Kamis, 26 Agustus 2010

Beethoven Virus (Episode 6)

Beethoven Virus's picture

Maestro Kang datang pada acara jamuan makan malam dengan anggota orkestranya. Para anggota tidak sabar ingin menunggu kabar gembira dari maestro Kang sehubungan dengan pembentukan Suk Ran City Orkestra.
Maestro Kang pertama-tama mengucapkan terimakasih karena penampilan pemusik kemarin jauh di luar perkiraannya semula. Maestro juga mengatakan bahwa dia menerima tawaran untuk membentuk orkestra permanen di kota ini. Semua pemain bersorak dan bertepuk tangan menyambut keputusan Maestro Kang.
Maestro Kang mengucapkan terimakasih dan tersenyum (
dia jarang senyum klo senyum harusnya kita curiga!)

"Terimakasih atas sambutannya yang besar. Saya harap semua orang di sini dapat mendukung orkestra saya dan menonton pertunjukkannya", kata Maestro Kang tersenyum.
Para pemain mulai merasa aneh dengan perkataan maestro Kang. Dan bertanya mengenai maksud perkataan maestro Kang (getok aja kepalanya!)
"Orkestra ini akan dibentuk dari para musisi terbaik di negeri ini. Apakah kalian semua berharap termasuk dalam orkestra ini? Bukankah kalian semua adalah pemusik amatir?"
"Tapi bukankah orkestra ini dibentuk karena melihat hasil pertunjukkan kita hari ini?", kata mereka protes
"Orkestra ini akan menjadi orkestra saya. Dan saya akan memastikan bahwa para pemainnya adalah pemusik terbaik. Apakah ini sulit dimengerti? ", kata mestro Kang nyebelin
"Kalian semua telah berusaha keras sampai hari ini. oleh karena itu pada pertunujukkan saya nanti, kalian semua akan saya beri tiket discount" ujar maestro kang sambil ngeloyor pergi

Bae Yong Gi kesal. tapi kakek dan bibi Jung menahannya. Du Ru Mi mengejar maestro Kang.
Dia berkata terus terang bahwa mereka semua marah mendengar pernyataan maestro kang yang sombong itu.
"Beri kami kesempatan sekali lagi untuk ikut audisi", tawar Du Rumi
"Boleh saja ikut audisi tapi saya sudah hafal benar dengan kemampuan kalian semua yang membuatku mual itu", kata maestro
"Tapi konser kita khan berhasil sukses", balas Ru Mi
"Menurutmu karena apa? karena berkat yang turun dari langit? karena arwah mozart? itu tentu karena pengarahanku yang baik", kata maestro sombong
Maestro lalu berkata bahwa mungkin dia bicara terlalu kasar tapi orang baik seperti Jung Myung Hwan pun mungkin akan menolak kalian secara baik-baik.
"Maksudnya tetap sama, karena level standard kalian tidak masuk. jadi lebih baik kukatakan terus terang sekarang. Apalagi untuk pemusik yang nyaris tuli sepertimu", sindir Kang
Ru Mi menyangkal bahwa hilang pendengarannya hanya saat itu. Maestro curiga itu awal tanda ketulian
"jika tidak percaya kau hubungi seorang dokter. Kau berikan hasil testnya padaku, jangan bohong karena dokter itu temanku", kata Maestro sambil memberikan nama dokter temannya itu



Suatu Hari Ru Mi menemui dokter yang direkomendasikan maestro Kang.
Dokter menanyakan apa dia tidak mendengar. Ru Mi menceritakan kejadian waktu konser dan sakit kepala yang sering di deritanya. Tapi ru mi percaya dia baik-baik saja.
Ru Mi diperiksa secara seksama termasuk melakukan CT scan..
Pulang dari klinik ,Rumi terlihat kesal, dia lalu bertindak nekad ingin membuktikan pendengarannya. Dia sengaja menutup muka dan telinganya dan berhenti jongkok di tengah jalan. KOntan saja dia diklakson oleh mobil yang akan lewat. Ru mi mendengar bunyi klakson.
"Aku masih bisa mendengarkan padahal", celetuk Ru Mi kesal.

Suatu malam beberapa mantan pemain orkestra berkumpul minum-minum bersama. Mereka penasaran dan berharap bisa ikut audisi. Namun audisi ini tampak dirahasiakan. Bae Yong Gi berusaha mencari informasi tapi belum berhasil. Kakek Kim Gab Young akhirnya bicara bahwa dia ditelepon Maestro Kang untuk audisi tapi karena tidak setuju dengan cara maestro Kang, kakek Kim menolak ikut audisi. Tak lama kemudian, HP GUn Woo berbunyi. Dia ternyata menerima telepon dari Maestro Kang yang mengajaknya untuk ikut audisi.
"Ini audisi untuk pemain terompet bukan untuk konduktor, kau harus belajar membaca partitur musik lagi ya"
Teman-temannya berusaha menguping, Gun Woo juga merasa tidak enak karena teman-teman yang lain tidak ditelepon, dia menjawab telepon dengan ragu dan terbata-bata.
"Mengapa kau tak mengucapkan terimakasih dan bilang akan berusaha?", desak maestro Kang
"Terimakasih saya akan berusaha dengan baik", jawab Gun Woo ragu
"Tolong jangan katakan pada teman-temanmu terutama Ru Mi saya tidak mau mereka datang dan memohon-mohon padaku ingin ikut audisi", kata maestro Kang.

Ru Mi memberi saran agar Gun Woo tak usah ragu ikut audisi walau bebeapa teman lainnya agak iri.
"Kapan dan di mana audisinya?"tanya Ru Mi
"Maestro Kang memintaku untuk merahasiakannya darimu", kata Gun Woo ragu
Bae Yong Gi tersinggung, dia langsung pergi Ru Mi mengejarnya dan berusaha menenangkannya. Paling tidak GUn Woo telah kehilangan pekerjaannya gara-gara ikut konser yang lalu.
Rumi lalu menerima sms dari Gun Woo
"
Audisinya hari rabu depan tetapi tempatnya belum diumumkan"

Maestro Kang hari itu sibuk mempelajari berkas-berkas para pemain musik di kantor pemerintah. Dia pulang larut. Dia melihat seseorang yang mencurigakan dan berusaha membaca-baca dokumen dikegelapan. Orang itu ternyata Ru Mi , dia berusaha mencari informasi tempat audisi.
Maestro Kang nekad akan memanggil keamanan jika Ru Mi tidak bisa memberikan alasan yang kuat mengapa dia di sana.
Ru mi berkata terus terang dia ingin ikut audisi, selama ini dia gagal masuk orkestra sehingga minder, tapi menutupinya dengan banyak alasan. Dia ingin kali ini berusaha sungguh sungguh dan ingin mendapat kesempatan lagi
"Mengapa kau ini begitu keras kepala. Kau bisa merasa terperosok lebih dalam lagi", kata maestro Kang
Akhirnya maestro Kang mencatatkan waktu dan tempat audisi.

Senior Rumi pemain kontra Bass, Park Hyuk Kwon juga mendapatkan sms untuk panggilan audisi. kebetulan istrinya yang menerimanya. dia menelepon Ru mi tentang kebenaran berita itu. Istrinya berusaha membujuk suaminya tetapi Park Hyuk Kwon masih menolak. Istrinya sebenarnya khwawatir karena suaminya sudah sangat stress dipekerjaannya apalagi karena kini jabatannya diambil oleh juniornya.
Lama-lama di kantor Park Hyuk Kwon tak tahan dengan kesombongan dan kekurangajaran juniornya itu. Dia lalu memutuskan ikut audisi.

Kakek Kim mencari Ha Yi Deun, dia datang ke warnet tempat Ha Yi Deun biasa chatting dan ikut chatting menyamar sebagai laki-laki yang akan memberinya apa saja. Ha Yi deun senang, dia kaget begitu mengetahui laki-laki itu adalah kakek. Kakek mentraktirnya makan. Dia juga menyayangkan sikap Yi Deun yang melupakan cita-citanya menjadi pemain flute legendaris. Yi Deun karena lelah dengan hidup kekurangan sehingga tidak bisa bersekolah lagi, kali ini hanya ingin bertekad mencari uang agar menjadi orang kayaraya.
"Lalu jika kau sudah menjadi kayaraya untu apa uang itu?" tanya kakek
"AKu akan membuat yayasan agar anak berbakat musik tapi miskin bisa bersekolah dan bersekolah musik bahkan sampai ke luar negeri", kata Yi Deun sedih
"Kalau begitu bagaimana kalo flute mu in iaku patahkan saja sebagai simbol bahwa kau kini tidak ingin menjadi musisi lagi dan hanya ingin menjadi orang kaya", tantang kakek
Yi Deun merasa ditantang. Dia juga berteriak nekad meenyuruh kakek merusak flutenya. Kakek tapi masih diam. Yi Deun lalu mengambil flutenya dan memukulkannya ke tiang listrik di dekatnya.
Yi Deun kemudian menangis sejadi-jadinya.
Kakek lalu menasehatinya, dia juga memberikan undangan tentang kejuaraan yunior untuk pemain flute
"Hadiahnya bisa mendapat beasiswa sekolah musik. Jangan sampai julukan pemain flute legendaris jatuh ke tangan orang lain, Aku tahu kau mampu berusahalah dengan keras"

Hari audisi yang ditunggu sudah tiba. Du Rumi dan teman-teman telah menunggu di luar ruangan. Mereka tidak sabar menunggu kesempatan diijinkan ikut audisi. Park Hyuk Kwon dan Gun Woo pun ikut audisi. Jurinya adalah maestro Kang sendiri beserta seorang musisi lain
(musisi itu ternyata konduktor yang sesungguhnya, dia yg ngajarin sukkie dan Kim Myung Min aka Oom kang berperan jadi konduktor)
Gun Woo memainkan terompetnya sebaik-baiknya. Bunyi musik yang jernih terdengar mengalun dari terompetnya. Maestro Kang lalu iseng menanyakan pertanyaan yang pernah Gun Woo tanyakan padanya saat sekolah dulu.
"Jika Musik klasik adalah ... apa isinya?", tanya maestro
Gun Woo tersenyum dia kali ini tidak menganggap bahwa musik klasik adalah kotoran anjing lagi
"Musik klasik adalah tidak hanya orkestra tapi kurasakan sebagai berbahagia untuk memainkan sesuatu bersama-sama", jawab Gun Woo

Ru Mi dan teman-teman diijinkan oleh Maestro Kang, masuk untuk menyaksikan proses audisi. Gun Woo rasanya berhasil lolos seleksi.Ru Mi ikut senang. Semua yang ikut audisi adalah para profesional.

Sebagian besar berprestasi dan dengan kemampuan bermain musik yang mencengangkan. Beberapa di antara anggota lama satu persatu mundur karena merasa minder. Hanya tinggal Ru Mi, dan beberapa orang teman yang tersisa. Para pemain orkestra lama yang masih tersisa diberikan kesempatan audisi yang terakhir. Mereka walau malu berusaha tampil sebaik-baiknya.

Setelah semua selesai, Maestro Kang memanggil mereka semua.
"Semua profesional yang kupanggil mendapatkan nilai rata-rata 7.2", kata Maestro Kang
Maestro Kang lalu membacakan nilai mereka satu persatu , paling tinggi Ru Mi hanya 2.9 dan paling rendah Bae Yong Gi yang hanya mendapat nilai 1.1 poin

Du Ru Mi makan siang bersama Kang Gun Woo muda. Ru Mi terlihat sedang frustasi karena kegagalannya, dia makan banyak dan lahap. Gun Woo sampai memberikan juga jatah makanannya untuk Ru Mi.
(cewe korea ko suka ga malu ya makan banyak di depan cowo trus ngambil bagian cowonya lagi, coba klo cewe indonesia, laper juga bilang lagi diet hehe).

Gun Woo menghibur Ru Mi, dia berkata masih ada tahun depan di mana banyak orkestra pasti membuka audisi.
"1 tahun terlalu lama, aku hanya punya waktu 4 bulan lagi", kata Ru Mi datar
Gun Woo tak mengerti ucapan Ru Mi. Ru Mi lalu bercerita tentang penyakitnya. Ru Mi ternyata punya tumor diotaknya. Jika tumor itu nanti diambil pendengarannya akan rusak. Dia masih ada waktu maksimal 4 bulan lagi untuk operasi.
Gun Woo syok, tapi dia juga marah karena Ru mi malah terlihat tenang-tenang saja
"Ayo keluar, masa kamu masih bisa makan dalam keadaan seperti ini!", paksa Gun Woo

Ru Mi dan Gun Woo lalu berbincang di dekat air mancur (
tempat romantis nih). Ru Mi menjelaskan walau tumornya diangkatpun pendengarannya tetap akan terganggu (alias nyaris tuli)
"Maka selagi masih bisa mendengar aku akan bisa bertahan selama mungkin sampai sekuatku bisa menahannya", kata Ru Mi.
Gun Woo prihatin mendengarnya. Dia menanyakan kemungkinan pengobatan lain. Tapi Ru Mi malah terlihat tegar dia tetap bersyukur, karena lebih banyak yang terkena tumor jauh menderita bahkan meninggal.
Gun Woo cemas melihat Ru Mi tidak tampak bersedih. Ru Mi berkata kadang dia ingin menangis tapi airmatanya tidak keluar. Rumi minta keadaannya ini dirahasiakan dari maestro Kang. Ru Mi ingin main di orkestra mumpung dia masih bisa mendengar. Gun Woo bersimpati akan keadaan juga ketegaran Rumi. Gun Woo mengulurkan tangannya pada Ru Mi,
Ru Mi pun lalu memegang tangan gun woo. Mereka duduk bergenggaman tangan.

Di rumah, Gun Woo mencoba membicarakan sesuatu pada maestro kang
"Apakah tidak ada jalan lagi bagi para pemain lama walau hanya sebagai pemain pengganti (cadangan) di orkestramu?", usul Gun Woo
"Apa bedanya dengan pemain tamu?", tanya Maestro
"Mereka selalu siap tetapi tidak perlu dibayar reguler. Mereka juga bukan pemain tetap jadi bisa daang atau pergi kapan saja.", kata Gun Woo
"tapi kau juga tahu khan bagaimana kualitas permainan mereka, apalagi Ru Mi yang nyaris tuli"
"Ru mi katanya sudah periksa dan hasilnya baik", kata Gun Woo berbohong
"Yah, selama tidak menambah budget itu bagus juga", kata maestro Kang datar.

Para pemain lama bertemu mereka membicarakan kemungkinan yang mereka dapatkan sebagai pemain pengganti. Dari pemusik yang direkrut oleh maestro Kang untuk orkestranya mereka mengetahui maestro Kang hanya menyiapkan formasi 2 orang untuk masing-masing alat tiup. Formasi ini yang sering dipakai untuk lagu dari jaman klasik yang banyak ditulis oleh Haydn dan Mozart.
"Namun bahkan Beethoven pun menggunakan formasi 3 orang untuk masing-masing alat tiup. Jika maestro Kang ingin memilih dari jaman romantik seperti yang disukai kebanyakan orang korea, maka diperlukan minimal formasi 3-4 orang untuk masing-masing alat", kata kakek Kim.
Mereka jadi optimis bahwa suatu saat mereka akan ikut bermain.

Suatu malam Kang Gun Woo junior tidak bisa tidur, dia memikirkan saat-saat indahnya saat bermain musik bersama Ru Mi. Juga hangatnya kebersamaan dengan pemain-pemain orkestra lamanya.

Hari pertama latihan tiba. Maestro Kang tiba dan disambut oleh tepung tangan para anggotanya. Pada sambutannya maestro Kang menegaskan bahwa yang tidak siap berusaha keras silakan pergi. Dan dia juga menetapkan bahwa tiap hari bagaikan audisi.
"Siapa yang tidak tampil baik akan diganti oleh pemain lain", tegas maestro Kang.
Maestro Kang lalu mencari Gun Woo yang tampak belum hadir di sana.
ak lama kemudian pintu belakang terbuka. Masuklah Du Rumi dan beberapa orang temannya dari orkestra lamanya. Maestro Kang baru menyadari bahwa mereka inilah pemain pengganti yang ditawarkan Gun Woo waktu itu. Dan yang paling terakhir muncullah Gun Woo. Maestro Kang menyuruhnya cepat duduk dan bergabung. Namun dengan penuh percaya diri Gun Woo berkata pada maestro Kang
"Saya adalah milik mereka. Dengan mereka inilah saya ingin bergabung", kata Gun Woo dengan senyum penuh kemenangan (cakep banget senyumnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar