Selasa, 31 Agustus 2010

Pastikan Dia Jangan Menunggu (Part 7-Tamat)

glitter-graphics.com

Title : Pastikan Dia Jangan Menunggu
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 7 Part (Part 7-Tamat "Pastikan Dia Jangan Menunggu")
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 16 Agustus 2010, 03.44 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Yoon Eun Hye
Song Hye Gyo
Rain Bi
Park Hae Mi (Min Ho’s Mother)
Kim Ja Ok (Ye Jin’s Mother)
Kim Young Ok (Kepala Rumah Tangga Keluarga Lee Min Ho)


Pastikan Dia Jangan Menunggu
Created By Sweety Qliquers

Part 7-Tamat
Pastikan Dia Jangan Menunggu


"Seharusnya Kak Lee Min Ho tidak perlu repot-repot begini. Sampai mengantarkan segala. Aku sudah minta tolong Song Hye Gyo."

"Song Hye Gyo datang kemarin. Tapi aku katakan, ingin aku antar sendiri."

"Ada yang penting?" Son Ye Jin duduk di hadapan Lee Min Ho. Menatapnya.

"Kalau tidak penting, tidak boleh menemuimu?"

"Bukan begitu. Biasanya Kak Lee Min Ho kan...."

"Tidak pernah mencarimu, apa lagi sampai ke rumah?" potong Lee Min Ho tersenyum. "Selama ini aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, ya?"

"Tak apa. Melukis toh bukan hal yang jelek."

"Bukan itu. Maksudku...."

Son Ye Jin menunduk. "Aku mengerti."

"Seharusnya aku bisa lebih memahamimu."

"Tidak perlu. Pahami saja keinginanmu." Son Ye Jin menelan ludah pahit. "Sudah terima amplop coklat yang kutitipkan?"

"Ya."

"Rain Bi bilang, itu panggilan kerja untuk Kak Lee Min Ho."

Lee Min Ho mengangguk. "Pertambangan minyak di Batam-Indonesia."

"Kau mau menerimanya?"

"Menurutmu bagaimana?"

"Aku tidak punya pendapat untuk itu." Son Ye Jin menggeleng. "Kenapa tidak bertanya pada Yoon Eun Hye?"

"Yoon Eun Hye?" Lee Min Ho memajukan tubuhnya. "Karena kau melihatku memeluknya?"

"Sebenarnya bukan hanya itu."

"Apa lagi?"

"Aku tidak ingin membicarakannya."

"Kau belum tahu secara pasti bagaimana aku dengan Yoon Eun Hye. Kenapa langsung memutuskan?"

"Itu masalah pribadimu. Kenapa aku harus tahu?" elak Son Ye Jin. "Kenapa harus dibicarakan padaku?"

"Karena kau tersangkut di dalamnya."

"Aku?" Son Ye Jin tertawa. Pahit. "Aku bukan apa-apa."

"Kalau kau bukan apa-apa, dia tak akan cemburu. Yoon Eun Hye bukan tipe orang yang bisa menyerah begitu saja sebelum bertanding."

"Tidak perlu ada pertandingan. Toh memang sudah ada pemenangnya."

"Kau!" Lee Min Ho mengultimatum. "Kaulah pemenangnya!"

"Pembicaraan apa ini? Apa yang sedang kau bicarakan, aku tidak mengerti!" Son Ye Jin bangkit. Bagaimana dia bisa tahan duduk berhadapan begitu dan membiarkan Lee Min Ho mempermainkan perasaannya, mengobrak-abriknya?

"Duduk, Son Ye Jin. Aku belum selesai."

"Apa lagi?!"

"Aku diwisuda besok."

"Lalu?"

"Mau mendampingiku?"

"Kenapa tidak minta pada Yoon Eun Hye?"

"Yoon Eun Hye lagi, Yoon Eun Hye lagi!" Lee Min Ho menggeleng kesal. "Aku minta padamu! Bukan Yoon Eun Hye!"

"Apa yang kau inginkan sebenarnya?"

"Waktu Yoon Eun Hye meminta kembali, aku tidak tahu kenapa tidak ada lagi yang bisa kuberikan padanya. Di hatiku sudah tidak ada namanya lagi. Di hatiku hanya ada kau...."

Son Ye Jin menggeleng.

"Aku bukan apa-apa bagimu. Aku bukan apa-apa...."

"Karena aku tidak pernah membalas semua yang kau berikan?"

"Memang tidak harus, kan?"

"Son Ye Jin, waktu kau ke paviliun saat itu...."

"Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu tentang alasan memeluk Yoon Eun Hye seperti itu. Itu urusanmu."

"Urusanmu juga." Lee Min Ho menatap tajam. "Aku perlu menanyakan ini, Son Ye Jin. Sebelum kuputuskan ke Batam atau tidak."

"Kau akan ke Batam?" Son Ye Jin menatap Lee Min Ho tanpa menyadari matanya menyimpan kepanikan.

"Tergantung jawabanmu."

"Aku?"

"Ya, bukan Yoon Eun Hye! Aku mohon, jangan bicarakan dia lagi. Kita sedang mendiskualifikasikan dia." Lee Min Ho menarik napas sejenak. "Kau ingin aku pergi ke Batam dan terikat kontrak yang memisahkan kita begitu lama?"

Son Ye Jin tak tahu harus menjawab apa. Kalau menuruti kata hatinya, maka dia ingin menjawab tidak.

"Apa kau ingin pergi?"

"Bagiku, kerja di manapun sama saja kalau tidak ada dirimu. Tapi kalau ada kau, kupilih kerja di sini. Sudah ada perusahaan lagi yang menawariku. Kalau kau ingin kita tidak berpisah, minta aku jangan pergi!"

Son Ye Jin mendongak. Menatap hitamnya mata Lee Min Ho yang bagus.

"Aku tidak ingin kau pergi," ucapnya pelan. "Aku...."

Lee Min Ho menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

"Aku tak akan pergi," jawabnya pasti. "Aku tak akan pergi!"


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar