Kamis, 24 Desember 2009

Coffee Prince (Episode 9)

Menghabiskan waktu makan pagi berdua sambil bercanda, kedekatan Eun-chan dan Han-gyeol terlihat jelas di mata para penghuni Coffee Prince dan memancing reaksi beragam, mulai dari Hong Gae-sik yang tersenyum sinis, Min-yeop yang tertawa geli, hingga Sun-ki yang memanfaatkan situasi Eun-chan untuk menyuruhnya melakukan ini-itu.

Satu-satunya yang kebingungan adalah Ha-rim, yang merasa kedekatan Eun-chan dan Han-gyeol sebagai sesama pria tidak wajar. Namun dengan wajah sedikit panik, Han-gyeol mengaku kalau hubungannya dengan Eun-chan adalah bagai kakak dan adik.

Sempat ragu-ragu, Yoo-joo akhirnya berinisiatif untuk menemui Eun-chan dan langsung bernapas lega saat tahu meski gadis itu sempat menyukai Han-seong, namun hatinya kini milik Han-gyeol. Sayangnya Han-seong ternyata masih merasakan hal yang sama, dan mengaku apa yang terjadi sama persis seperti Yoo-joo dua tahun silam.

Sekian lama tertunda, akhirnya niat untuk membersihkan rumah Hong Gae-sik (yang juga ditinggali Sun-ki dan Ha-rim) akhirnya kesampaian juga. Namun belum lama dimulai, sudah terjadi keributan yang disebabkan oleh Eun-sae yang terus menempel Sun-ki dan memperlakukan Min-yeop bagai seorang pembantu. Keruan saja, pemuda bertubuh kekar itu langsung marah-marah dan menarik adik Eun-chan itu keluar.

Setelah cukup lama merasakan ketenangan, suasana panas mulai dirasakan oleh para penghuni Coffee Prince. Yang pertama adalah pertengkaran antara Min-yeop dan Sun-ki akibat masalah Eun-sae, dan yang berikutnya adalah konfrontasi antara Han-gyeol dan sang ayah. Rupanya, pria itu sudah tahu asal-usulnya sebagai anak angkat.

Hatinya semakin sakit saat tahu bahwa sang ayah-lah yang ternyata meninggalkan ibunya sampai perempuan yang melahirkannya itu meninggal dan Han-gyeol sempat dimasukkan ke dalam panti asuhan sampai usianya tiga tahun. Dalam keadaan hati yang kalut, cuma satu orang yang terpikir oleh Han-gyeol untuk dihubungi : Eun-chan.

Pilihannya tidak salah, Eun-chan mampu membuat suasana hatinya menjadi lebih baik. Saat berjalan di pinggir pantai, Eun-chan merasakan kesedihan Han-gyeol saat menuturkan tentang masa lalunya. Melihat wajah pemuda itu, Eun-chan tanpa ragu-ragu menanyakan apa yang disukai Han-gyeol dari dirinya. Sambil tersenyum, Han-gyeol menggandeng tangan Eun-chan dan menyebut hal itu boleh dilakukan mengingat status mereka sebagai saudara angkat.

Meskipun terus menyebut kalau keduanya adalah saudara angkat, namun Han-gyeol tidak bisa menutupi perasaannya terhadap Eun-chan. Bahkan saat 'pemuda' itu tertidur, Han-gyeol merangkulnya dari belakang dan merasakan sensasi yang berbeda.

Makin merasa dirinya tidak normal, Han-gyeol menyebut kalau Eun-chan diberhentikan dari pekerjaannya. Mengira kalau ucapan tersebut hanya main-main, Eun-chan yang telah menunggu kedatangan Han-gyeol dengan sumrigah didepan kafe terkejut melihat wajahh pemuda itu yang begitu dingin. Seperti yang bisa ditebak, keduanya langsung terlibat adu mulut sengit.

Dengan suara tinggi, Eun-chan mengaku tahu bahwa hal itu disebabkan oleh perasaan Han-gyeol kepadanya. Tidak memperdulikan ucapan pegawainya tersebut, Han-gyeol langsung pergi dan sejak kejadian itu tidak pernah lagi muncul di Coffee Prince.

Keruan saja, kejadian tersebut membuat Eun-chan uring-uringan. Bahkan kehadirannya, yang terus menggedor-gedor pintu apartemen Han-gyeol, tidak diperdulikan oleh pemuda yang terus mengurung diri dan meratapi ketidaknormalannya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar