Kamis, 16 September 2010

Menanti Kim So Eun Pulang (Part 4)


Title : Menanti Kim So Eun Pulang
Author : Sweety Qliquers
Genre : Family
Episodes : 7 Part
Part 4 “Jangan Hukum Kak Kim So Eun, Papa!”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 15 September 2010, 04.34 PM
Cast :
Kim So Eun
Go Ah Ra
Kim Ja Ok (So Eun’s Auntie)
Ryu Seung Ryong (So Eun’s Father)
Park Hae Mi (Ah Ra’s Mother)
Kang Shin Il (Ah Ra’s Father)
Lee Mi Sook (So Eun’s Mother)
Kim Ji Young (Ka.Rmh Tangga Kel.Kim So Eun)


Part 4
Jangan Gukum Kak Kim So Eun, Papa!


Go Ah Ra ingat bagaimana bencinya Kim So Eun terhadapnya, terlebih-lebih pada Mama. Penolakannya yang sarkartis terhadap mereka membuat Papa Ryu Seung Ryong murka. Bukan hal terpuji bila seorang anak tega mempermalukan ibunya sendiri di depan banyak orang justru pada saat momen paling bahagia dalam hidupnya.

"Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu serta tamu undangan yang saya hormati. Hari ini adalah resepsi pernikahan ayah saya yang tercinta dengan wanita yang bernama Park Hae Mi ini. Saya harap Anda sekalian dapat merasakan dan merayakan kebahagiaan mereka dengan gembira. Tapi semua itu bukan merupakan kebahagiaan saya. Wanita ini, Park Hae Mi beserta putrinya Go Ah Ra, telah merusak ketenangan saya selama ini. Kenapa? Karena dengan begitu cepatnya mereka dapat menarik perhatian dan kasih sayang ayah saya terhadap almarhumah ibu saya, Lee Mi Sook yang belum juga genap setahun meninggal! Dan hal yang mereka lakukan itu bagi saya sangat tidak bermoral, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu!"

Dan bukan sekali-dua dia menumpahkan kekesalannya terhadap ibu dan adik barunya yang berpredikat tiri itu. Setiap hari kedua wanita itu diintimidasi seperti terpidana mati. Rasa tidak sukanya itu diaplikasikannya dengan vulgar. Sehingga pada suatu ketika himpunan kesabaran dari lelaki separuh baya itu runtuh tak terbendung.

"Pa-Papa me-menamparku?!" Tanya Kim So Eun sambil menahan airmata.

"Kau sudah keterlaluan!"

"Pa-Papa tidak adil! Papa lebih menyayangi kedua orang luar itu ketimbang anak kandung sendiri! Papa kejam!"


Namun naluri keibuan seorang wanita memang tak pernah lekang oleh waktu. Sang ibu tiri tidak marah. Memaafkannya dengan tulus. Dan membalikkan persepsi sepanjang zaman tentang ibu tiri yang jahat dan kejam. Dibuktikannya semua itu dengan kebesaran jiwanya. Disayanginya gadis itu selayaknya menyayangi putri tunggalnya sendiri, Go Ah Ra. Dipeluknya tubuh lelaki separuh baya itu kala kalap hendak memukul kembali putri kandungnya sendiri. Dengan berlinang airmata dia memohon agar lelaki separuh baya itu mengurungkan niatnya.

"Aku mohon jangan pukul Kim So Eun lagi, Pa!"

"Anak kurang ajar ini akan semakin menjadi-jadi kalau tidak diberi pelajaran!"

"Tapi Kim So Eun tidak bermaksud...."

"Jangan halangi aku, Park Hae Mi!"

Sayang gadis itu tidak tergugah. Hatinya masih sekeras batu. Dan pemberontakan hati gadis itu terus berlanjut dan menjadi-jadi setelah Papa, orang yang paling dicintainya pun berpaling mengantipati. Gadis itu berubah menjadi merpati liar. Narkoba dan dugem menjadi aplikasi kekecewaannya. Sampai suatu ketika pergaulan bebas tak dapat dihindarinya sehingga mencorengkan arang aib bagi keluarga. Dia tersuruk. Tak ada pilihan lain kecuali hengkang dengan menyimpan segumpal dendam yang membara.


"Ja-jangan pergi, Kak Kim So Eun!" Pinta Go Ah Ra

"Papa tidak menginginkanku lagi!"

"Suatu saat Papa pasti dapat memaafkan Kak Kim So Eun."

"Percuma kalau di matanya seorang Kim So Eun merupakan pencoreng dan perusak nama baik keluarga."

"Mama sudah berusaha membujuk Papa."

"Terima kasih untuk kebaikan kalian. Tapi, sedari dulu juga aku tidak pernah meminta bantuan kalian. Jadi...."

"Kak Kim So Eun...."

"Sudahlah, Go Ah Ra. Kalian hanya buang-buang waktu saja."


"Ta-tapi...."

"Aku memang pantas diusir. Aku bukan anak yang berbakti."

"Tapi, Aku dan Mama tidak ingin Kak Kim So Eun pergi. Kami sayang padamu!"

Tapi gadis itu tetap melangkah. Tangisan Mama dan adik tirinya sama sekali tidak menggugah hasratnya untuk meninggalkan rumahnya yang megah selaksana istana. Dihalaunya semua jeritan yang terdengar memilukan. Meski nuraninya terketuk atas kebaikan dan ketulusan kasih sayang dari orang-orang yang pernah dipermalukannya itu, namun bara di hatinya telah kepalang membakar. Dia benci semuanya termasuk kepada dirinya sendiri. Diayunkannya langkahnya secepat mungkin agar semuanya lekas berlalu.

Di luar seorang pemuda telah menantinya!

Bersambung…

Menanti Kim So Eun Pulang (Part 3)


Title : Menanti Kim So Eun Pulang
Author : Sweety Qliquers
Genre : Family
Episodes : 7 Part
Part 3 “Kami Mencintai Kak Kim So Eun!”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 15 September 2010, 04.34 PM
Cast :
Kim So Eun
Go Ah Ra
Kim Ja Ok (So Eun’s Auntie)
Ryu Seung Ryong (So Eun’s Father)
Park Hae Mi (Ah Ra’s Mother)
Kang Shin Il (Ah Ra’s Father)
Lee Mi Sook (So Eun’s Mother)
Kim Ji Young (Ka.Rmh Tangga Kel.Kim So Eun)


Part 3
Kami Mencintai Kak Kim So Eun!


Semilir angin masih basah.

Masih terdengar lembut serangkaian lagu di gendang telinganya. Go Ah Ra menyandarkan kepalanya ke jok mobil ketika 'Cinta Jangan Kau Pergi'-nya Vidi Aldiano mengalun merdu dari frekuensi 102,2 FM di radio digital mobil. Dipejamkannya mata, takzim menyimak. Ada suara Kim Hyun Joong-Sang Penyiar meningkahi sebelum lagu tadi diputar di Prambors Seoul. Lagu masih mengalun syahdu. Tidak dia matikan sejak dari garasi rumah tadi.

Pandangannya lurus mengarah ke jalan. Aspal masih membasah, tampak licin seperti kulit seekor ular raksasa yang sedang terpulas. Di tengah jalan sana pula sesekali hanya terlihat sekelebat cahaya lampu dari beberapa kendaraan yang lalu-lalang. Malam ini semuanya seperti membeku. Hatinya giris (Ketakutan). Dingin angin malam masih menusuk-nusuk sampai ke tulang sumsumnya. Dia menggigil.

"Tapi, itu insiden, Pa!"

"Bukan insiden...."

"Tapi...."

"Bukan insiden kalau hal buruk yang dia lakukan itu merusak nama baik keluarga Ryu Seung Ryong. Papa benar-benar malu!" Sebuah penegasan yang membungkam sederet perbendaharaan kalimatnya.

"Ke-kenapa, kenapa, Pa?! Kenapa Papa ti-tidak dapat memaafkannya sampai sekarang?!"

"Papa maafkan dia sampai seribu kali pun tidak dapat mengubah keadaan. Nama baik Ryu Seung Ryong sudah kepalang hancur!"

"Papa! Sebegitu pentingkah nama baik keluarga sampai Papa tega mengusir dan tidak menganggap Kak Kim So Eun sebagai anak kandung Papa sendiri?!"

"Kau jangan membela anak tidak tahu diri itu!"


"Bagiku, seburuk-buruknya Kak Kim So Eun, tapi dia tetap saudaraku." Jawab Go Ah Ra tegas

"Tidak ada tempat di hati Papa untuk anak perusak nama baik keluarga!"

"Kak Kim So Eun tidak sejahat itu, Pa. Kak Kim So Eun cuma khilaf!"

"Papa tidak dapat lagi mengetahui dan memilah perbuatannya. Apakah itu jahat atau tidak kalau terhadap ibunya sendiri dia tega..."

"Tapi, Mama sendiri sedari dulu sudah memaafkannya."

"Mamamu terlalu baik."

"Kak Kim So Eun masih belum dapat menerima Mama dan Aku pada waktu itu, Pa. Kak Kim So Eun sama sekali tidak bermaksud jahat. Itu hanya persoalan personal jealous. Seandainya Aku adalah Kak Kim So Eun, mungkin aku juga akan berbuat seperti yang dilakukan oleh Kak Kim So Eun."

"Lalu, apa perbuatan memalukannya itu juga bukan...."

"Pa-Papa...!"

"Hah, karma apa Papa hingga...."

Kepala Go Ah Ra masih menyandar di jok mobil. Matanya terpejam. Dia terisak, membiarkan butiran-butiran bening itu mengaliri pipinya dengan hangat.

Bersambung…

Menanti Kim So Eun Pulang (Part 2)


Title : Menanti Kim So Eun Pulang
Author : Sweety Qliquers
Genre : Family
Episodes : 7 Part
Part 2 “Jangan Pergi, Kak Kim So Eun”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 15 September 2010, 04.34 PM
Cast :
Kim So Eun
Go Ah Ra
Kim Ja Ok (So Eun’s Auntie)
Ryu Seung Ryong (So Eun’s Father)
Park Hae Mi (Ah Ra’s Mother)
Kang Shin Il (Ah Ra’s Father-almarhum)
Lee Mi Sook (So Eun’s Mother)


Part 2
Jangan Pergi, Kak Kim So Eun


Dihentikannya laju mobil. Daerah Bougenville tampak lengang ketika dia menepikan mobil di bahu jalan. Metropolitan seolah lelap dibuai angin. Gedung-gedung pencakar langit di sana tampak tertidur dengan penerangan yang temaram. Sesaat disandarkannya pelan kepalanya di atas kemudi mobil. Dibiarkannya semilir angin basah membasuh wajahnya lewat kaca jendela yang sedari tadi dibiarkan terbuka setengah. Udara masih menyisakan partikel-partikel air. Sesekali terdengar tirisan air hujan dari rerimbunan pohon di tepi jalan yang menerpa atap mobil. Sebagian menerpa kaca mobil dengan irama yang teratur.

Seoul masih membasah ketika dia melajukan mobilnya secepat kilat tadi. Diikutinya suara hati tanpa tujuan, dan berhenti setelah tangisannya meledak. Dia lelah menanti.

Dua tahun lalu dia berpikir hari-harinya akan berbunga. Mama telah menemukan kebahagiaannya sendiri. Takdir seolah mempertemukannya kembali dengan lelaki sahabat semasa remajanya dulu. Lelaki yang bernama Ryu Seung Ryong itu mempersuntingnya. Sekian belas tahun sejak kematian ayah kandungnya, sungguh, dia tidak pernah dapat merasakan lagi kasih sayang seorang ayah. Kebahagiaan itu pun membuncah ketika dia mengetahui akan memiliki seorang kakak. Seorang kakak perempuan yang akan mengawal dan membimbingnya menjalani hari-harinya yang panjang.


Sebagai putri tunggal dari Park Hae Mi dan almarhum Kang Shin Il, memiliki seorang kakak perempuan merupakan karunia Ilahi yang tak terhingga.

Sekelebat kenangan silam itu mendengung di kepalanya. Ada ultimatum dari gadis ringkih itu sebelum segalanya lantak. Bara dalam sekam itu telah menjadi api, membakar dan menghanguskan semua impian yang telah dibangunnya selama itu.

"Papa kejam!"

"Papa melakukan hal itu karena Papa sayang pada Kak Kim So Eun."

"Tidak! Tidak, Go Ah Ra! Papa tidak adil! Papa tidak pernah adil!"

Satu lagi helaan napas panjang ketika rangkaian kisah berulang dalam alur yang sama. Selalu saja begitu. Padahal, dia ingin gadis itu hadir seutuhnya dalam keluarga mereka. Hadir sebagai saudara, mengisi kekosongan hari-harinya yang lalu. Namun semua impiannya hanya menjelma menjadi kenangan maya ketika gadis itu tetap bersikeras dengan keputusannya. Tidak pernah menganggap dia dan Mama masuk sebagai bagian dari kehidupannya yang baru.


Dua tahun berlalu dengan cepat. Menanti gadis itu pulang hanyalah usaha yang sia-sia. Namun dia masih saja tetap menanti.

"Papa tidak mau punya anak durhaka seperti dia!"

"Papa tidak dapat menghukumnya seberat itu."

"Hukuman itu belum setimpal dengan tindakan keterlaluan yang telah dia lakukan!"

"Kak Kim So Eun putri kandung Papa!"

"Papa lebih baik tidak punya anak seumur hidup ketimbang harus menanggung malu!"

"Ta-tapi...."


"Papa yang salah. Papa tidak dapat mendidiknya dengan baik"

"Tapi...."

"Sejak Lee Mi Sook meninggal tiga tahun lalu, dia berubah drastis. Papa tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk mendidik anak kurang ajar itu. Ah, seandainya saja kanker itu...."

"Mama Lee Mi Sook sudah tenang di alam sana, Pa."


"Tapi, dia pasti akan sangat sedih bila melihat putri tunggalnya."

"Mama Lee Mi Sook akan jauh lebih sedih jika mengetahui Papa tidak pernah mau memafkan Kak Kim So Eun!"

"Ah seandainya saja Lee Mi Sook masih hidup, tentu dia dapat mendidik dan mengawasi anak itu. Dia terlalu manja sehingga...."

Bersambung…

Menanti Kim So Eun Pulang (Part 1)


Title : Menanti Kim So Eun Pulang
Author : Sweety Qliquers
Genre : Family
Episodes : 7 Part
Part 1 “Menanti Kim So Eun Pulang”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 15 September 2010, 04.34 PM
Cast :
Kim So Eun
Go Ah Ra
Kim Ja Ok (So Eun’s Auntie)
Ryu Seung Ryong (So Eun’s Father)
Park Hae Mi (Ah Ra’s Mother)
Kang Shin Il (Ah Ra’s Father-almarhum)
Lee Mi Sook (So Eun’s Mother)


Menanti Kim So Eun Pulang
Created By Sweety Qliquers


Part 1
Menanti Kim So Eun Pulang

"Cinta dan kasih sayang bukanlah semata diturunkan dari langit,
namun ia diciptakan oleh hati yang putih dan murni."
(Sweety Qliquers)


Prolog
Hai, namaku Kim So Eun. Aku lahir di dalam keluarga yang terbilang cukup segala-galanya. Dan pada mulanya keluarga kami utuh serta bahagia, namun Tuhan berkehendak lain saat Ia memanggil Mama lewat penyakit kanker yang dideritanya. Beberapa saat setelah Mama meninggal, Papa memutuskan menikah dengan perempuan lain, serta memboyong putri tunggalnya, Go Ah Ra. Itulah ihwal lantaknya hubunganku dengan Papa. Pada saat itulah Aku merasakan dunia ini tidak indah lagi. Dunia remaja yang penuh dengan bunga kini berubah menjadi neraka. Yang ada hanya pertengkaran dan pertengkaran. Aku tidak dapat menerima kehadiran ibu baru dan adik baru dalam keluarga kami.

Bagiku, ibu tiri adalah Seorang penguasa yang sewenang-wenang kepada bawahannya. Namun benarkah demikian?! Bahwa penderitaan itu selalu bermuasal dari orang lain?! Sungguh aku tidak tahu. Yang pasti, pertengkaran itu telah membuat kami begitu menderita. Aku, setelah lari dari keluarga kami, tinggal serumah dengan Tante Kim Ja Ok, adik almarhumah Mama di luar kota. Namun sayang, pergaulan bebas membuatku terpuruk dan hal itu menambah penderitaanku. Ya, Allah! Aku memang telah bergelimang dosa. Lalu Aku kembali ke rumah Papa setelah menyadari satu hal bahwa, cinta dan kasih sayang bukanlah semata-mata diturunkan dari langit, namun ia diciptakan oleh hati yang putih dan murni.

Ya, hati yang putih dan murni!
***


Tentang Go Ah Ra
Tak ada yang pernah tahu bagaimana getir kenangan itu.

Dibiarkannya airmata menitik setiap hal itu melintas mendadak dalam benaknya.

Dan tetap berharap, Kim So Eun akan datang dengan kedua tangan terpentang, lari ke arahnya lantas memeluknya.

Namun buliran waktu yang berdetak melalui himpunan detik seolah enggan menyapa. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Semuanya berlalu tanpa terasa. Sudah dua tahun. Gadis itu tidak pernah datang. Menyimpan api dendam yang entah sampai kapan dapat padam.

Gadis itu baru juga genap tujuh belas tahun.

Beban hukuman yang disanksikan Papa semestinya belum pantas dipikulnya.

Dia sama sekali tidak sadar apa yang telah dilakukannya. Kehilangan orang yang sangat disayanginya memang telah melimbungkannya dalam lara berkepanjangan. Dia pun belum dapat menerima kasih sayang dari orang lain. Terlebih-lebih menyaksikan sepotong kasih dari Papa telah terbagi. Bukan lagi semata-mata untuknya!

Dia lari dengan membawa segumpal dendam. Terpuruk ke dalam kekhilafan yang tidak dapat dimaafkan. Tidak ada tempat lagi baginya untuk berpijak di dalam keluarganya sendiri, meski dia terlahir dari darah dan daging lelaki separuh baya panutannya itu.

Dua tahun gadis itu menghilang. Pusaran waktu seolah menelannya. Dan tidak pernah memunculkannya kembali menyusuri kehidupan baru yang selama ini menjadi impiannya.
Lalu, ketika dia datang....

Bersambung…

Rabu, 08 September 2010

Siluman Goa Tengkorak


Title : Siluman Goa Tengkorak
Author : http://toanki.wordpress.com/
Genre : Cerita Silat
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 08 September 2010, 03.52 PM
Note:
http://toanki.wordpress.com/
Sebuah koleksi bacaan cerita silat yang telah dan sedang dibaca oleh Toanki. toanki.wuxiaholic library ini hanya sebuah koleksi pribadi agar memudahkan untuk bisa membaca dimana saja dan kapanpun juga.


Siluman Goa Tengkorak
Created By Sweety Qliquers

Siluman Goa Tengkorak` Part 1
Siluman Goa Tengkorak` Part 2
Siluman Goa Tengkorak` Part 3
Siluman Goa Tengkorak` Part 4
Siluman Goa Tengkorak` Part 5
Siluman Goa Tengkorak` Part 6
Siluman Goa Tengkorak` Part 7
Siluman Goa Tengkorak` Part 8
Siluman Goa Tengkorak` Part 9
Siluman Goa Tengkorak` Part 10

Siluman Goa Tengkorak` Part 11-Tamat

Pedang Hati Suci


Title : Pedang Hati Suci
Author : http://toanki.wordpress.com/
Genre : Cerita Silat
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 08 September 2010, 03.39 PM
Note:
http://toanki.wordpress.com/
Sebuah koleksi bacaan cerita silat yang telah dan sedang dibaca oleh Toanki. toanki.wuxiaholic library ini hanya sebuah koleksi pribadi agar memudahkan untuk bisa membaca dimana saja dan kapanpun juga.


Pedang Hati Suci
Created By Sweety Qliquers

Pedang Hati Suci` Part 1
Pedang Hati Suci` Part 2
Pedang Hati Suci` Part 3
Pedang Hati Suci` Part 4
Pedang Hati Suci` Part 5
Pedang Hati Suci` Part 6
Pedang Hati Suci` Part 7
Pedang Hati Suci` Part 8
Pedang Hati Suci` Part 9
Pedang Hati Suci` Part 10
Pedang Hati Suci` Part 11
Pedang Hati Suci` Part 12
Pedang Hati Suci` Part 13
Pedang Hati Suci` Part 14
Pedang Hati Suci` Part 15
Pedang Hati Suci` Part 16-Tamat

Warisan


glitter-graphics.com


Title : Warisan
Author : http://Ardiz-Tarakan.Com/
Genre : Cerita Silat
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 08 September 2010, 12.05 PM
Note:
Suara Pembaruan (Minggu, 03 Februari 2008)
Warisan
By.Adek Alwi


Warisan
Created By Sweety Qliquers

Warisan` Part 1
Warisan` Part 2
Warisan` Part 3
Warisan` Part 4-Tamat