Kamis, 22 April 2010

Hello Miss (Episode 11)


Secara kebetulan, adegan dorong-mendorong tersebut terlihat oleh Dong-gyu yang kebetulan melintas. Keruan saja, Soo-ha langsung panik dan mengira surat tanah Hwa Ahn Dang telah jatuh ke tangan Hwa-ran. Bersama Dong-gyu, gadis itu kembali bertolak ke Seoul.

Keduanya tidak sadar bahwa di bagian belakang, Bibi Hwa tertidur dengan pulasnya. Begitu sampai di kantor, Soo-ha langsung menumpahkan kemarahannya pada Hwa-ran, apalagi setelah melihat gadis itu belakangan berada bersama Bibi Hwa. Sementara itu, Dong-gyu diikat oleh sang kakek Bok-man meski belakangan berhasil meloloskan diri.

Setelah diperiksa dengan kamera pengaman, baru ketahuan bahwa Bibi Hwa datang bersama Dong-gyu dan Soo-ha. Gadis itu makin putus asa saat tahu surat tanah yang disimpannya didalam bantal hilang. Setelah semuanya pergi, Chan-min menemukan berkas yang dimaksud di bagian bawah bangkunya.

Malang bagi Soo-ha, saat pulang Bibi Hwa mengalami kecelakaan gara-gara nekat berusaha mencegat mobil yang dikendarai Hwa-ran yang kebetulan melintas. Kebingungan menghadapi semuanya, gadis itu ditolong oleh Chan-min yang berhasil 'memaksa'nya untuk bertingkah sebagaimana gadis kebanyakan.

Terbiasa hidup di desa yang begitu sederhana, bisa dibayangkan bagaimana reaksi Soo-ha saat diajak masuk ke sebuah diskotik. Apalagi saat gadis itu tidak tahu, Chan-min nekat menghapus pesan yang ditinggalkan oleh Dong-gyu.

Diam-diam, hati Hwa-ran terasa hancur demi melihat ibu yang melahirkannya tergolek lemah. Namun dasar bergengsi tinggi, ia tetap berpura-pura tidak mengenal Bibi Hwa saat mendapat telepon dari Soo-ha. Terduduk lesu, gadis itu langsung merangkul Joon-young yang kebetulan lewat sambil menangis tersedu-sedu.

Begitu sembuh, Bibi Hwa langsung diantar pulang bersama Soo-ha dengan kendaraan milik TOP Group. Tapi cobaan lain telah menghadang saat tiba : sejumlah petinggi desa berusaha mendesak supaya Hwa Ahn Dang dijual, yang sudah tentu ditolak mentah-mentah.

Usaha penduduk desa ternyata tidak hanya sampai disitu, mereka menghadang pintu masuk Hwa Ahn Dang dan tidak memperbolehkan penghuninya keluar sampai menandatangani surat persetujuan untuk dijual. Kacaunya lagi, di saat bersamaan kondisi Soo-ha juga merosot drastis.

Satu-satunya cara untuk keluar dari kesulitan adalah lewat Dong-gyu, yang sedang 'disandera' oleh sang kakek sehingga tidak boleh keluar. Tidak kehabisan akal, ia bertukar pakaian dengan sang asisten sebelum kemudian memacu mobil sekencang-kencangnya ke Hwa Ahn Dang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar