Sabtu, 26 Juni 2010

Style (Episode 13)


Sinopsis Style
Episode 13


Park Ki Ja berlutut memohon di depan Seo Woo Jin. Dia ingin Woo Jin berunding kembali dengan Lee Bang Ja. Woo jin ragu dia tidak mau kasus ketergantungan dengan group Rian terulang kembali dengan group lain.

“Aku akan menjual seluruh asetku, ataupun tubuhku sekalian jika itu mungkin..”, kata Woo Jin

“Tolonglah, berundinglah lagi..”mata Ki Ja berkaca-kaca.

“Mengapa kamu jadi seperti ini?”, kata Woo jin sambil menyuruh Ki Ja berdiri.

“Karena kita membutuhkan sponsor yang stabil, bukan hanya untuk edisi 202 tapi juga untuk 203 dst”, kata Ki Ja.

Seo Jung pulang ke rumah. Dia bercerita pada Min Joon bahwa tadi dia dan park Ki Ja berlutut di depan seorang nenek untuk mau jadi sponsor bagi Style. Min Joon tak percaya orang seorang park Ki Ja bisa berlutut di hadapan seseorang.

Min Joon menemui Ki Ja di kantornya. Dia menyatakan berhenti bekerja di sana sebagai freelancer. Tapi Min Joon akan tetap membantu Seo Jung sampe proyek edisi 202nya selesai. Dia menggenngam tangan Park Ki Ja dan berharap Park Ki Ja tetap tegar dan kuat.

Park Ki Ja berjuang untuk projeknya. Seo Jung menyiapkan ruangan dan peralatan yang perlu untuk kontes desainer muda. Park Ki Ja menghubungi teman dan relasinya untuk menjadi mentor dan juri bagi kontes desainer itu.

Seo Woo Jin memimpin rapat perusahaan. Uang pinjaman sebesar 9 juta won sudah masuk ke kas Style, sehingga bisa digunakan unuk operasional penerbitan edisi berikutnya. Ki Ja senang, selesai rapat dia memegang bahu woo jin. Wo jin memegang tangan Ki Ja.

Lee Seo Jung hendak mewawancarai Lee Bang Ja. Woo Jin penasaran dengan nenek ini. Dia menitipkan pertanyaan kepada Seo Jung. Dia juga ingin Suo Jung merekam jawabannya karena dia ingin melihatnya langsung.

Min Joon dan Seo Jung datang ke rumah Lee Bang Ja. Wawancara diadakan di kamar pakaiannya. Seo Jung juga membawa video kamera. Nenek itu risi tapi Min joon seperti biasanya berhasil membujuk orang agar relaks di depan kamera. Lee Bang Ja menunjukkan koleksi baju dan tasnya. Dia juga menceritakan kisah dibalik barang-barang kesayangannya.

Lee Seo Jung juga menanyakan pertanyaan pesanan Woo Jin,
Seo Jung menghadap Woo Jin dia membawa rekaman wawancara dengan Lee Bang Ja. Lee Bang Ja berkata dia tidak ingin mengambil alih Style, dia ingin menjadi partner bagi Style.

2 orang karyawan style jadi mata-mata dari Pihak Son Byung Yi. Satu direktur keuangan Su, satu lagi editor senior. Direktur Su tau ada aliran dana besar masuk ke Style. Direktur Su kemudian atas perintah Son Byung Yi mengambil semua uang itu ke kas Rian dengan alasan unuk membayar utang ,karena selama ini Style dibiayai oleh Rian.

Ki Ja menemui langung direkur Su dan menyatakan kekesalannya.

Ki Ja frustasi. Seo Woo Jin rupanya sudah menyangka akan terjadi , dia mencari Ki ja p tak ada di kantor. Dia bertemu Min Joon. Dia bercerita kepada Min Joon jika tidak karena Ki Ja dia tidak akan mau masuk ke manajemen Style.

Woo Jin akhirnya bertemu dengan Ki Ja yang tengah panik. Ki Ja ingin berbicara serius tapi Woo Jin ingin Ki Ka pergi bersamanya selama 2 jam. Woo Jin membawa Ki Ja ke pinggir kota, kepinggir sungai. Dia ingin Ki Ja lebih santai.

“Pemandangan di sini juga udaranya membuat kita akan lebih fresh”, kata Woo Jin. Woo jin lalu mengakui bahwa sebelumnya dia tidak begitu pedulii dengan mimpi ayahnya atau ibunya. jika di Style tidak ada Pemimpin redaksi seperti Park Ki Ja dia tidak ingin masuk ke Style. Woo Jin ingin membantu Ki ja sesuai yang dia bisa. Dia ingin Ki Ja percaya padanya.

” Jangan kau mengemis bantuan kepada Presdir Son ataupun berlutut di depan orang lain lagi”, kata Woo Jin tak rela. Park Ki Ja terharu dan hampir menangis. Woo Jin lalu mencium Ki Ja. Malam itu mereka menghabiskan waktu berdua.

Keesokan harinya Seo Woo Jin menemui Son Byung Yi. Dia ingin uangnya dikembalikan. Dia sempat melihat cover Rian Lux yang memaajang dengan foto kakaknya di covernya. Dia menyindir kakaknya karena diusia yang setua dia masih ingin menjadi cover majalah.

Park Ki Ja mengadakan meeting dengan para editornya. Keuangan mereka tiba-tiba ambruk lagi dia meminta ide dari mereka. Lalu Seo Jung memberi ide untuk menjadikan pembaca setia mereka menjadi investor di majalah. Seo Jung dan Park Ki Ja kerja lembur untuk membuat proposal. Kali ini Ki ja berbaik hati menyediakan kopi untuk Seo Jung.

Draft Edisi 202 telah keluar. Majalah ini sekarang tidak setebal dahulu karena banyak kehilangan halaman iklan. Untuk melawan Son Byung Yi Seo Wo Jin minta foto Lee Bang Ja dipasang sebagai cover majalah. Son Byung Yi panas mengetahui Lee Bang Ja sekarang banyak terlibat di Style.

Style mengundang 30-an pembaca setia mereka termasuk 3 pemegang saham terbesar untuk hadir di program pembiayaan majalah oleh pembaca. Acara berlangsung sederhana di restoran Seo Woo Jin. Lee bang Ja dan Son Byung Yi ikut hadir di sana. Park Ki Ja membuka acara dan menjelaskan bahwa unuk mencegah Style ditutup mereka membutuhkan dana dari para pembaca setia mereka. mereka meminta perstujuan pemegang saham yang hadir di sana. Sro Woo Jin sebagai pemegang saham terbesar 38% setuju. Lee bang ja sebagai pemegang saham ke tiga sebesar 14% pun mengangkat tangannya tanda setuju.

Mereka bertepuk tangan dengan riuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar