
"Kamu pergi kemana tadi, aku pergi ke sana kemari mencarimu", kata Gun Woo
Gun Woo langsung memeluk Rumi erat.
"Gun Woo malang, pasti kamu cemas sekali ya, maafkan aku ya", kata Rumi menenangkan Gun Woo
"Saya pikir saya hampir mati, aku rasanya tak sanggup bernafas", ujar Gun Woo
Maestro Kang mendengar pembicaraan itu semua dari telepon yang belum dimatikan. Dia kembali tertegun.

Rumor mengenai Kakek Kim yang menderita dementia juga menyebar ke pemain inti. Mereka mulai merasa kecewa apalagi sikap Kang Ma Eh yang kerap mencerca mereka tak kenal sopan santun. Maestro Kang datang dan kembali memimpin latihan. Lagi-lagi dia tidak puas karena banyak pemain yang rasanya bermain di luar standarnya. Seorang pemain berdiri dan mengajukan protes
"Jika ada yang berdiri lagi, aku suruh keluar!", tegas Maestro Kang.
Maestro Kang juga tak segan-segan memarahi pemain biola utama (concert master). Hal ini kembali memicu protes pemain inti.
Latihan lalu dilanjutkan. Maestro Kang tidak puas dan kembali marah-marah. Dia mengatakan latihan sampai harus dilanjutkan sampai tengah malam. Pemain clarinet yang membuat kesalahan yang tidak perlu langsung diusir maestro Kang keluar. Temannya berdiri protes membelanya.
"Aku sudah katakan tadi yang berdiri lagi juga harus keluar! Ayo keluar!", ujar maestro Kang marah
Concert Master tak sabar lagi dengan perlakuan maestro Kang pada teman-temannya. Dia lalu mengajak teman-temannya pergi.
"Masuknya pemain tak berpengalaman, Konduktor yang tidak bisa mengontrol lidahnya, sudah di luar batas toleransi kami", kata concert master "Kita lihat apa tetap ada konser pertama dengan hilangnya separuh pemain", tantang concert master sambil beranjak pergi.
Satu persatu pemainnya beranjak pergi sampai tinggal setengahnya.
Maestro Kang hanya diam menahan kesal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar