Kamis, 26 Agustus 2010

Beethoven Virus (Episode 11)

Beethoven Virus's picture

Episode 11 ini diawalai dengan adegan saat Gun Woo mengulurkan setangkai bunga mawar pada Du Rumi. Teman-teman mereka menyorakinya. Namun Du Rumi tidak mengambil bunga itu. Dia hanya mengucapkan terimakasih dan terdiam mematung, lalu menangis sampai air matanya bercucuran karena merasa bersalah.
Beberapa sahabatnya membawanya pergi untuk menenangkan diri.

Kang Gun Woo junior akhirnya menyadari apa yang terjadi. Rumi tidak bisa menerima cintanya lagi. Gun Woo melihat Kang Ma Eh turun dia seperti menyadari sesuatu. Dia lalu menjatuhkan bunganya dan pergi menghindar dari sana. Kang Ma Eh menangkap lengannya dan menahannya. Gun Woo menatap Kang Ma Eh dengan tajam. Dia akhirnya bisa kesimpulan apa yang terjadi akhir-akhir ini.
Mulai dari Rumi pernah ketahuan mandi di rumahnya, maestro kang bilang Rumi ingin mengenalnya, sampai terakhir Maestro Kang berkata bahwa Rumi menyukai dirinya bukan Gun Woo (junior). Maestro Kang tiba-tiba merasa tidak enak dengan tatapan Gun Woo itu.

Bibi Jung Hee Yun dan sahabatnya membahas hal tadi dengan Du Rumi. Mereka ikut bingung dan kasihan pada Gun Woo tetapi tidak bisa memaksa perasaan Du Rumi. Gun Woo lalu menemui Rumi, mereka bicara berdua.
Du Rumi merasa menyesal.
"Tidak perlu merasa terlalu bersalah, kita juga bukan bertunangan dan belum berpacaran bertahun-tahun", kata Gun Woo (pasti hatinya sakit). Gun Woo memegang sejenak bahu Rumi, lalu berbalik pergi.
"Apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkanku?" sahut Rumi menghentikan langkah kaki Gun Woo



"sebagai temankah?" tanya Rumi
Tapi Gun Woo terlihat tersinggung
"Hal itupun terlalu berlebihan untukku", kata Gun Woo pergi dan tak berbalik lagi.

Malamnya saat Gun Woo akan pulang, dia merasa tak sanggup pulang ke rumah dan bertemu dengan Maestro Kang. Di lain pihak maestro Kang menunggu Gun Woo pulang dengan cemas, dia telah menyiapkan wine untuk Gun Woo. Namun Gun Woo lalu mengirimkan sms pada Kang Ma Eh bahwa dia tidak bisa pulang malam itu.

Berita tentang merebaknya isu kehilangan uang Rakyat yang melibatkan Rumi juga mengenai kualitas para anggota orkestra sampai juga ke telinga walikota. Walikota takut jika isu itu menyebar akan menyeret namanya nanti. Maestro Kang protes walau RUmi sempat kehilangan uang karena ceroboh, dia telah membayarnya dengan memberikan keuntungan yang lebih besar dari hasil konser itu (
Rumi waktu itu pernah menyerahkan uang konser ke seseorang yang ternyata penipu).
Maestro Kang bicara dengan walikota bahwa bagaimanapun dia tidak mau ada orang yang menyentuh anggotanya.Maestro kang menyuruh walikota menyelesaikannya secara politik dan mengancam akan melaporkan waliota jika dia berani melaporkan dan mengkambing hitamkan Du Rumi. Namun walikota balik mengancamnya bahwa politik ini adalah hidupnya seperti musik berarti hidup bagi Maestro Kang.


Saat Maestro Kang keluar dari kantor walikota, dia terkejut karena Gun Woo tak disangka muncul juga menjemputnya. Dia bahkan ingat bahwa sekarang saatnya Maestro Kang kontrol lagi ke rumah sakit untuk mengganti perban lengannya. Di kursi tunggu rumah sakit mereka lalu berbicara
"Kamu sudah bicara dengan Du Rumi?", tanya maestro Kang
Gun Woo mengangguk
"Pada akhirnya yang Rumi sukai adalah Anda", kata Gun Woo perih (Gun Woo coba datang mba Ai klo lg sedih wkwkwkw)
"Tak usah dipikirkan, paling itu hanya seperti murid yang suka pada gurunya", kata maestro kang merasa tidak enak.
"Tapi yang paling aku cemaskan kasian jika Rumi kembali mengalami dilema lagi"
Maestro Kang lalu ditangani oleh perawat. Luka di lengannya sudah membaik, namun hatinya sakit. Berada di tengah-tengah antara Gun Woo dan Rumi dan tidak tahan melihat muridnya Gun Woo patah hati.


Du Rumi berusaha menghilangkan perasaan cinta, kesal dan sakit hatinya pada Maestro Kang. Dia melampiaskan semuanya dengan berolah raga aerobik sampai dirinya kepayahan.


Suatu waktu Maestro Kang tengah mengajak anjingya thoven berjalan-jalan. Di tengah jembatan dia berpapasan dengan Du rumi yang sedang menuntun sepedanya.
"Kamu hendak ke mana?", tanya maestro Kang
"Mau pergi merenung. mengapa aku bisa jatuh cinta pada pria jahat, kejam juga egois. bahkan yang lebih tua hampir 15 tahun dariku, lelaki tual!", sahut Du RUmi kesal
"Aku akan mencelupkan kepalaku ke laut sebelah utara yang dingin untuk menjernihkan kepalaku ini", tambah DU Rumi
"Kamu sebaiknya pergi saja ke pavillion Morning", kata Maestro Kang cuek "Kau bisa melihat matahari terbit, mengirup udara untuk menjernihkan hati dan pikiranmu", kata maestro kang sok (perasaan dia yg kepalanya harus dicelup ke es!)
"Aku akan terus meneleeponmu tiap waktu. tak perlu kau angkat.aku hanya ingin menerormu siang dan malam. awas klo kau sampai angkat teleponnya!"
Du Rumi lalu berjalan pergi.
"Lalu kapan kau menyerahkan surat pengunduran dirinya, saat kau kembali?", tanya Maestro Kang
"Aku tak kan kembali, aku akan pulang kampung. surat pengunduran diriku sudah ku kirimkan via pos", kata Du Rumi.

Du Rumi pergi menjauh, meninggalkan maestro Kang sendirian mematung dan merasa menyesal.
"Thoven, paling tidak ucapkanlah selamat tinggal padanya", katanya berbicara sendirian pada anjingya.

Walikota mulai bertindak untuk menekan Maestro Kang, dia mulai menyerang orang-orang di sekeliling maestro Kang. Tanpa alasan yang jelas walikota memecat senior Park pemain kontra bass dari grup orkestra. Senior Park kesal dan melakukan protes langsung pada Kang Ma Eh. Kang Ma eh sendiri terkejut dia tak menyangka walikota berani menyentuh anggotanya. Park Hyuk Kwon panik dan marah-marah, Gun Woo berusaha menenangkannya.

Malam hari di rumah Maestro Kang menceritakan masalah yang terjadi pada Gun Woo. Dia juga bercerita detil tentang kasus yang bisa melilit Du Rumi. Mereka sama-sama khawatir akan hal ini.

"Padahal aku telat memecat Rumi. Tapi dia masih bisa dituntut hingga 3 tahun penjara. Kalau itu terjadi dia akan kehilangan pendengarannya di dalam penjara", lirih Maestro Kang sedih.
Mereka berdua lalu sama-sama sedih membayangkan hal itu. Gun Woo melangkah gontai ke kamarnya. Maestro Kang berusaha menghilangkan kegundahannya dengan bermain piano.

Setelah lama bermain piano, maetro Kang mulai mendapat teror
miscall dari Du Rumi. Dia tidak mengangkatnya hanya melihat dengan sedih. Maestro Kang lalu duduk berpikir dan merenung.
Dia duduk di sana semalaman sampai pagi. Pagi hari saat Gun Woo turun dari kamarnya dia kaget melihat Maestro Kang yang sepertinya tidak tidur semalaman. Maestro Kang lalu bicara dan berpesan singkat pada Gun Woo
"Teman-temanmu, kau yang tangani mereka"

Maestro Kang terpaksa harus bertidak sekarang. Melawan orang-orang politikus dia tentu harus memakai cara yang biasa mereka lakukan. Dia janji bertemu dengan walikota dan pada saat yang sama dia juga mengajak rival politik walikota yang telah mengancamnya juga bertemu. Maestro Kang mengeluarkan bukti yang dia punya bahwa politikus itu juga tersangkut skandal yang jauh lebih besar dari sekadar 300 juta. Masalah dengan politikus akhirnya selesai. Tinggal masalah dia dengan walikota. Maestro Kang lalu meminta jika pemain cadangan yang rata-rata belum berpengalaman itu berhasil dalam festival musik mendatang, walikota harus berjanji menerima mereka lagi tanpa syarat.

Sekertaris walikota menemui para pemusik orkestra. Dia mengumumkan keputusan walikota yaitu menaikkan jabatan anggota yang berhasil namun di lain pihak mengeluarkan semua orang pemain cadangan dari orkestra. Para pemain cadangan protes. Gun Woo akhirnya menyadari mungkin untuk hal ini maksud maestro Kang meminta dia untuk mengurus dan menangani teman-temannya.

Para pemain yang dipecat yaitu Bae Yong Gi, Bibi Jung Hee Yun dan Kakek Kim Gab Young datang menemui Maestro Kang di rumahnya. Mereka membicarakan mengenai syarat bahwa mereka harus mengikuti festival dulu untuk diterima. Kim Gab Young lalu berbicara 4 mata dengan Maestro Kang. Dia melihat maestro Kang sedang ada beban menyimpan sesuatu. Dia tadinya bersedia menerima curhat bagai ayahnya, tetapi maestro Kang terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya sendiri. Kakek Kim menasehatinya untuk memanfaatkan waktu di dunia ini dengan mengusahakan yang terbaik dan jujur pada diri sendiri.

Maesto Kang tanpa setahu GUn Woo dan teman-temannya sibuk mencari tempat agar Gun Woo dan teman-temannya dapat berlatih untuk festival. Dia juga ingin membantu Gun Wo masalah pilihan lagu yang tepat.
GUn WOo sebagai penanggung jawab juga secara mandiri tengah mencari tempat latihan. Dia mendatangi gereja tempat dulu mereka pertama latihan. Namun gereja tersebut sekarang tidak bisa lagi dipakai latihan. Gun Woo tidak bisa memaksa dia minta ijin pergi. saat melihat ruangan dia teringat keceriaan mereka saat berlatih bersama, dia lalu banyak teringat Rumi yang sangat disukainya (kasuat suat kasihan euy).

Gun Woo mendatangi ruangan maestro Kang untuk membicarakan masalah persiapan festival. Di meja dia melihat buku partitur Maestro Kang yang terbuka dan tertulis kata Maestro Kang "The Best".
Dia tahu itu tulisan Du Rumi. Gun Woo tiba-tiba merasa cemburu dan kesal.

Saat Maestro Kang masuk Gun Woo tiba-tiba merasa tidak enak padanya. Gun Woo juga menolak dibantu Maestro Kang untuk menyewakan tempat latihan atau bahkan memilihkan komposisi yang cocok untuk mereka.
"Kau sudah menyerahkannya padaku. Ini orkestraku. Kau coba percayalah padaku!", kata Gun Woo
Maestro Kang hanya terperangah mendengar tantangan Gun Woo ini. Dia juga berkata bahwa dia akan membicarakan komposisi yang dia pilih dengan gurunya tapi semua keputusan ada padanya.

Du Rumi sedang melakukan perjalanan untuk menjernihkan pikirannya dengan naik sepeda. Dia sekarang tak hanya melakukan miscall kepada maestro Kang tetapi juga meninggalkan
voicemail (pesan suara) seakan-akan HP maestro Kang adalah diary perjalanannya.
Maestro Kang selalu mendengarkan penuh perhatian dan rindu semua rekaman suara Du Rumi. Du Rumi juga menanyakan kabar Maestro Kang.

Suatu pagi Du Rumi melanjutkan perjalannanya dengan bersepeda dengan semangat. Dia akan mengirim pesan suara lagi pada Maestro Kang dan memberitahukan perjalanannya akan berakhir besok.

"Aku akan sampai di Morning Pavillion menjelang tengah hari besok. Oh ya aku juga sekarang sedang mendengarkan musik Liszt's Liebestraum no 3"
Maestro Kang rupanya memang menyadari bahwa dia juga rindu dan menyukai Du RUmi. Pada saat yang sama dia lalu memutar musik yang sama.
"Aku memutuskan untuk tidak melupakan Guru, kelakuanmu dan nada suaramu yang menjengkelkan itu akan kuingat sampai aku tua nanti. Aku akan tetap mencintaimu"
Maestro Kang terlihat bahagia mendengarkan rekaman suara Du Rumi

Kang Gun Woo masih terpukul dia belum bisa mengatasi rasa cemburunya pada Maestro Kang.
Dia melihat buku partitur dengan tulisan "the best" dengan sedih sambil mengingat saat-saat manisnya dengan Du Rumi.
Hari itu Du Rumi sudah hampir sampai di Morning Pavillion, dia mulai mendaki bukitnya. tiba-tiba GUn Woo meneleponnya.
Du Rumi mendengarkan ucapan Gun Woo.
"Maestro Kang sebenarnya suka padamu. dia tidak enak kepadaku jadi menahannya, padahal dia menyukaimu. Dia kesepian, kamu jagalah dia", kata Gun Woo menekan perasaan sedihnya. Matanya berkaca-kaca tapi dia merasa itulah yang harus dilakukannya.

Sebaliknya Du Rumi merasa mendapatkan kejutan mendengarnya. Dia langsung mengendarai sepedanya kembali turun bukit. Tapi dia juga takut ada yang tidak beres dia kembali bermaksud menelepon dan mengirim pesan suara pada Maestro Kang dan menanyakan ada apa yang sebenarnya terjadi pada Gun Woo. Ternyata saat dia meneleponnya kali ini dia tidak terhubung dengan mailbox, maestro Kang langsung mengangkat teleponnya dan mengomelinya.
"Kamu di mana? mengapa kamu belum sampai!? katamu kamu akan datang menjelang siang!?"

Ru Mi terkejut, dia kembali mendaki dengan semangat berlari ke arah bukit. Dari jauh dia melihat sosok kecil maestro Kang.Dia begitu bahagia, dari lari lagi dengan semangat ke puncak bukit.
Dia lalu berhenti setelah dekat dan memandang maestro Kang dengan rasa tak percaya.
Du Rumi tak menyangka Maestro Kang akan menyusulnya sampai ke tempat ini. Melihat Du Rumi ,maestro Kang kembali mengomel seperti biasa
"Mengapa kau tidak tepat waktu?! Katamu kau akan sampai menjelang siang, sekarang ini sudah lewat tengah hari!"
Rumi tak peduli lagi omelan maestro Kang, dia lari memeluk Maestro Kang dengan bahagia. Maestro Kang hanya terdiam mematung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar