Sabtu, 12 Juni 2010

Embun Di Mata Eun Hye


Title : Embun Di Mata Eun Hye
Author : Sweety Qliquers
Genre : Friendship, Family
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : Sabtu, 12 Juni 2010 – 10.23 AM
Cast :
Yoon Eun Hye
Song Hye Gyo (Eun Hye’s Bestfriend)
Gong Yoo (Eun Hye’s Brother)


Embun Di Mata Eun Hye
Sweety Qliquers


Gadis itu melangkah dengan sangat lamban,wajahnya tampak pucat pasi, kantung matanya terlihat cekung dengan rambut yang di biarkan kering dan tegerai kusut,ia terus melangkah memasuki kelas,hanya terdiam dan tak menoleh,hanya menunduk berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang kian memucat.

“Eun Hye? Kau kenapa? kau sakit?” Hye Gyo teman sebangkunya ,mulai menyapa.

“Aku tidak apa apa.” Eun Hye berkata pelan sambil menundukan wajahnya.

“Tapi wajahmu pucat sekali hari ini.” sambil melihat wajah Eun Hye.

“Aku kan sudah bilang aku tidak apa apa, pergi kau dariku!!” ungkap Eun Hye dengan sedikit membentak.

“Aneh!!” pikir Hye Gyo. Dua minggu ini Eun Hye sangat pendiam,dan dia selalu menyendiri setiap berada di kelas, kadang ia juga bolos sekolah.

“Kalau kau punya masalah, kau tak perlu malu untuk menceritakannya padaku siapa tahu aku bisa membantu, aku siap mendengarkan semua ceritamu… “ Hye Gyo meyakinkannya.

“Jangan terlalu peduli padaku.” Dengan suara lemas Eun Hye menjawabnya.



“Kau itu teman sebangkuku, jelas saja aku peduli denganmu, guru slalu bertanya tentang dirimu, kenapa kau jarang masuk akhir-akhir ini?” ungkap Hye Gyo.

“Itu bukan urusanmu!” Eun Hye menunjukan sikap tak sukanya.

“Ayolah Eun Hye, aku tidak bisa melihat temanku sendiri terhanyut dengan masalah yang dia alami.” seru Hye Gyo.

“Kau tak mengerti dengan apa yang kurasakan.” Eun Hye berdiri dari duduknya lalu melangkah meninggalkan Hye Gyo di kelas.

“Eun Hye, kau mau kemana?” teriak Hye Gyo.

Eun Hye hanya diam, sambil melangkahkan kakinya, Hye Gyo pun mengejarnya. “Bagaimana jika pak’ guru bertanya tentang kau, apa yang harus aku katakan?”

Eun Hye menoleh, menatap wajah Hye Gyo dengan pandangan menusuk. “Kau hanya mengatakan apa yang bisa kau lihat sekarang…!”

“Aku tak tahu mengapa akhir akhir ini kau berubah.”

“Masalahku adalah masalahku bukan masalahmu, dan yang tahu masalahku hanya Tuhan dan aku, biarkan aku untuk menyendiri!” seru Eun Hye dengan suara lemas.

“Kalau itu yang kau mau aku tak dapat berbuat apa apa lagi”

“Terimakasih sudah mau mengerti aku.” tanpa rasa ragu sedikit pun Eun Hye melangkah ke luar kelas.

***


Eun Hye kembali ke rumahnya,mengambil tas yang penuh dengan pakaian. kemudian keluar dari rumahnya menuju ke rumah sakit. Tak di sangka Hye Gyo mengikuti Eun Hye dari sekolah, rumah, hingga rumah sakit. Eun Hye pun memasuki salah satu ruangan yang ada di rumah sakit, didalam ruang itu terlihat seorang perempuan, yang dirawat oleh Eun Hye, tapi anehnya perempuan tua itu belum membuka matanya, terlihat seperti orang yang sedang koma.

Tersimpanlah pertanyaan di dalam hati Hye Gyo untuk ditanyakan kepada Eun Hye, saat Hye Gyo sedang melihat Eun Hye di dalam ruangan itu melalui jendela, tiba tiba ada seorang suster yang menabrak Hye Gyo.

“Praakkkk.” terdengar suara barang yang terjatuh.

“Maaf Nona…maaf,, saya tidak sengaja.” ungkap suster itu

“Owh,,, iyah,,, “ jawab Hye Gyo.

“Hye Gyo? Sedang apa kau di sini, kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Eun Hye.

“Sudahlah Eun Hye,kau tak bisa menutupi itu semua dariku, sekarang bersediakah kau untuk pergi bersamaku? Aku mohon sebentar saja.”

“Kita mau kemana?”

“Aku ingin menunjukan sesuatu padamu.” seru Hye Gyo.

Eun Hye dan Hye Gyo pun pergi meninggalkan rumah sakit, mereka pergi ke sebuah danau, dimana danau itu terlihat sepi dan Hye Gyo sering mengunjungi danau itu ketika ia merasa sedih, kecewa dan marah. Akhirnya mereka saling berbicara di rumah pohon yang meghadap ke danau, disitu akhirnya Eun Hye pun mau menceritakan semua kejadiannya kepada Hye Gyo.

“Kau tahu? Di sini tempatku mencurahkan semuanya, kemarahan , kekecewaan dan kesedihan kucurahkan semuanya disini. Sekarang waktunya kau untuk mencurahkan perasamu di sini.” ungkap Hye Gyo.

“Jadi,wanita yang kau lihat di rumah sakit itu adalah ibuku, dia koma mulai dari hari minggu kemarin, itu semua karena ayahku, dia meninggalkan kita semua begitu saja hanya untuk menikah dengan wanita lain. Sedangkan kakakku Gong Yoo telah menjadi liar, ia tertekan dengan semua kejadian itu. Aku tak dapat membujuknya untuk pulang ke rumah, itulah yang kualami saat ini Hye Gyo.” Eun Hye menceritakan semuanya pada Hye Gyo

“Jadi begitu ceritanya, aku tahu bagaimana agar ibumu bisa membuka mata lagi,”

“Bagaimana caranya?” Tanya nanda.

“Bagaimana kalau kau meminta semuanya berkumpul di rumah sakit? Ayahmu dan kakakmu-Gong Yoo.” Hye Gyo mengusulkan kepada Eun Hye.

Hye Gyo pun menarik tangan Eun Hye dan turun dari rumah pohon itu,mereka mengunjungi rumah ayahnya dan meminta agar ayahnya dan istri barunya itu mau menjenguk ibunya di rumah sakit dan terakhir mereka berdua mencari Kak Gong Yoo-kakak Eun Hye. Mereka pun membujuk Kak Gong Yoo dengan berbagai cara agar ia mau menjenguk ibunya.

Eun Hye yakin jika semuanya berkumpul ibunya akan sadar dan akhirnya semua keluarga Eun Hye lengkap di rumah sakit untuk setia membangunkan ibunya dari koma. Ketika sampai di depan pintu,wajah Eun Hye tampak bersinar kembali setelah keluarganya kumpul ia pun segera mendekati ibunya.

“Ibu,coba lihat Bu,semua keluarga kita berkumpul disini, mereka ingin ibu segera membuka mata… aku mohon Bu.” ungkap Eun Hye.

Gong Yoo pun mendekati ibunya dan adiknya “Ibu bangun yah Bu… kita semua disini, apa ibu masih ingat,,? Waktu kita bermain bersama… aku, Eun Hye, ayah dan juga ibu, saat itu kita berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun ibu, waktu itu wajah Eun Hye kena kue.” Gong Yoo menceritakan semuanya sambil mengeluarkan air matanya.


“Ah kak Gong Yoo itu semua kan gara gara kakak juga.“ ungkap Eun Hye.

“Sudah kalian jangan ribut, ayah waktu itu juga di jatuhkan kekolam, huh mana airnya dingin.” ungkap ayah.

“Hhahahaah, iya aku ingat itu.” ucap Eun Hye.

Mereka terlihat kompak seperti dulu, mereka saling tertawa dan becanda, tapi seketika mereka terdiam melihat ibunya yang belum juga sadar. Kedua mata Eun Hye pun mulai berembun karena melihat ibunya yang belum juga bangun. Eun Hye terlihat hampir putus asa dengan usahanya, dia meminta permohonan kepada Tuhan agar ibunya dapat membuka matanya kembali. “Ya Tuhan tolonglah,,, hamba ingin melihat ibu membuka matanya.” air mata Eun Hye pun jatuh di pipi ibunya. Tangan ibunya pun mulai bergerak, matanya perlahan lahan terbuka dan memandangi wajah Eun Hye, semuanya pun bergegas mendekati ibu, Eun Hye pun mengusap air mata di pipinya.

“Eun Hye, Gong Yoo maaf kan ibu jika harus meninggalkan kalian, kalian berdua akan tetap menjadi anak ibu, usap air mata kalian. Ayo peluk ibu…” Eun Hye dan Gong Yoo pun memeluk ibunya hingga akhirnya ibunya menutup mata untuk terakhir kalinya di pelukan kedua anaknya.

Ketika itu Eun Hye merasa detak jantung ibunya tak berdetak lagi dan tak menghembuskan nafas. Seperti pisau yang menusuk di ulu hatinya yang membuat kedua matanya kembali mengembun. Embun di mata Eun Hye pun kian berguguran menorah hatinya yang semakin terluka…!


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar