Sabtu, 26 Desember 2009

Memories Of Bali (Episode 2)

Sebagai seorang guide profesional, Soo-jung berusaha menunaikan tugas dengan baik dan membawa ketiga tamunya menikmati keindahan pulau Bali. Saat mengunjungi wilayah Sangeh, Jae-min yang iseng nyaris saja diserang seekor monyet.

Sikap Jae-min yang kasar membuat Young-joo memutuskan pulang, namun dicegah oleh In-wook. Jae-min semakin uring-uringan dan meninggalkan Young-joo berdua dengan In-wook, diluar ia mengobrol dengan Soo-jung yang malah menebak In-wook sebagai yang terkaya diantara ketiganya. Saat minum bir dipinggir pantai, Jae-min bertengkar dengan In-wook namun kalah.

Mengantarkan Jae-min yang mabuk, Soo-jung diajak tidur bersama. Meski sebenarnya kesal, namun karena butuh uang gadis itu dengan enteng balik bertanya berapa banyak uang yang sanggup dibayar Jae-min. Ucapan itu membuat Jae-min melempar segepok uang kepangkuan Soo-jung, dan mengusirnya keluar. Saat tiba dihotel, ia menumpahkan kekesalannya dengan menangis.

Soo-jung kaget melihat In-wook telah berada dibelakang, dab menyeka air matanya. Pria itu sendiri perasaannya semakin kacau karena merasa tidak mampu membahagiakan Young-joo yang dicintainya. Kesialan Soo-jung belum berakhir, ia sempat diserang oleh sejumlah preman yang mencari bos pemilik tempatnya bekerja.

Saat kembali ke Jakarta, In-wook menyerahkan surat pengunduran diri kepada atasannya, yang diluar dugaan malah memarahinya karena dianggap telah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Belakangan In-wook baru tahu kalau dirinya dipanggil untuk bekerja di kantor pusat di Korea.

Ketika hendak pulang ke Korea, nasib kembali mempertemukan In-wook dengan Soo-jung yang duduk disebelahnya. Ternyata kehadiran pria itu adalah atas permintaan perusahaan, yang menugaskan In-wook sebagai asisten manajer pemasaran yang tidak lain adalah Jae-min.

Memories Of Bali (Episode 1)

Jung Jae-min adalah seorang pemuda yang berasal dari keluarga kaya-raya, bunyi telepon dari sang ibu membangunkannya dari tidur. Dengan tergesa-gesa, ia menuju ke sebuah toko perhiasan untuk bertemu sang tunangan Choi Young-joo dengan pakaian awut-awutan.

Kehidupan Jae-min diwarnai oleh sikapnya yang hanya mengejar kesenangan dan mabuk-mabukan, ia bahkan sempat dimarahi sang ayah saat mengikuti rapat direksi. Young-joo sendiri sebenarnya mencintai pria lain bernama Kang In-wook yang bekerja di Indonesia. Hanya bermodal secarik kertas berisi alamat, gadis itu nekat menyusul pria itu.

Bisa dibayangkan betapa terkejutnya In-wook melihat kehadiran Young-joo didepan pintu rumahnya, apalagi mendengar niat gadis itu untuk menginap. Paginya In-wook sengaja bersikap ketus, Young-joo yang tersinggung bersiap pergi sambil menyatakan tujuan sebenarnya kesana. Tidak tega, In-wook menahannya, membatalkan rencana kerja, dan mengikuti gadis itu ke Bali.

Siapa sangka, saat tiba dibandara mereka telah ditunggu oleh Jae-min yang rupanya telah mencium rencana Young-joo. Kejadian itu kontan membuat In-wook dan Young-joo canggung, apalagi dengan wajah tidak berdosa Jae-min mengundang 'rival'nya untuk makan malam bersama. Saat sendirian, ia menelepon ke Korea dan meminta bawahannya menyelidiki siapa In-wook sebenarnya.

Malamnya saat makan malam, In-wook yang berpakaian kasual salah tingkah melihat Jae-min dan Young-joo mengenakan baju formal. Apa yang ditakutkannya menjadi kenyataan, selama makan Jae-min terus menyindir In-wook sampai pria itu tidak bisa menahan sakit hati dan berpamitan.

Saat pergi keluar, In-wook berpapasan dengan gadis bernama Lee Soo-jung yang tercebur di kolam. Keduanya kembali bertemu di pintu hotel saat In-wook menyetop sebuah taksi, dengan gayanya yang khas Soo-jung merengek supaya bisa menumpang ke kota.

Tidak punya pilihan lain, In-wook terpaksa mengangguk setuju. Gadis itu mengoceh terus sepanjang jalan sehingga In-wook terganggu, dan akhirnya meminta supaya Soo-jung turun ditengah jalan. Siapa sangka, keduanya bertemu kembali karena Soo-jung ternyata berprofesi sebagai pemandu wisata turis.

Memories Of Bali (Sinopsis)

Bakal menikah dalam waktu dekat, Choi Young-joo datang ke Jakarta demi bertemu dengan kekasih lamanya Kang In-wook yang masih dicintainya. Saat keduanya berlibur ke Bali, keduanya dipergoki oleh sang tunangan Jeong Jae-min, yang karena marah langsung memperlakukan Young-joo dengan buruk. Untuk membalas perlakuan wanita tersebut, Jae-min menggoda kemudian menawarkan sejumlah uang kepada guide mereka yang juga warga Korea Lee Soo-jeong. Gadis itu sendiri awalnya menyukai sosok In-wook yang terkesan misterius, namun keinginan untuk mempunyai uang banyak membuatnya gelap mata. Siapa sangka, sikap tersebut malah membuatnya dilecehkan oleh Jae-min, yang langsung mengusirnya keluar.

Ketika kembali ke Jakarta, In-wook yang berniat mengundurkan diri ternyata malah dipanggil untuk bekerja di kantor pusat perusahaan Pax Group di Seoul. Apesnya, pria itu ternyata ditugaskan sebagai asisten manajer pemasaran yang tidak lain adalah Jae-min, pria yang membencinya.

Rupanya, kecerdasan pria itu membuat kakak Jae-min ingin mengajaknya bekerja sama untuk menguras dana perusahaan Pax Group. Saat kembali ke Korea, ia duduk bersebelahan dengan Soo-jeong, yang secara kebetulan juga harus kembali untuk menyelesaikan urusan pribadi.

Di Korea, kisah cinta segiempat mereka semakin rumit. Soo-jeong, yang kembali harus menerima nasib dipermalukan Jae-min saat hendak meminjam uang, harus rela dijual sang kakak yang terlibat hutang ke seorang rentenir. Sementara In-wook, ia harus menerima nasib bekerja dibawah atasan yang tidak becus dan terus dirongrong oleh Young-joo.

Nasib juga membuat keduanya tinggal bersebelahan di sebuah kamar yang sempit, hal yang membuat Young-joo, yang kesal melihat kedekatan In-wook dengan gadis lain, dan Jae-min, yang panas melihat tunangannya masih mencintai kekasih lamanya, uring-uringan.

Semula berniat membalas perbuatan Young-joo, Jae-min belakangan malah benar-benar jatuh cinta pada Soo-jeong. Namun sikapnya yang buruk membuat gadis itu kerap lari ke In-wook untuk meminta bantuan, ditambah lagi kenyataan bahwa hubungan mereka sulit berlanjut karena faktor keluarga.

Sikap Jae-min yang mudah memberi uang pada Soo-jeong tanpa disadari membuat hati gadis itu remuk karena merasa dilecehkan, ditambah lagi pekerjaan di museum yang membuatnya jadi bulan-bulanan ibu sang pria dan Young-joo. Lagi-lagi, In-wook lah pria yang selalu berada disampingnya saat gadis itu berada dalam kesulitan.

Disaat hubungannya dengan Soo-jeong kembali membaik, Jae-min harus mengurungkan niatnya membatalkan pernikahan dengan Young-joo berkat ancaman sang ayah yang sempat memukulinya. Sambil menahan tangis, pemuda itu terpaksa melepas Soo-jeong, yang akhirnya tahu masalah rencana pernikahan Jae-min dengan Young-joo, yang begitu dicintainya.

Kehidupan setelah menikah ternyata berdampak buruk terhadap Jae-min, yang kerap melamunkan Soo-jeong dan tidak bisa melupakan gadis itu, dan Young-joo, yang merasa dirinya diabaikan. Makin panas melihat tingkah putranya, ayah Jae-min langsung mengirim orang untuk menculik Soo-jeong, namun beruntung ada In-wook yang menyelamatkannya.

Mendapat perbuatan tidak menyenangkan seperti itu, Soo-jeong akhirnya menerima tawaran In-wook untuk mengungsi ke Bali untuk memulai lembaran baru. Di saaat yang sama, Jae-min akhirnya memutuskan untuk menceraikan Young-joo namun harus kecewa saat tahu Soo-jeong telah menghilang.

Keadaan semakin kacau karena In-wook membalas perlakuan kakak Jae-min yang berusaha menyingkirkannya dengan menghilang beserta dana perusahaan Pax Group, yang langsung membuat pria itu terkena serangan jantung. Dendam pada pria yang telah menghancurkan keluarganya, ditambah rasa cemburu, Jae-min langsung memburu In-wook ke Bali.

Disana, sakit hatinya makin menjadi saat melihat pria itu sedang bersama Soo-jeong ditempat tidur. Tanpa pikir panjang, ia langsung menarik pelatuk pistolnya berulang kali. In-wook langsung tewas ditempat, sementara Soo-jeong, yang sebenarnya berniat kembali ke Jae-min dan meninggalkan In-wook, sebelum menghembuskan napas terakhir menyatakan cintanya yang mendalam.

Kejadian itu kontan membuat Jae-min terpukul sekaligus histeris. Namun apa daya, nasi telah menjadi bubur. Dengan langkah gontai ia berjalan ke pinggir pantai, mengarahkan moncong pistol ke keningnya, dan menarik pelatuk untuk terakhir kali.

PEMAIN MEMORIES OF BALI :
Ha Ji-won sebagai Lee Soo-jeong
Nasib buruk yang menimpa dirinya ditambah kakak laki-laki yang kerap menyusahkan membuat Soo-jeong bertekad untuk bisa memiliki uang sebanyak mungkin, dan nasib membawanya pada Jae-min lewat sebuah kejadian di Bali. Karena hubungannya dengan pria itu, Soo-jeong harus menerima nasib berulang kali dipermalukan oleh keluarga pria kaya-raya itu dan Young-joo. Karena tidak tahan dan patah hati mendengar Jae-min bakal menikah dengan Young-joo, gadis itu akhirnya kembali ke Bali dan menerima cinta In-wook. Pada saat ia sadar bahwa yang dicintainya adalah Jae-min, justru pria itulah yang membuat nyawanya melayang.

Jo In-seong sebagai Jeong Jae-min
Dibesarkan di keluarga kaya-raya dengan ayah yang keras, kakak yang dominan, dan ibu yang memanjakan, Jae-min tumbuh sebagai pemuda egois dan tidak bertanggung-jawab. Sikapnya yang memandang rendah wanita akhirnya malah menjadi bumerang ketika berkenalan dengan Soo-jeong. Semula berniat hanya memiliki tubuh gadis itu, pria itu belakangan malah jatuh cinta namun tidak berani melawan kehendak sang ayah yang menjodohkannya dengan Young-joo. Saat berani mengambil keputusan, sayang semuanya sudah terlambat. Yang terjadi malah fatal, rasa cemburu membuatnya tega melenyapkan nyawa tiga orang sekaligus.
So Ji-sub sebagai Kang In-wook
Dilahirkan dari keluarga miskin, ia berulang kali harus menelan harga diri akibat sejumlah kejadian yang dialami. Hubungan cinta pertamanya berakhir gara-gara masalah materi, namun semua itu berubah setelah bertemu dengan Soo-jeong. Sayang, In-wook yang sebenarnya berpeluang untuk hidup bahagia merusak semuanya dengan melarikan uang perusahaan milik keluarga Jeong, yang pada akhirnya membuat ia harus kehilangan nyawa di ujung pistol Jae-min.

Park Ye-jin sebagai Choi Young-joo
Wanita ambisius yang tidak mau rugi dalam menjalani hidup, ia rela dijodohkan dengan Jae-min meski tahu kalau cintanya hanya pada In-wook. Namun, sikap yang manipulatif dan penuh trik malah membuatnya dijauhi oleh kedua pemuda tersebut. Masih berusaha mendekati In-wook saat telah bertunangan, pernikahannya berakhir dengan menyedihkan karena Jae-min gagal menjalankan tugasnya sebagai suami yang baik. Meski terlambat, wanita itu akhirnya sadar kalau uang dan kekuasaan yang dimiliki tidak bisa membeli cinta.

My Girl (Episode 24-TAMAT)

Rupanya, sebab utama kenapa Seol-woong meminta Yoo-rin pergi meninggalkan Gong-chan adalah karena meski sudah menemukan yang asli, ia masih tetap menganggap gadis itu sebagai cucunya. Sambil melap air matanya yang menetes, Yoo-rin menyebut bakal membereskan semua dengan caranya sendiri.

Saat melangkah keluar, ia berpapasan dengan Seo-hyoon yang langsung membombardir gadis malang itu dengan sejumlah pertanyaan. Kaget saat tahu ayahnya-lah yang menyelamatkan cucu Seol-woong belasan tahun silam, Yoo-rin mendapat ide bagaimana membuat Gong-chan melupakannya dan tidak lupa meminta bantuan Seo-hyoon.

Walaupun sempat merasa lega, belakangan Seo-hyoon merasa bersalah karena tahu betul betapa Yoo-rin sangat mencintai Gong-chan. Dengan terpaksa, ia membantu rencana gadis itu yang mempertemukan Gong-chan, keluarganya, Yoo-rin dan sang ayah. Didepan semua yang hadir, Yoo-rin membeberkan penuturan yang mengejutkan.

Dengan wajah dingin, Yoo-rin menyebut telah mengetahui cucu perempuan Seol-woong selamat sejak awal dan menggunakan kesempatan untuk masuk ke keluarga Gong-chan serta menggunakan Seo-hyoon untuk mencapai niatnya. Sudah tentu Gong-chan tidak percaya begitu saja, namun ia terpaku saat Yoo-rin hanya menatapnya dengan dingin.

Berusaha menutup rapat-rapat kesedihannya dengan minum-minum, saat kembali Yoo-rin terkejut mendapati Gong-chan telah menunggunya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Kembali menegaskan dirinya tidak percaya akan ucapan gadis itu, Gong-chan melangkah pergi dengan lesu.

Ketika masuk ke dalam rumah, Yoo-rin diberitahu sang ayah kalau Gong-chan telah memberinya sejumlah hadiah. Saat di dalam kamar, ia langsung terduduk lemas melihat sejumlah bola kristal yang menandakan bahwa meski waktu telah berlalu cukup lama, Gong-chan ternyata masih tetap mencintainya dengan tulus.

Siapa sangka, pertolongan justru muncul dari pihak yang paling tidak disangka : Seo-hyoon yang ternyata tidak mempercayai ucapan Yoo-rin begitu saja. Dengan air mata bercucuran, ia akhirnya mengakui telah kalah dengan Yoo-rin dalam memperebutkan Gong-chan.

Ternyata bukan cuma Gong-chan, Seol-woong juga tidak percaya akan ucapan Yoo-rin dan sadar akan kesalahannya. Sambil tersenyum, pria setengah baya itu menyuruh Yoo-rin untuk menyusul ke bandara mumpung Gong-chan belum pergi.

Lewat bocoran yang diberikan oleh bibi Gong-chan, Yoo-rin akhirnya tahu bahwa sebelum pergi, pemuda itu berada di gedung tinggi tempat mereka biasa melihat keindahan kota. Sambil berpacu dengan waktu, Yoo-rin bergegas menuju tempat tersebut.

Waktu hendak turun dengan elevator, Gong-chan teringat ucapan Yoo-rin tentang apa yang harus dilakukannya supaya keinginan bisa jadi kenyataan. Siapa sangka, pintu elevator kembali terbuka dan Yoo-rin berada didepannya sambil mengungkapkan apa yang dirasakan sebenarnya.

Ucapan itu keruan saja membuat Gong-chan tidak bisa menahan diri, dan langsung menarik Yoo-rin kedalam sambil memeluk gadis itu seerat mungkin. Kemudian dengan lembut, pemuda itu memegang pipi Yoo-rin dan menciumnya dengan lembut.

Belakangan setelah semuanya kembali normal (Gong-chan dan Yoo-rin bisa bersama lagi), akhirnya terungkap siapa cucu perempuan Seol-woong yang sebenarnya. Dia adalah Choi Ha-na yang datang bersama suaminya Lee Mong-ryong. Apakah nama itu terdengar tidak asing lagi bagi penggemar?


TAMAT
Copyright Sweety Qliquers
www.dindasweet-86.blogspot.com

My Girl (Episode 23)

Namun begitu Gong-chan menoleh ke arah kiri, ternyata Yoo-rin sudah tidak ada disana. Ia langsung berlari keluar, dan mendapati gadis itu memacu mobilnya dengan kencang. Dengan terpaksa, pemuda malang itu dibuat gigit jari lagi.

Dengan sisa uang pemberian Yoo-rin dikantongnya, Gong-chan dengan susah-payah akhirnya berhasil sampai ke tempat dimana Yoo-rin bekerja dan mengajukan keluhan. Hasilnya, ia kembali bergabung dengan kelompok tur meski usaha untuk mendekati gadis yang dicintainya itu ditolak mentah-mentah.

Sementara itu, Jeong-woo akhirnya berhasil melacak keberadaan Yoo-rin lewat tempatnya bekerja sebagai pemandu wisata. Dengan tersenyum lebar sambil membawa karangan bunga, pemuda itu yakin bakal bisa merebut gadis itu dari Gong-chan.

Usaha Yoo-rin untuk terus menghindari Gong-chan membuat suasana dalam grup pariwisata yang dipimpin gadis itu terasa canggung, dan untuk mencairkan suasana mereka akhirnya menghibur diri di sebuah tempat karaoke. Siapa sangka, Gong-chan yang semula berniat pergi malah nekat naik ke atas panggung dan mulai menyanyi.

Di luar dengan suara tinggi, Yoo-rin menyebut kalau dirinya tidak mencintai Gong-chan lagi. Menyempatkan diri untuk kembali ke rumah, Gong-chan mendapati kalau kakeknya Seol-woong ternyata telah menemukan cucu perempuan yang selama ini dicarinya. Menolak menuruti keinginan sang kakek, pemuda itu kembali untuk mencari Yoo-rin.

Gong-chan muncul tepat pada saat Yoo-rin hendak membuang bintang pemberiannya, dan meminta gadis itu untuk mau mempercayainya. Lewat sejumlah aksi yang dilakukan, Yoo-rin akhirnya tidak bisa berbohong lagi kalau dirinya masih mencintai Gong-chan (terutama setelah dibawa ke sebuah gereja).

Demi meneruskan niatnya hidup bersama gadis yang dicintai, Gong-chan nekat melawan Seol-woong yang tetap melarang pemuda itu bersama Yoo-rin. Bahkan, ia bergeming saat sang kakek menyebut seandainya Gong-chan meneruskan niat pergi ke Jepang bersama Yoo-rin maka tidak akan diakui sebagai cucu lagi.

Tidak mau menyerah begitu saja, Seol-woong meminta suami bibi Gong-chan untuk melacak keberadaan Yoo-rin meski sudah diperingati hal itu hanya akan mengulang masa lalu. Namun, nasib kadang memang lucu dan tidak pernah diduga. Secara kebetulan, ayah Yoo-rin hendak mencarikan pekerjaan yang lebih baik untuk putrinya.

Ironisnya, yang ditemui justru adalah Seo-hyoon, yang langsung terkaget-kaget saat tahu siapa putri pria itu sebenarnya. Ketika itu, Yoo-rin sendiri berniat menemui Gong-chan, namun langkahnya langsung terhenti saat ditelepon oleh Seol-woong.

My Girl (Episode 22)

Rupanya meski telah dua tahun berlalu, kenangan manis bersama Yoo-rin tidak pernah lepas dari ingatan Gong-chan. Hal itu terlihat dari sejumlah koleksi bola kaca, yang selalu dibelinya setiap kali salju mulai turun. Sudah tentu, kesedihan pemuda itu terlihat oleh sang bibi yang telah mempunyai satu anak.

Di saat yang sama di tempat lain, Yoo-rin yang baru saja pulang kerja hanya bisa menatap turunnya salju dengan sedih meski sang ayah telah menyiapkan sambutan meriah. Kaget melihat bintang pemberian Gong-chan yang selalu disimpan dengan rapi menghiasi pohon natal, gadis itu berpura-pura benda itu tidak memiliki arti penting bagi dirinya.

Hidup berpindah-pindah membuat keberadaan Yoo-rin sulit dilacak, meskipun Gong-chan telah menyuruh sekretarisnya yang handal untuk berusaha. Langkah terakhirnya adalah menerima tawaran untuk pergi ke Jepang demi urusan pekerjaan sambil berharap bisa menemui gadis yang dicintainya.

Malam menjelang kepergiannya, Gong-chan telah ditunggu oleh Seo-hyoon didepan rumahnya. Rupanya meski disibukkan oleh rangkaian tur tenis dunia, gadis itu belum bisa melupakan pemuda itu. Bahkan ketika dinasehati, Seo-hyoon balik meminta Gong-chan supaya bisa melepaskan Yoo-rin dari hatinya.

Nasib kembali membuat Gong-chan dan Yoo-rin gagal bertemu meski keduanya sama-sama berada di bandara, Gong-chan sebagai penumpang menuju Jepang sementara Yoo-rin pemandu wisata yang mengantar tamu-tamunya. Sosok gadis itu malah pertama kali dilihat oleh Jeong-woo yang berusaha mengejar dan menutupi semuanya dari Gong-chan.

Tapi semuanya berubah ketika Gong-chan berada di pesawat, tanpa sengaja seorang penumpang menjatuhkan kartu nama pemandu wisata yang sedang dibicarakan oleh grupnya. Ketika mengambil kartu tersebut, bisa dibayangkan bagaimana ekspresi wajah Gong-chan saat nama dan foto Yoo-rin tercantum didalamnya.

Tak lama setelah kejadian tersebut, Yoo-rin kembali ke pekerjaannya sebagai pemandu wisata dan bersiap menyambut rombongan berikutnya. Namun, alangkah terkejutnya gadis itu ketika Gong-chan muncul dihadapannya dan mengaku sebagai salah satu anggota rombongan.

Kali ini Yoo-rin tidak bisa mengelak lagi, apalagi setelah Gong-chan mematahkan kartu kreditnya sehingga otomatis pria itu tidak punya sepeser uangpun. Mau tidak mau, gadis itu cuma bisa pasrah saat Gong-chan meminta untuk diajak makan di sebuah restoran kecil.

Bahkan supaya tidak terpisah dari Yoo-rin, Gong-chan sampai berpura-pura sakit sambil menyalahkan semuanya ke gadis itu. Tidak kalah cerdik, Yoo-rin membawa Gong-chan untuk menyembuhkan penyakitnya ke seorang ahli tusuk jarum. Bisa dibayangkan apa jadinya, Gong-chan cuma bisa memandang ngeri.

My Girl (Episode 21)

Keruan saja, pemandangan mesra antara Gong-chan dan Yoo-rin membuat Seo-hyoon kehilangan kendali dan memutuskan untuk membongkar kebohongan keduanya. Sambil meminta maaf berulang kali, gadis itu memohon supaya Seol-woo kakek Gong-chan tidak mengampuni Yoo-rin.

Seolah menjadi pertanda bakal terjadi sesuatu yang buruk, bola kaca pemberian Gong-chan yang dipegang Yoo-rin mendadak terjatuh dan pecah berkeping-keping. Meski terpukul oleh kenyataan yang ada, Seol-woong meminta semua dirahasiakan sampai ia bisa menemukan cucu yang sebenarnya.

Bisa ditebak, tidak mudah bagi pria setengah baya itu untuk melepas Yoo-rin yang telah dianggap sebagai bagian dari keluarga. Di tempat lain, Gong-chan berjanji bakal segera menyusul Yoo-rin ke Pulau Jeju meski gadis itu sempat punya ketakutan tersendiri kalau pria yang dicintainya tersebut bakal ingkar janji.

Setelah berpikir cukup panjang, Seol-woong memutuskan untuk memberitahu semuanya pada Yoo-rin, yang sudah tentu sangat terkejut dan tak henti-hentinya meminta maaf. Dengan suara berat, sang kakek meminta gadis itu untuk meneruskan rencana kepergiannya dan tidak bersatu dengan Gong-chan.

Pada saat yang bersamaan di tempat lain, Seo-hyoon yang diam-diam menyesali perbuatannya berpamitan untuk terakhir kalinya pada Gong-chan. Begitu keluar ruangan, gadis malang itu tidak bisa menahan air matanya dan hal itu terlihat oleh Jeong-woo yang kebetulan melintas untuk menemui Gong-chan.

Di rumah sambil terus menangis, Yoo-rin mengatakan bakal memenuhi keinginan Seol-woong asalkan dibiarkan bertemu Gong-chan, yang bakal mengantarnya ke bandara, untuk terakhir kali. Begitu pemuda itu sampai dirumah, Yoo-rin mati-matian menahan kesedihannya dan memaksa tersenyum supaya Gong-chan tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Yoo-rin terus berusaha menahan air mata ketika Gong-chan memeluknya di bandara dan meminta gadis itu mau menunggu kedatangannya di Pulau Jeju, yang akhirnya pecah saat pemuda itu membalikkan badan dan beranjak pergi. Suara tangis gadis itu benar-benar memilukan, sampai-sampai sang ayah ikut merasa bersalah.

Di kantor, Gong-chan mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres dan akhirnya diberitahu sang sekretaris kalau Yoo-rin bakal pergi ke daerah lain yang tidak diketahuinya. Memacu mobilnya sekencang mungkin, pemuda itu terlambat sampai di bandara.

Begitu sampai dirumah, Gong-chan berlutut didepan Seol-woong sambil menangis tersedu-sedu dan tak henti-hentinya menyebut ia mencintai Yoo-rin. Namun, semuanya sudah terlambat............dan tanpa terasa dua tahun telah berlalu sejak kejadian itu.

Meski telah sekian lama, Gong-chan tetap meneruskan pencariannya terhadap Yoo-rin. Keadaan memang banyak berubah, Jeong-woo yang dulu lebih banyak hidup bersenang-senang berubah total menjadi eksekutif hotel dan mengisi peran sahabatnya. Tanpa sadar, Yoo-rin yang dicari ternyata berada tidak jauh dari Gong-chan, namun sayang ia tidak melihat gadis itu.